<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom Sarinah dan &quot;Ledakan&quot; Media Sosial</title><description>Ledakan bom Sarinah, Jakarta Pusat, kemarin, seketika menimbulkan kegemparan publik dan &quot;meledak&quot; di media sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289195/bom-sarinah-dan-ledakan-media-sosial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289195/bom-sarinah-dan-ledakan-media-sosial"/><item><title>Bom Sarinah dan &quot;Ledakan&quot; Media Sosial</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289195/bom-sarinah-dan-ledakan-media-sosial</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/15/337/1289195/bom-sarinah-dan-ledakan-media-sosial</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2016 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/15/337/1289195/bom-sarinah-dan-ledakan-media-sosial-JnLF4cLBVX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi Solidaritas Ledakan di Sarinah (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/15/337/1289195/bom-sarinah-dan-ledakan-media-sosial-JnLF4cLBVX.jpg</image><title>Aksi Solidaritas Ledakan di Sarinah (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ledakan bom yang terjadi di kawasan Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin, seketika menimbulkan kegemparan. Namun tak butuh waktu lama, kegemparan yang lebih besar &quot;meledak&quot; di media sosial.

Bedanya hal ini membangkitkan optimisme dan meredam ketakutan masyarakat. Tanda pagar #kamitidaktakut yang menjadi hits bermula dari antusiasme masyarakat sekitar Jalan MH Thamrin saat bom tengah meneror.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2016/01/15/22887/143140_medium.jpg&quot; alt=&quot;Aksi Dukungan Kami Tidak Takut Teror&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kamis 14 Januari siang, kawasan Plaza Sarinah di Jalan MH Thamrin bak magnet bagi warga di sekelilingnya. Siapa sangka, kerumunan orang yang berdiri di belakang garis polisi itu tengah menyaksikan baku tembak antara teroris dan petugas kepolisian.

Bukannya menebar ketakutan dan kepanikan, aksi teror yang sejauh ini dikabarkan menewaskan tujuh orang ini justru tumpah oleh rasa ingin tahu warga. Polisi yang mengamankan lokasi pun tampak kesulitan membendung antusiasme di antara teror tersebut.

Tak berselang lama usai aksi teror reda, netizen dihebohkan aktivitas warga ketika kejadian nahas tersebut berlangsung. Enam ledakan bom memang berhasil memantik kegemparan, namun tak membuat warga begitu saja meninggalkan lokasi.Salah satu yang menjadi sorotan adalah sesosok tubuh renta dengan  kipas satenya. Pria itu bernama Jamal (65), penjaja sate di lampu lalu  lintas Jalan KH Wahid Hasyim.

Tempat Jamal berdagang tak jauh dari lokasi kejadian, namun ia tetap  tenang meski &quot;dar-der-dor&quot; mengudara tak jauh dari tempatnya biasa  mangkal. Saat kejadian, ia mengungkapkan masih santai mengipasi bara di  tungku satenya dan melayani pembeli.

&quot;Waktu kejadian bom, saya lagi dagang. Mulai dagang jam 08.00, dan  ketika jam 10.00 saya dengar ledakan. Saya tetap menjaga dagangan saya,&quot;  katanya.
&amp;nbsp;
Aksi Jamal tersebut kemudian ramai dibicarakan, bahkan ada pula yang  membuat meme dari hasil jepretannya ketika Jamal tengah membakar sate.  Dalam gambar tersebut tertulis &amp;ldquo;Keep Calm and Bakar Sate&amp;rdquo; lalu dibubuhi  tagar #kamitidaktakut.

Sebuah akun di media sosial Path turut meramaikan perbincangan  tentang Jamal untuk meredam kepanikan publik. Pemilik akun Wimpy  menulis:

&amp;ldquo;Warung sate ini hanya berjarak 100 meter dari serangan teroris, dua  jam lalu dan pria ini masih memanggang satenya dan orang-orang masih  memesan sate. Ini Jakarta! Kalian tidak bisa meneror orang Jakarta!  takut tidak ada dalam kamus kami!&quot;

Tagar #kamitidaktakut langsung menjadi hits di media sosial  Nusantara. Seolah-olah ini merupakan perlawanan terhadap aksi teror dan  teroris itu sendiri. Tagar tersebut sekaligus juga menjadi antitesis  dari sikap yang umumnya ditunjukkan warga ketika terjadi bom di penjuru  dunia.Sosok lain yang muncul dan menjadi perbincangan di media sosial  adalah seorang pengemudi Go-Jek yang menyelamatkan perempuan korban bom.

