<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terpisah 45 Tahun, Veteran Ini Kembali Bertemu Kekasihnya</title><description>Berikut kisah mengenai seorang veteran tentara Amerika Serikat (AS) yang kembali bertemu dengan kekasihnya setelah 45 tahun terpisah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/18/1289471/terpisah-45-tahun-veteran-ini-kembali-bertemu-kekasihnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/16/18/1289471/terpisah-45-tahun-veteran-ini-kembali-bertemu-kekasihnya"/><item><title>Terpisah 45 Tahun, Veteran Ini Kembali Bertemu Kekasihnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/18/1289471/terpisah-45-tahun-veteran-ini-kembali-bertemu-kekasihnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/16/18/1289471/terpisah-45-tahun-veteran-ini-kembali-bertemu-kekasihnya</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 05:11 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/18/1289471/terpisah-45-tahun-veteran-ini-kembali-bertemu-kekasihnya-Iu5q6mQOkX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hanh sambil meneteskan air matanya menyentuh tangan dari Reischl setelah 45 tahun terpisah (Foto: The Washington Post)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/18/1289471/terpisah-45-tahun-veteran-ini-kembali-bertemu-kekasihnya-Iu5q6mQOkX.jpg</image><title>Hanh sambil meneteskan air matanya menyentuh tangan dari Reischl setelah 45 tahun terpisah (Foto: The Washington Post)</title></images><description>HO CHI MINH &amp;ndash; Seorang veteran tentara Amerika Serikat (AS) yang mengikuti perang Vietnam, kembali ke negara tersebut 45 tahun kemudian demi dapat bertemu kembali dengan kekasihnya.
Jim Reischl (68), datang ke Vietnam ketika ia masih berusia 21 tahun dan sersan Angkatan Udara ini bertugas di Markas Udara Militer Tan Son Nhut yang berlokasi di wilayah Saigon (sekarang Kota Ho Chi Minh).
Setelah perang usai ia kembali ke Minnesota, AS kemudian bekerja sebagai kartografer pemerintah, lalu sempat menikah dua kali dan dari pernikahannya ia memiliki seorang putra.
Namun, terlepas dari kehidupannya yang telah ia bangun di AS, ia tetap tidak bisa melupakan kekasihnya ketika ia masih di Vietnam. Pada tahun 2005, ketika pernikahan keduanya gagal, Reischl memulai perjalanan pencarian kekasihnya itu.
Rischl hanya mengingat kekasihnya tersebut bernama&amp;nbsp; &amp;lsquo;Linh Hoa&amp;rsquo;, yang ternyata bukan nama asli dari perempuan itu. Ia memulai pencarian melalu dunia maya, yang kemudian akhirnya ia mengontak organisasi Father Founded.
Semenjak 2012, dengan bantuan Father Founded, Reischl sudah lima kali ke Vietnam untuk berbicara dengan para jurnalis dan juga memasang iklan di koran-koran demi membantu pencariannya.
Sebagaimana dilansir dari Independent, Sabtu (16/1/2016) pada iklan di salah satu koran di Vietnam Rischl menyampaikan, &amp;ldquo;Saya sedang mencarimu. Pencarian ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Saya ingin kamu tahu, saya tidak bertujuan untuk membangun hubungan asmara. Saya hanya ingin berbicara dengan seorang perempuan hebat yang saya kenal pada tahun 1969-1970.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ia ingin saya tinggal dengannya di Vietnam. Pada saat itu saya mengatakan saya tidak berniat tinggal disini (Vietnam) saya merasa asing dengan negara ini. Pada saat itu saya memang masih muda dan bodoh,&amp;rdquo; papar Rischl.
Rischl sempat memperlihatkan foto dari kekasihnya itu, yang ia ambil  sesaat sebelum ia meninggalkan Vietnam kepada jurnalis, yang kemudian  jurnalis di Vietnam menuliskan cerita mengenai pencarian cinta lama dari  Rischl tersebut.
Pada September 2015, seorang perempuan usia 64  tahun sedang membaca  berita-berita di suatu situs berita setempat,  ketika ia membaca artikel  yang membahas mengenai anak-anak yang  ditinggalkan akibat perang. Namun,  ia menyadari terdapat foto dirinya  saat muda bersama dengan seorang  tentara AS.

&amp;ldquo;Sesaat saya melihatnya, saya tahu. Mendadak ingatan mengenai cinta pertama kembali muncul,&amp;rdquo; ujar Nguyen Thi Hanh (nama asli dari Linh Hoa).
