<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Bom Sarinah, BIN Harus Punya SOP Khusus</title><description>DPR mendesak Kepala BIN Sutiyoso dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk membuat SOP khusus atasi teroris.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1288981/pasca-bom-sarinah-bin-harus-punya-sop-khusus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1288981/pasca-bom-sarinah-bin-harus-punya-sop-khusus"/><item><title>Pasca-Bom Sarinah, BIN Harus Punya SOP Khusus</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1288981/pasca-bom-sarinah-bin-harus-punya-sop-khusus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1288981/pasca-bom-sarinah-bin-harus-punya-sop-khusus</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2016 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/15/337/1288981/pasca-bom-sarinah-bin-harus-punya-sop-khusus-EcZe0BuRv1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso (foto: ANTARA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/15/337/1288981/pasca-bom-sarinah-bin-harus-punya-sop-khusus-EcZe0BuRv1.jpg</image><title>Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso (foto: ANTARA)</title></images><description>JAKARTA -  Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengatakan Badan Intelijen Negara (BIN) tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) pada saat para teror menyerang kawasan MH Thamrin, Sarinah pada 14 Januari 2016.
Dia mengatakan, seharusnya pada saat pengebomam di kawasan itu, BIN semestinya meniru SOP badan intelijen asal Amerika Serikat. Karena pada saat pengebomam terjadi seluruh alat komunikasi langsung diacak sinyalnya, kemudian seluruh jaringan listrik juga dimatikan.
&quot;Sehingga jangan sampai waktu kita kejar-kejaran dia main sms-an, internetan, BBM-an sama personel anggota teroris yang lain,&quot; ujar Tamliha saat dihubungi, Jumat (15/1/2016).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/12/29/22661/141682_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sutiyoso Bicara Kelompok Bersenjata Din Minimi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku, saat terjadi serangan bom di Sarinah terjadi kepanikan warga yang kemudian bermunculan berita-berita ada serangan bom dari para teroris di kawasan Palmerah dan Kuningan, Jakarta. Karenanya ia mendesak Kepala BIN Sutiyoso dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk membuat SOP seperti itu.
&quot;Karena kalau tidak begitu bisa meledak di mana-mana,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengatakan Badan Intelijen Negara (BIN) tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) pada saat para teror menyerang kawasan MH Thamrin, Sarinah pada 14 Januari 2016.
Dia mengatakan, seharusnya pada saat pengebomam di kawasan itu, BIN semestinya meniru SOP badan intelijen asal Amerika Serikat. Karena pada saat pengebomam terjadi seluruh alat komunikasi langsung diacak sinyalnya, kemudian seluruh jaringan listrik juga dimatikan.
&quot;Sehingga jangan sampai waktu kita kejar-kejaran dia main sms-an, internetan, BBM-an sama personel anggota teroris yang lain,&quot; ujar Tamliha saat dihubungi, Jumat (15/1/2016).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/12/29/22661/141682_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sutiyoso Bicara Kelompok Bersenjata Din Minimi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengaku, saat terjadi serangan bom di Sarinah terjadi kepanikan warga yang kemudian bermunculan berita-berita ada serangan bom dari para teroris di kawasan Palmerah dan Kuningan, Jakarta. Karenanya ia mendesak Kepala BIN Sutiyoso dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk membuat SOP seperti itu.
&quot;Karena kalau tidak begitu bisa meledak di mana-mana,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