&amp;ldquo;Pahlawan of the day: Syaiful Anwar, driver Go-Jek, yang berusaha  menyelamatkan seorang wanita korban bom Sarinah,&amp;rdquo; cuit akun Twitter  @G073K.

Perempuan yang diselamatkan diketahui bernama Anggun Kartika Sari  (24) yang tengah ditilang polisi karena melanggar aturan lalu lintas.  Anggun dikabarkan mengalami patah kaki. Dalam foto yang ramai  diperbincangkan di Twitter, Syaiful tampak menarik lengan Anggun untuk  menepi dari tengah jalan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menyatakan  kasihan akan nasib Anggun yang menjadi korban di tengah tilang polisi  yang menjeratnya.

&quot;Dia lagi naik motor, salah jalan atau lawan arus gitu, terus dirazia  polisi, dipanggil ke pos polisi. Pas sampai situ (pos polisi), meledak  bomnya,&quot; ucap Ahok.

Namun, pihak yang tak beruntung adalah sepupu Anggun bernama Riko.  Keduanya diketahui tengah berboncengan saat ditilang polisi. Sama halnya  dengan Anggun, Riko pun tengah dalam perjalanan melakukan wawancara  kerja di Plaza Sarinah.

Sementara itu, tagar #kamitidaktakut tidak hanya menyebarluas di  media sosial, nyatanya hal itu terwujud dalam perilaku warga di tempat  kejadian saat olah TKP berlangsung. Puluhan warga tampak antusias  menyaksikan TKP di Kafe Starbucks, Menara Cakrawala, Sarinah, Jakarta  Pusat, tadi pagi.

Bahkan di antara mereka ada yang nekat memanjat kotak kabel yang tidak jauh dari lokasi pengeboman yang dilakukan para teroris.

&quot;Saya ingin tahu saja, kemarin saya tahunya dari TV, sekarang pengin  lihat langsung. Kalau sekarang saya enggak takut kan sudah aman,&quot; ujar  Herman, warga Tanah Abang yang ikut memanjat untuk menyaksikan olah TKP.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wMS8xNS8yMi82NzM0OS8zL0EwT09TU1M2NWFn&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Ledakan bom yang terjadi di kawasan Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin, seketika menimbulkan kegemparan. Namun tak butuh waktu lama, kegemparan yang lebih besar &quot;meledak&quot; di media sosial.

Bedanya hal ini membangkitkan optimisme dan meredam ketakutan masyarakat. Tanda pagar #kamitidaktakut yang menjadi hits bermula dari antusiasme masyarakat sekitar Jalan MH Thamrin saat bom tengah meneror.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2016/01/15/22887/143140_medium.jpg&quot; alt=&quot;Aksi Dukungan Kami Tidak Takut Teror&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kamis 14 Januari siang, kawasan Plaza Sarinah di Jalan MH Thamrin bak magnet bagi warga di sekelilingnya. Siapa sangka, kerumunan orang yang berdiri di belakang garis polisi itu tengah menyaksikan baku tembak antara teroris dan petugas kepolisian.

Bukannya menebar ketakutan dan kepanikan, aksi teror yang sejauh ini dikabarkan menewaskan tujuh orang ini justru tumpah oleh rasa ingin tahu warga. Polisi yang mengamankan lokasi pun tampak kesulitan membendung antusiasme di antara teror tersebut.

Tak berselang lama usai aksi teror reda, netizen dihebohkan aktivitas warga ketika kejadian nahas tersebut berlangsung. Enam ledakan bom memang berhasil memantik kegemparan, namun tak membuat warga begitu saja meninggalkan lokasi.Salah satu yang menjadi sorotan adalah sesosok tubuh renta dengan  kipas satenya. Pria itu bernama Jamal (65), penjaja sate di lampu lalu  lintas Jalan KH Wahid Hasyim.

