<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Tradisi &quot;Nenjor&quot; Suku Lembak di Bengkulu </title><description>Indonesia memiliki berbagai keanekaragaman, salah satunya adalah budaya Nenjor dari Suku Lembak, di Bengkulu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/10/340/1284681/mengenal-tradisi-nenjor-suku-lembak-di-bengkulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/10/340/1284681/mengenal-tradisi-nenjor-suku-lembak-di-bengkulu"/><item><title>Mengenal Tradisi &quot;Nenjor&quot; Suku Lembak di Bengkulu </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/10/340/1284681/mengenal-tradisi-nenjor-suku-lembak-di-bengkulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/10/340/1284681/mengenal-tradisi-nenjor-suku-lembak-di-bengkulu</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2016 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/10/340/1284681/mengenal-tradisi-nenjor-suku-lembak-di-bengkulu-w0eaXgSM74.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Budaya Nenjor di Bengkulu (foto: Demon Fajri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/10/340/1284681/mengenal-tradisi-nenjor-suku-lembak-di-bengkulu-w0eaXgSM74.jpg</image><title>Budaya Nenjor di Bengkulu (foto: Demon Fajri/Okezone)</title></images><description>BENGKULU - Indonesia memiliki berbagai keanekaragaman suku, adat istiadat, serta budaya. Seperti halnya, suku Lembak di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, yang memiliki tradisi budaya &quot;Nenjor&quot; (cukur rambut bayi) yang lebih dikenal masyarakat awam dengan sebutan aqiqah.

Tradisi Nenjor ini sama halnya dengan tradisi suku lainnya di Indonesia, yang mana tradisi ini merupakan salah satu bentuk pengorbanan orangtua dengan memotong hewan ternak, berupa kambing sesuai dengan syariat Islam.

Di suku Lembak, tradisi Nenjor yang merupakan salah satu bentuk pengorbanan serta sebagai penggadaian atau penebus seorang bayi yang dilahirkan masih digelar di berbagai kelurahan. Seperti, Kelurahan Tanjung Agung, Semarang, Tanjung Jaya, Dusun Besar, Panorama, Jembatan Kecil, Pagar Dewa, Sukarami dan Kandang, Bengkulu.

Semisal pelaksanaan Nenjor yang dihelat, oleh keluarga besar, M Zuber, HN, yang menenjor cucu keduanya atas nama Althaf Zaidan Zamzami, anak dari pasangan suami istri Abdul Aziz dan Yennery Hernitha, di Jalan Semangka, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.

Kepada Okezone, salah satu tokoh masyarakat suku Lembak, Zulkarnain Dali, mengatakan, dalam prosesi Nenjor sesuai dengan syariat Islam, mesti dilaksanakan setelah bayi berusia 7 hari atau 14 hari.
&amp;nbsp;
Prosesi Nenjor, Suku Lembak, Bengkulu
Namun, kata dia, jika terbentur dengan keadaan, maka prosesi Nenjor dapat ditunda sebelum masa anak memasuki masa Aqil Baligh, yang diartikan jika anak-laki-laki sebelum dapat mimpi basah dan anak perempuan sebelum haid.

&quot;Nenjor ini adalah kewajiban dari orangtua yang melahirkan. Pelaksanaan nenjor ini bisa dilakukan setelah anak berusia 7 hari, 14 hari atau sebelum masa aqil baligh anak,&quot; kata Zulkarnain, Minggu (10/1/2016).

Pelaksanaan Nenjor, lanjut Zulkarnain, dari orangtua mesti memotong hewan kambing, yang mana untuk anak laki-laki memmotong dua ekor kambing sementara anak perempuan satu ekor kambing.

Di suku Lembak, terang dia, pelaksanaan Nenjor diiringi tradisi berzanji atau sarapal anam atau berdzikir, dengan mengundang masyarakat setempat, yang disertai menabuh rabana.

&quot;Dalam Nenjor di suku Lembak ini juga disertai berdzikir, dilanjutkan dengan berdoa untuk keselamatan anggota keluarga serta anak yang diaqiqah,&quot; tutur Zulkarnain.Usai berdzikir, terang Zulkarnain, bayi yang diaqiqah dibawa dengan  cara digendong, untuk menghampiri kakek dari sang bayi serta tamu  undangan yang hadir untuk mencukur rambutnya.

Dalam prosesi Nenjor itu sendiri, kata Zulkarnain, sebelumnya bayi  dirias serta mengenakan pakaian adat Bengkulu, serta adanya pembuatan  pelaminan bayi di dalam rumah, bayi harus digendong pihak keluarga dan  juga membawa cerano atau wadah yang berisikan lembaran daun sirih, serta  sesajen lainnya.

