<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut Tes Nuklir, Korsel Kembali &quot;Tumpuk&quot; Speaker Propaganda</title><description>Korsel akan memulai kembali siaran propaganda dengan speaker di sepanjang perbatasan menyusul tes nuklir Korut pada 6 Januari 2016.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/07/18/1283113/korut-tes-nuklir-korsel-kembali-tumpuk-speaker-propaganda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/07/18/1283113/korut-tes-nuklir-korsel-kembali-tumpuk-speaker-propaganda"/><item><title>Korut Tes Nuklir, Korsel Kembali &quot;Tumpuk&quot; Speaker Propaganda</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/07/18/1283113/korut-tes-nuklir-korsel-kembali-tumpuk-speaker-propaganda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/07/18/1283113/korut-tes-nuklir-korsel-kembali-tumpuk-speaker-propaganda</guid><pubDate>Kamis 07 Januari 2016 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/07/18/1283113/korut-tes-nuklir-korsel-kembali-tumpuk-speaker-propaganda-EWRcGajk1i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korsel akan kembali memulai propaganda speakernya di perbatasan Korut. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/07/18/1283113/korut-tes-nuklir-korsel-kembali-tumpuk-speaker-propaganda-EWRcGajk1i.jpg</image><title>Korsel akan kembali memulai propaganda speakernya di perbatasan Korut. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL &amp;ndash; Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa mereka akan memulai kembali siaran propaganda dengan menggunakan pengeras suara (speaker) di sepanjang perbatasan Korea Utara (Korut) menyusul dilakukannya uji coba bom hidrogen yang dilakukan negara pimpinan Kim Jong-un itu.
Kantor Kepresidenan Korsel mengatakan bahwa siaran propaganda itu akan dimulai pada Jumat (8/1), dan menyebut uji coba nuklir yang dilakukan Korut sebagai sebuah pelanggaran serius perjanjian yang disepakati kedua belah pihak pada Agustus 2015 yang ditujukan untuk meredakan ketegangan akibat tembak menembak artileri lintas perbatasan yang terjadi.
&amp;ldquo; Militer kami dalam keadaan siap siaga penuh, dan jika Korut melakukan provokasi, akan ada hukuman yang tegas,&amp;rdquo; demikian disampaikan pejabat keamanan nasional presidensial Cho Tae-yong, sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (7/1/2016).
Sebelumnya, Korsel telah memberlakukan pembatasan akses ke Kawasan Industri Kaesong yang merupakan proyek kerjasama Korsel-Korut. Lokasi industri yang menyediakan 53 ribu pekerjaan bagi warga Korut itu merupakan proyek kerjasama terakhir sekaligus yang terpenting yang pernah dibuat oleh kedua negara Korea yang bertetangga.
Pemerintah Korut mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil melakukan tes bom hidrogen beberapa saat setelah terjadinya gempa berkekuatan 4,9 SR yang tercatat di dekat lokasi uji coba pada 6 Januari 2016. Uji coba itu langsung mengundang reaksi keras dari berbagai negara dan dianggap melanggar berbagai perjanjian anti nuklir serta resolusi Dewan Keamanan PBB.
</description><content:encoded>SEOUL &amp;ndash; Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa mereka akan memulai kembali siaran propaganda dengan menggunakan pengeras suara (speaker) di sepanjang perbatasan Korea Utara (Korut) menyusul dilakukannya uji coba bom hidrogen yang dilakukan negara pimpinan Kim Jong-un itu.
Kantor Kepresidenan Korsel mengatakan bahwa siaran propaganda itu akan dimulai pada Jumat (8/1), dan menyebut uji coba nuklir yang dilakukan Korut sebagai sebuah pelanggaran serius perjanjian yang disepakati kedua belah pihak pada Agustus 2015 yang ditujukan untuk meredakan ketegangan akibat tembak menembak artileri lintas perbatasan yang terjadi.
&amp;ldquo; Militer kami dalam keadaan siap siaga penuh, dan jika Korut melakukan provokasi, akan ada hukuman yang tegas,&amp;rdquo; demikian disampaikan pejabat keamanan nasional presidensial Cho Tae-yong, sebagaimana dilansir Russia Today, Kamis (7/1/2016).
Sebelumnya, Korsel telah memberlakukan pembatasan akses ke Kawasan Industri Kaesong yang merupakan proyek kerjasama Korsel-Korut. Lokasi industri yang menyediakan 53 ribu pekerjaan bagi warga Korut itu merupakan proyek kerjasama terakhir sekaligus yang terpenting yang pernah dibuat oleh kedua negara Korea yang bertetangga.
Pemerintah Korut mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil melakukan tes bom hidrogen beberapa saat setelah terjadinya gempa berkekuatan 4,9 SR yang tercatat di dekat lokasi uji coba pada 6 Januari 2016. Uji coba itu langsung mengundang reaksi keras dari berbagai negara dan dianggap melanggar berbagai perjanjian anti nuklir serta resolusi Dewan Keamanan PBB.
</content:encoded></item></channel></rss>
