<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Heroik Dicibir di Medsos, Ini Tanggapan Polisi</title><description>Pada saat kejadian, aparat kepolisian pun ada yang berlindung di balik mobil antipeluru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289161/aksi-heroik-dicibir-di-medsos-ini-tanggapan-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289161/aksi-heroik-dicibir-di-medsos-ini-tanggapan-polisi"/><item><title>Aksi Heroik Dicibir di Medsos, Ini Tanggapan Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289161/aksi-heroik-dicibir-di-medsos-ini-tanggapan-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289161/aksi-heroik-dicibir-di-medsos-ini-tanggapan-polisi</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2016 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/15/337/1289161/aksi-heroik-dicibir-di-medsos-ini-tanggapan-polisi-gnrwj8Sp1M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/15/337/1289161/aksi-heroik-dicibir-di-medsos-ini-tanggapan-polisi-gnrwj8Sp1M.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Suasana berbeda terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat kemarin. Suara ledakan bom dan baku tembak begitu mencekam suasana Sarinah kala itu.
Pada saat kejadian, aparat kepolisian pun ada yang berlindung di balik mobil antipeluru. Hal itu pun sempat terekam oleh kamera pewarta dan menjadi perbincangan di media sosial (medsos). Para netizen mencibir tingkah laku polisi itu.
&quot;Memang SOP (Standar Operasional Prosedur) pada waktu itu begitu. Masyarakat dan teman media juga tidak boleh mendekat karena sangat berbahaya kan,&quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada awak media di kantornya, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Dikatakan Iqbal, situasi kala itu memang sangat berbahaya. Suasana baku tembak antara kelompok teror dan aparat kepolisian terdengar begitu dekat.
&quot;Kami saja berlindung di mobil antipeluru, makanya ada meme meme 'kok polisi berlindung masyarakat malah tidak',&quot; ujarnya.
Dikatakan Iqbal, kemarin memang begitu banyak masyarakat yang ingin tahu kejadian itu. Alhasil, banyak kerumunan yang berkumpul di dekat kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
&quot;Masyarakat pada di dekat Bawaslu itu. Makanya semua masih heran apa ledakan ini. Jangankan itu, tabrakan saja masyarakat kita mereka ingin lihat,&quot; tutur Iqbal.
Iqbal pun mengimbau, masyarakat seharusnya tidak perlu mendekat jika ada peristiwa serupa. Hal itu dilakukan untuk keamanan dan keselamatan masyarakat sendiri.
&quot;Kami imbau untuk keselamatan ketika terjadi apa-apa biarkan yang berwenang melakukan penyelidikan, mengklarifikasi atau investigasi. Dan kita juga berusaha untuk mengamankan masyarakat,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wMS8xNS8yMi82NzM2Mi8zLzdCN2w4amxBWGlj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Suasana berbeda terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat kemarin. Suara ledakan bom dan baku tembak begitu mencekam suasana Sarinah kala itu.
Pada saat kejadian, aparat kepolisian pun ada yang berlindung di balik mobil antipeluru. Hal itu pun sempat terekam oleh kamera pewarta dan menjadi perbincangan di media sosial (medsos). Para netizen mencibir tingkah laku polisi itu.
&quot;Memang SOP (Standar Operasional Prosedur) pada waktu itu begitu. Masyarakat dan teman media juga tidak boleh mendekat karena sangat berbahaya kan,&quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada awak media di kantornya, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Dikatakan Iqbal, situasi kala itu memang sangat berbahaya. Suasana baku tembak antara kelompok teror dan aparat kepolisian terdengar begitu dekat.
&quot;Kami saja berlindung di mobil antipeluru, makanya ada meme meme 'kok polisi berlindung masyarakat malah tidak',&quot; ujarnya.
Dikatakan Iqbal, kemarin memang begitu banyak masyarakat yang ingin tahu kejadian itu. Alhasil, banyak kerumunan yang berkumpul di dekat kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
&quot;Masyarakat pada di dekat Bawaslu itu. Makanya semua masih heran apa ledakan ini. Jangankan itu, tabrakan saja masyarakat kita mereka ingin lihat,&quot; tutur Iqbal.
Iqbal pun mengimbau, masyarakat seharusnya tidak perlu mendekat jika ada peristiwa serupa. Hal itu dilakukan untuk keamanan dan keselamatan masyarakat sendiri.
&quot;Kami imbau untuk keselamatan ketika terjadi apa-apa biarkan yang berwenang melakukan penyelidikan, mengklarifikasi atau investigasi. Dan kita juga berusaha untuk mengamankan masyarakat,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wMS8xNS8yMi82NzM2Mi8zLzdCN2w4amxBWGlj&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