&quot;Saat pencukuran rambut setiap undangan diberi kesempatan untuk  mencukur rambut sang bayi, serta dilanjutkan dengan memercikan tepung  tawar ke kepala anak,&quot; jelas Zulkanain.

Setelah prosesi itu, terang dia, tamu undangan yang hadir mencicipi hidangan yang telah disediakan tuan rumah.

&quot;Nenjor ini merupakan salah satu wujud syukur terhadap kelahiran sang  anak kepada Allah SWT, dan pelaksanaan Nenjor ini juga diinginkan agar  sang anak nantinya menjadi sosok yang soleh, berbakti kepada orangtua,&quot;  demikian Zulkarnain.</description><content:encoded>BENGKULU - Indonesia memiliki berbagai keanekaragaman suku, adat istiadat, serta budaya. Seperti halnya, suku Lembak di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, yang memiliki tradisi budaya &quot;Nenjor&quot; (cukur rambut bayi) yang lebih dikenal masyarakat awam dengan sebutan aqiqah.

Tradisi Nenjor ini sama halnya dengan tradisi suku lainnya di Indonesia, yang mana tradisi ini merupakan salah satu bentuk pengorbanan orangtua dengan memotong hewan ternak, berupa kambing sesuai dengan syariat Islam.

Di suku Lembak, tradisi Nenjor yang merupakan salah satu bentuk pengorbanan serta sebagai penggadaian atau penebus seorang bayi yang dilahirkan masih digelar di berbagai kelurahan. Seperti, Kelurahan Tanjung Agung, Semarang, Tanjung Jaya, Dusun Besar, Panorama, Jembatan Kecil, Pagar Dewa, Sukarami dan Kandang, Bengkulu.

Semisal pelaksanaan Nenjor yang dihelat, oleh keluarga besar, M Zuber, HN, yang menenjor cucu keduanya atas nama Althaf Zaidan Zamzami, anak dari pasangan suami istri Abdul Aziz dan Yennery Hernitha, di Jalan Semangka, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.

Kepada Okezone, salah satu tokoh masyarakat suku Lembak, Zulkarnain Dali, mengatakan, dalam prosesi Nenjor sesuai dengan syariat Islam, mesti dilaksanakan setelah bayi berusia 7 hari atau 14 hari.
&amp;nbsp;
Prosesi Nenjor, Suku Lembak, Bengkulu
Namun, kata dia, jika terbentur dengan keadaan, maka prosesi Nenjor dapat ditunda sebelum masa anak memasuki masa Aqil Baligh, yang diartikan jika anak-laki-laki sebelum dapat mimpi basah dan anak perempuan sebelum haid.

&quot;Nenjor ini adalah kewajiban dari orangtua yang melahirkan. Pelaksanaan nenjor ini bisa dilakukan setelah anak berusia 7 hari, 14 hari atau sebelum masa aqil baligh anak,&quot; kata Zulkarnain, Minggu (10/1/2016).

Pelaksanaan Nenjor, lanjut Zulkarnain, dari orangtua mesti memotong hewan kambing, yang mana untuk anak laki-laki memmotong dua ekor kambing sementara anak perempuan satu ekor kambing.

Di suku Lembak, terang dia, pelaksanaan Nenjor diiringi tradisi berzanji atau sarapal anam atau berdzikir, dengan mengundang masyarakat setempat, yang disertai menabuh rabana.

&quot;Dalam Nenjor di suku Lembak ini juga disertai berdzikir, dilanjutkan dengan berdoa untuk keselamatan anggota keluarga serta anak yang diaqiqah,&quot; tutur Zulkarnain.Usai berdzikir, terang Zulkarnain, bayi yang diaqiqah dibawa dengan  cara digendong, untuk menghampiri kakek dari sang bayi serta tamu  undangan yang hadir untuk mencukur rambutnya.

Dalam prosesi Nenjor itu sendiri, kata Zulkarnain, sebelumnya bayi  dirias serta mengenakan pakaian adat Bengkulu, serta adanya pembuatan  pelaminan bayi di dalam rumah, bayi harus digendong pihak keluarga dan  juga membawa cerano atau wadah yang berisikan lembaran daun sirih, serta  sesajen lainnya.

&quot;Saat pencukuran rambut setiap undangan diberi kesempatan untuk  mencukur rambut sang bayi, serta dilanjutkan dengan memercikan tepung  tawar ke kepala anak,&quot; jelas Zulkanain.

Setelah prosesi itu, terang dia, tamu undangan yang hadir mencicipi hidangan yang telah disediakan tuan rumah.

&quot;Nenjor ini merupakan salah satu wujud syukur terhadap kelahiran sang  anak kepada Allah SWT, dan pelaksanaan Nenjor ini juga diinginkan agar  sang anak nantinya menjadi sosok yang soleh, berbakti kepada orangtua,&quot;  demikian Zulkarnain.</content:encoded></item></channel></rss>
