<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sel-Sel Gerakan Radikal Terindikasi Bermukim di Tangsel</title><description>Kapolres Kota Tangerang Selatan, AKBP Ayi Supardan membenarkan jika di  wilayah hukumnya ada indikasi kuat bermukimnya sel-sel gerakan radikal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/338/1289387/sel-sel-gerakan-radikal-terindikasi-bermukim-di-tangsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/15/338/1289387/sel-sel-gerakan-radikal-terindikasi-bermukim-di-tangsel"/><item><title>Sel-Sel Gerakan Radikal Terindikasi Bermukim di Tangsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/15/338/1289387/sel-sel-gerakan-radikal-terindikasi-bermukim-di-tangsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/15/338/1289387/sel-sel-gerakan-radikal-terindikasi-bermukim-di-tangsel</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2016 21:57 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/15/338/1289387/sel-sel-gerakan-radikal-terindikasi-bermukim-di-tangsel-iAsVGZThD4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan (foto: Hambali/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/15/338/1289387/sel-sel-gerakan-radikal-terindikasi-bermukim-di-tangsel-iAsVGZThD4.jpg</image><title>Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan (foto: Hambali/Okezone)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Kapolres Kota Tangerang Selatan, AKBP Ayi Supardan membenarkan jika di wilayah hukumnya ada indikasi kuat bermukimnya sel-sel gerakan radikal.

Hal itu diungkapkan oleh Ayi Supardan, usai menghadiri silaturahmi tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menolak paham Gafatar, di kantor Kementerian Agama, Jalan Kencana Loka, BSD, Tangsel, Jumat (15/1/2016).

&quot;Berdasarkan analisis, ada indikasi kuat jika sel-sel gerakan radikal bermukim di wilayah Tangerang Selatan,&quot; tegas Ayi saat menjawab pertanyaan wartawan tentang hal tersebut.

Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya, hal itu untuk mempersempit ruang gerak dari paham atau aliran yang menyebarkan praktik radikalisme itu.

&quot;Jika ada hal yang mencurigakan, segera laporkan,&quot; sambungnya.

Dia menambahkan, masyarakat tak perlu gelisah dengan tragedi teror bom Sarinah, karena dengan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh masyarakat, maka paham radikal itu tak akan mampu berkembang di Tangsel.

Kota Tangsel sendiri sempat mengalami upaya teror di beberapa tempat, seperti Mal Teras Kota, Mal Alam Sutera, serta yang baru saja terjadi di kawasan Summarecon Mal, namun setelah diselidiki semua itu hanya dianggap sebagai tindakan kriminal murni, karena merupakan ulah iseng seseorang dan tak terkait dengan kelompok teror manapun.</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Kapolres Kota Tangerang Selatan, AKBP Ayi Supardan membenarkan jika di wilayah hukumnya ada indikasi kuat bermukimnya sel-sel gerakan radikal.

Hal itu diungkapkan oleh Ayi Supardan, usai menghadiri silaturahmi tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menolak paham Gafatar, di kantor Kementerian Agama, Jalan Kencana Loka, BSD, Tangsel, Jumat (15/1/2016).

&quot;Berdasarkan analisis, ada indikasi kuat jika sel-sel gerakan radikal bermukim di wilayah Tangerang Selatan,&quot; tegas Ayi saat menjawab pertanyaan wartawan tentang hal tersebut.

Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya, hal itu untuk mempersempit ruang gerak dari paham atau aliran yang menyebarkan praktik radikalisme itu.

&quot;Jika ada hal yang mencurigakan, segera laporkan,&quot; sambungnya.

Dia menambahkan, masyarakat tak perlu gelisah dengan tragedi teror bom Sarinah, karena dengan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh masyarakat, maka paham radikal itu tak akan mampu berkembang di Tangsel.

Kota Tangsel sendiri sempat mengalami upaya teror di beberapa tempat, seperti Mal Teras Kota, Mal Alam Sutera, serta yang baru saja terjadi di kawasan Summarecon Mal, namun setelah diselidiki semua itu hanya dianggap sebagai tindakan kriminal murni, karena merupakan ulah iseng seseorang dan tak terkait dengan kelompok teror manapun.</content:encoded></item></channel></rss>