Tempat Jamal berdagang tak jauh dari lokasi kejadian, namun ia tetap  tenang meski &quot;dar-der-dor&quot; mengudara tak jauh dari tempatnya biasa  mangkal. Saat kejadian, ia mengungkapkan masih santai mengipasi bara di  tungku satenya dan melayani pembeli.

&quot;Waktu kejadian bom, saya lagi dagang. Mulai dagang jam 08.00, dan  ketika jam 10.00 saya dengar ledakan. Saya tetap menjaga dagangan saya,&quot;  katanya.
&amp;nbsp;
Aksi Jamal tersebut kemudian ramai dibicarakan, bahkan ada pula yang  membuat meme dari hasil jepretannya ketika Jamal tengah membakar sate.  Dalam gambar tersebut tertulis &amp;ldquo;Keep Calm and Bakar Sate&amp;rdquo; lalu dibubuhi  tagar #kamitidaktakut.

Sebuah akun di media sosial Path turut meramaikan perbincangan  tentang Jamal untuk meredam kepanikan publik. Pemilik akun Wimpy  menulis:

&amp;ldquo;Warung sate ini hanya berjarak 100 meter dari serangan teroris, dua  jam lalu dan pria ini masih memanggang satenya dan orang-orang masih  memesan sate. Ini Jakarta! Kalian tidak bisa meneror orang Jakarta!  takut tidak ada dalam kamus kami!&quot;

Tagar #kamitidaktakut langsung menjadi hits di media sosial  Nusantara. Seolah-olah ini merupakan perlawanan terhadap aksi teror dan  teroris itu sendiri. Tagar tersebut sekaligus juga menjadi antitesis  dari sikap yang umumnya ditunjukkan warga ketika terjadi bom di penjuru  dunia.Sosok lain yang muncul dan menjadi perbincangan di media sosial  adalah seorang pengemudi Go-Jek yang menyelamatkan perempuan korban bom.

&amp;ldquo;Pahlawan of the day: Syaiful Anwar, driver Go-Jek, yang berusaha  menyelamatkan seorang wanita korban bom Sarinah,&amp;rdquo; cuit akun Twitter  @G073K.

Perempuan yang diselamatkan diketahui bernama Anggun Kartika Sari  (24) yang tengah ditilang polisi karena melanggar aturan lalu lintas.  Anggun dikabarkan mengalami patah kaki. Dalam foto yang ramai  diperbincangkan di Twitter, Syaiful tampak menarik lengan Anggun untuk  menepi dari tengah jalan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menyatakan  kasihan akan nasib Anggun yang menjadi korban di tengah tilang polisi  yang menjeratnya.

&quot;Dia lagi naik motor, salah jalan atau lawan arus gitu, terus dirazia  polisi, dipanggil ke pos polisi. Pas sampai situ (pos polisi), meledak  bomnya,&quot; ucap Ahok.

Namun, pihak yang tak beruntung adalah sepupu Anggun bernama Riko.  Keduanya diketahui tengah berboncengan saat ditilang polisi. Sama halnya  dengan Anggun, Riko pun tengah dalam perjalanan melakukan wawancara  kerja di Plaza Sarinah.

Sementara itu, tagar #kamitidaktakut tidak hanya menyebarluas di  media sosial, nyatanya hal itu terwujud dalam perilaku warga di tempat  kejadian saat olah TKP berlangsung. Puluhan warga tampak antusias  menyaksikan TKP di Kafe Starbucks, Menara Cakrawala, Sarinah, Jakarta  Pusat, tadi pagi.

Bahkan di antara mereka ada yang nekat memanjat kotak kabel yang tidak jauh dari lokasi pengeboman yang dilakukan para teroris.

&quot;Saya ingin tahu saja, kemarin saya tahunya dari TV, sekarang pengin  lihat langsung. Kalau sekarang saya enggak takut kan sudah aman,&quot; ujar  Herman, warga Tanah Abang yang ikut memanjat untuk menyaksikan olah TKP.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wMS8xNS8yMi82NzM0OS8zL0EwT09TU1M2NWFn&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
