<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri: Pelaku Tak Gunakan Sniper</title><description>Pihaknya telah melakukan penyisiran sebanyak tiga kali ke sejumlah gedung yang berada di dekat lokasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289113/kapolri-pelaku-tak-gunakan-sniper</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289113/kapolri-pelaku-tak-gunakan-sniper"/><item><title>Kapolri: Pelaku Tak Gunakan Sniper</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289113/kapolri-pelaku-tak-gunakan-sniper</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289113/kapolri-pelaku-tak-gunakan-sniper</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2016 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/15/337/1289113/kapolri-pelaku-tak-gunakan-sniper-ksFqa0ibGT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/15/337/1289113/kapolri-pelaku-tak-gunakan-sniper-ksFqa0ibGT.jpg</image><title>Foto dok Okezone</title></images><description>JAKARTA - Polisi membantah bahwa pelaku teror penyerangan di Plaza Sarinah, Jakarta Pusat, juga menggunakan penembak jitu atau sniper. Bahkan, guna meyakinkan publik bahwa tidak ada sniper dari kelompok teroris, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menegaskan jika pihaknya telah melakukan penyisiran sebanyak tiga kali ke sejumlah gedung yang berada di dekat lokasi.
&quot;Kita lakukan penyisiran sampai tiga kali, tidak ada (sniper),&quot; ujar Badrodin kepada awak media di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2016).
Untuk jaringan para pelaku, Kapolda Jawa Timur itu tak menampik jika mereka memiliki keterkaitan dengan kelompok Sumedang pimpinan Sulaeman. Badrodin menegaskan bakal memeriksa DNA terduga pelaku dengan pihak keluarganya.
&quot;Sementara memang dugaan kita itu, tapi harus dicek lanjut. Keluarganya di Sumedang akan kita ambil darah untuk mencocokkan,&quot; tuturnya.
Seperti diketahui, insiden teror di sekitar Plaza Sarinah kemarin meregang tujuh nyawa.
&quot;Ini masih kita identifikasi, mana yang pelaku dan mana yang korban,&quot; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi membantah bahwa pelaku teror penyerangan di Plaza Sarinah, Jakarta Pusat, juga menggunakan penembak jitu atau sniper. Bahkan, guna meyakinkan publik bahwa tidak ada sniper dari kelompok teroris, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menegaskan jika pihaknya telah melakukan penyisiran sebanyak tiga kali ke sejumlah gedung yang berada di dekat lokasi.
&quot;Kita lakukan penyisiran sampai tiga kali, tidak ada (sniper),&quot; ujar Badrodin kepada awak media di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2016).
Untuk jaringan para pelaku, Kapolda Jawa Timur itu tak menampik jika mereka memiliki keterkaitan dengan kelompok Sumedang pimpinan Sulaeman. Badrodin menegaskan bakal memeriksa DNA terduga pelaku dengan pihak keluarganya.
&quot;Sementara memang dugaan kita itu, tapi harus dicek lanjut. Keluarganya di Sumedang akan kita ambil darah untuk mencocokkan,&quot; tuturnya.
Seperti diketahui, insiden teror di sekitar Plaza Sarinah kemarin meregang tujuh nyawa.
&quot;Ini masih kita identifikasi, mana yang pelaku dan mana yang korban,&quot; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
