<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wajar Demokrat Bantah Ibas sebagai Pangeran</title><description>Partai Demokrat&amp;lrm; langsung bereaksi usai Angelina Sondakh menyebut Ibas sebagai pangeran yang kerap menyetujui proyek garapan M Nazaruddin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/08/337/1284075/wajar-demokrat-bantah-ibas-sebagai-pangeran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/08/337/1284075/wajar-demokrat-bantah-ibas-sebagai-pangeran"/><item><title>Wajar Demokrat Bantah Ibas sebagai Pangeran</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/08/337/1284075/wajar-demokrat-bantah-ibas-sebagai-pangeran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/08/337/1284075/wajar-demokrat-bantah-ibas-sebagai-pangeran</guid><pubDate>Jum'at 08 Januari 2016 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/08/337/1284075/wajar-demokrat-bantah-ibas-sebagai-pangeran-8206-Ujw5vdhoGw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Elite Partai Demokrat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/08/337/1284075/wajar-demokrat-bantah-ibas-sebagai-pangeran-8206-Ujw5vdhoGw.jpg</image><title>Elite Partai Demokrat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Partai Demokrat&amp;lrm; langsung bereaksi usai mantan kadernya Angelina Sondakh menyebut putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebagai pangeran yang kerap menyetujui proyek-proyek garapan M Nazaruddin.
&amp;lrm;
&quot;Soal bantah membantah keterlibatan orang-orang yang terkait kasus korupsi biasanya lumrah terjadi. Bukankah sejak Nazaruddin ditangkap dan dia bernyanyi,&quot; ungkap pakar komunikasi politik Indonesia, Lely Arrianie kepada Okezone, Jumat (8/1/2016).
Menurut dia, nyanyian Nazaruddin saat itu juga dibantah oleh orang-orang yang disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, seperti &amp;lrm;Andi Malarangeng. Angelina Sondakh (Angie) dan Anas Urbaningrum.
&quot;Toh semua membantah kesaksian Nazar waktu itu. Tapi akhirnya KPK menyeret mereka, karena dianggap cukup bukti ada dalam lingkaran korupsi itu,&quot; tegasnya.
&amp;lrm;Lalu, lanjutnya, Anas pernah mengancam bahwa suami dari Athiyyah Laila tersebut baru menyampaikan lembaran pertama dari satu buku yang akan dipaparkan soal pusaran korupsi yang diduga melibatkan petinggi Partai Demokrat.
&quot;Saat itu ramai perbincangan publik bahwa Anas juga menyasar ke orang tertentu yang dianggap dekat dengan kekuasaan. &amp;lrm;Tapi Anas ternyata berhenti di lembaran pertama,&quot; paparnya.Lely menambahkan, saat itu ada kecenderungan lembaran selanjutnya  yang dimaksud Anas mungkin saja akan dibuka oleh saksi atau tersangka  lain dalam kasus dan pusaran korupsi tersebut.
&amp;lrm;
&quot;&amp;lrm;Jika Demokrat membantah, marah atau berang wajar saja. Karena  bagaimanapun Ibas adalah anak dari tokoh partai itu bukan? Yang  realtifitas kebenaran informasi dari  Angelina Sondakh mereka  pertanyakan,&quot; tuturnya.
Bagi hakim atau jaksa yang menangani kasus tersebut, kata Lely,  keterangan Angie justru sebuah informasi yang sebenarnya bukan hal baru.
&amp;lrm;&quot;Meski Angie nampak ketakutan, sejatinya dia telah memberikan  informasi pesan politik sekaligus pesan hukum kepada pemangku keadilan.  Tinggal, bagaimana para pemangku keadilan menyikapi pesan ini, atas nama  kebenaran dan keadilan hukun,&quot; simpul Lely.
</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Demokrat&amp;lrm; langsung bereaksi usai mantan kadernya Angelina Sondakh menyebut putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas sebagai pangeran yang kerap menyetujui proyek-proyek garapan M Nazaruddin.
&amp;lrm;
&quot;Soal bantah membantah keterlibatan orang-orang yang terkait kasus korupsi biasanya lumrah terjadi. Bukankah sejak Nazaruddin ditangkap dan dia bernyanyi,&quot; ungkap pakar komunikasi politik Indonesia, Lely Arrianie kepada Okezone, Jumat (8/1/2016).
Menurut dia, nyanyian Nazaruddin saat itu juga dibantah oleh orang-orang yang disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, seperti &amp;lrm;Andi Malarangeng. Angelina Sondakh (Angie) dan Anas Urbaningrum.
&quot;Toh semua membantah kesaksian Nazar waktu itu. Tapi akhirnya KPK menyeret mereka, karena dianggap cukup bukti ada dalam lingkaran korupsi itu,&quot; tegasnya.
&amp;lrm;Lalu, lanjutnya, Anas pernah mengancam bahwa suami dari Athiyyah Laila tersebut baru menyampaikan lembaran pertama dari satu buku yang akan dipaparkan soal pusaran korupsi yang diduga melibatkan petinggi Partai Demokrat.
&quot;Saat itu ramai perbincangan publik bahwa Anas juga menyasar ke orang tertentu yang dianggap dekat dengan kekuasaan. &amp;lrm;Tapi Anas ternyata berhenti di lembaran pertama,&quot; paparnya.Lely menambahkan, saat itu ada kecenderungan lembaran selanjutnya  yang dimaksud Anas mungkin saja akan dibuka oleh saksi atau tersangka  lain dalam kasus dan pusaran korupsi tersebut.
&amp;lrm;
&quot;&amp;lrm;Jika Demokrat membantah, marah atau berang wajar saja. Karena  bagaimanapun Ibas adalah anak dari tokoh partai itu bukan? Yang  realtifitas kebenaran informasi dari  Angelina Sondakh mereka  pertanyakan,&quot; tuturnya.
Bagi hakim atau jaksa yang menangani kasus tersebut, kata Lely,  keterangan Angie justru sebuah informasi yang sebenarnya bukan hal baru.
&amp;lrm;&quot;Meski Angie nampak ketakutan, sejatinya dia telah memberikan  informasi pesan politik sekaligus pesan hukum kepada pemangku keadilan.  Tinggal, bagaimana para pemangku keadilan menyikapi pesan ini, atas nama  kebenaran dan keadilan hukun,&quot; simpul Lely.
</content:encoded></item></channel></rss>