Setelah membaca mengenai artikel itu Hanh langsung menghubungi   reporter yang menulis artikel tersebut, dimana sang reporter membantu   Hanh agar dapat menghubungi Rischl. Akhinya, keduanya sepakat untuk   bertemu kembali.
Kata pertama yang keluar dari mulut Rischl adalah &amp;lsquo;senang bertemu   denganmu lagi&amp;rsquo;. Dikabarkan, Hanh langsung meneteskan air matanya ketika   melihat sosok dari Rischl.
&amp;ldquo;Saya masih marah dengannya (karena meninggalkan Hanh yang ternyata   pada saat itu sedang dalam keadaan hamil),&amp;rdquo; kata Hanh kepada jurnalis   yang mendokumentasikan pertemuan mereka.</description><content:encoded>HO CHI MINH &amp;ndash; Seorang veteran tentara Amerika Serikat (AS) yang mengikuti perang Vietnam, kembali ke negara tersebut 45 tahun kemudian demi dapat bertemu kembali dengan kekasihnya.
Jim Reischl (68), datang ke Vietnam ketika ia masih berusia 21 tahun dan sersan Angkatan Udara ini bertugas di Markas Udara Militer Tan Son Nhut yang berlokasi di wilayah Saigon (sekarang Kota Ho Chi Minh).
Setelah perang usai ia kembali ke Minnesota, AS kemudian bekerja sebagai kartografer pemerintah, lalu sempat menikah dua kali dan dari pernikahannya ia memiliki seorang putra.
Namun, terlepas dari kehidupannya yang telah ia bangun di AS, ia tetap tidak bisa melupakan kekasihnya ketika ia masih di Vietnam. Pada tahun 2005, ketika pernikahan keduanya gagal, Reischl memulai perjalanan pencarian kekasihnya itu.
Rischl hanya mengingat kekasihnya tersebut bernama&amp;nbsp; &amp;lsquo;Linh Hoa&amp;rsquo;, yang ternyata bukan nama asli dari perempuan itu. Ia memulai pencarian melalu dunia maya, yang kemudian akhirnya ia mengontak organisasi Father Founded.
Semenjak 2012, dengan bantuan Father Founded, Reischl sudah lima kali ke Vietnam untuk berbicara dengan para jurnalis dan juga memasang iklan di koran-koran demi membantu pencariannya.
Sebagaimana dilansir dari Independent, Sabtu (16/1/2016) pada iklan di salah satu koran di Vietnam Rischl menyampaikan, &amp;ldquo;Saya sedang mencarimu. Pencarian ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Saya ingin kamu tahu, saya tidak bertujuan untuk membangun hubungan asmara. Saya hanya ingin berbicara dengan seorang perempuan hebat yang saya kenal pada tahun 1969-1970.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ia ingin saya tinggal dengannya di Vietnam. Pada saat itu saya mengatakan saya tidak berniat tinggal disini (Vietnam) saya merasa asing dengan negara ini. Pada saat itu saya memang masih muda dan bodoh,&amp;rdquo; papar Rischl.
Rischl sempat memperlihatkan foto dari kekasihnya itu, yang ia ambil  sesaat sebelum ia meninggalkan Vietnam kepada jurnalis, yang kemudian  jurnalis di Vietnam menuliskan cerita mengenai pencarian cinta lama dari  Rischl tersebut.
Pada September 2015, seorang perempuan usia 64  tahun sedang membaca  berita-berita di suatu situs berita setempat,  ketika ia membaca artikel  yang membahas mengenai anak-anak yang  ditinggalkan akibat perang. Namun,  ia menyadari terdapat foto dirinya  saat muda bersama dengan seorang  tentara AS.

&amp;ldquo;Sesaat saya melihatnya, saya tahu. Mendadak ingatan mengenai cinta pertama kembali muncul,&amp;rdquo; ujar Nguyen Thi Hanh (nama asli dari Linh Hoa).
Setelah membaca mengenai artikel itu Hanh langsung menghubungi   reporter yang menulis artikel tersebut, dimana sang reporter membantu   Hanh agar dapat menghubungi Rischl. Akhinya, keduanya sepakat untuk   bertemu kembali.
Kata pertama yang keluar dari mulut Rischl adalah &amp;lsquo;senang bertemu   denganmu lagi&amp;rsquo;. Dikabarkan, Hanh langsung meneteskan air matanya ketika   melihat sosok dari Rischl.
&amp;ldquo;Saya masih marah dengannya (karena meninggalkan Hanh yang ternyata   pada saat itu sedang dalam keadaan hamil),&amp;rdquo; kata Hanh kepada jurnalis   yang mendokumentasikan pertemuan mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
