<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Ada Maling di Bagasi, DPR Sidak ke Bandara   </title><description>Maraknya pembobolan tas penumpang di bagasi pesawat dan bandara mendapatkan perhatian serius berbagai pihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289475/ada-maling-di-bagasi-dpr-sidak-ke-bandara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289475/ada-maling-di-bagasi-dpr-sidak-ke-bandara"/><item><title>  Ada Maling di Bagasi, DPR Sidak ke Bandara   </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289475/ada-maling-di-bagasi-dpr-sidak-ke-bandara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289475/ada-maling-di-bagasi-dpr-sidak-ke-bandara</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 01:38 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289475/ada-maling-di-bagasi-dpr-sidak-ke-bandara-KlXUUf088e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289475/ada-maling-di-bagasi-dpr-sidak-ke-bandara-KlXUUf088e.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Maraknya pembobolan tas penumpang di bagasi pesawat dan bandara mendapatkan perhatian serius berbagai pihak. Untuk itu, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik kebeberapa bandara Internasional di tanah air, seperti Bandara Internasional Ngurah Rai, Bandara Internasional Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Anggota Komisi V DPR RI, Umar Arsal mengatakan, di dalam kasus hilangnya barang berharga penumpang pesawat ada beberapa yang harus diterapkan agar kejadian tersebut tidak terjadi, diantaranya pembenahan sistem, fasilitas dan meningkatkan UMR bagi karyawan khususnya porter.

&quot;Kunjungan kita lakukan, karena hingga saat ini masih kerap terjadi keluhan dari penumpang pesawat yang barangnya suka hilang dan dibuka. Karena itu kita minta pihak manajemen bandara dan Angkasa Pura harus meningkatkan fungsi kerjanya agar penumpang merasa nyaman dan tidak dirugikan serta rasa khawatir,&amp;rdquo; kata Umar saat dihubungi wartawan, Jumat (15/1/2016).

Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat ini, hilangnya barang penumpang pesawat karena kurangnya pengawasan dan minimnya kamera CCTV serta fasilitas bagi karyawan dibawah standar UMR terutama pekerja porter minim.

&amp;ldquo;Kita meminta kepada pihak bandara agar dipasang CCTV dari pemindahan barang-barang milik penumpang hingga masuk bagasi pesawat,&amp;rdquo; sambung anggota DPR asal dapil Sulawesi Tenggara ini.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR juga mengapresiasi terhadap manajemen Bandara Internasional Juanda Surabaya yang terus berbenah. Alhasil yang dilakukan keluhan para penumpang hilangnya barang-barang tidak terjadi.
&amp;ldquo;Informasi dari pihak bandara Juanda tahun 2015 tidak ada keluhan penumpang yang hilangnya barang,&amp;rdquo; kata Umar.

Umar menyebutkan bahwa system yang dilakukan bandara Surabaya cukup baik yakni dengan adanya System Hold Baggage Cleaning, yang dimaksud sistem koneksi terpadu secara otomatis. Menurutnya untuk saat ini, hanya ada beberapa bandara yang sudah melakukan sistem tersebut diantaranya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Medan.

&amp;ldquo;Kita harapkan semua bandara melakukan sistem tersebut, sehingga diharapkan dapat mengontrol barang-barang milik penumpang,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Maraknya pembobolan tas penumpang di bagasi pesawat dan bandara mendapatkan perhatian serius berbagai pihak. Untuk itu, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik kebeberapa bandara Internasional di tanah air, seperti Bandara Internasional Ngurah Rai, Bandara Internasional Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Anggota Komisi V DPR RI, Umar Arsal mengatakan, di dalam kasus hilangnya barang berharga penumpang pesawat ada beberapa yang harus diterapkan agar kejadian tersebut tidak terjadi, diantaranya pembenahan sistem, fasilitas dan meningkatkan UMR bagi karyawan khususnya porter.

&quot;Kunjungan kita lakukan, karena hingga saat ini masih kerap terjadi keluhan dari penumpang pesawat yang barangnya suka hilang dan dibuka. Karena itu kita minta pihak manajemen bandara dan Angkasa Pura harus meningkatkan fungsi kerjanya agar penumpang merasa nyaman dan tidak dirugikan serta rasa khawatir,&amp;rdquo; kata Umar saat dihubungi wartawan, Jumat (15/1/2016).

Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat ini, hilangnya barang penumpang pesawat karena kurangnya pengawasan dan minimnya kamera CCTV serta fasilitas bagi karyawan dibawah standar UMR terutama pekerja porter minim.

&amp;ldquo;Kita meminta kepada pihak bandara agar dipasang CCTV dari pemindahan barang-barang milik penumpang hingga masuk bagasi pesawat,&amp;rdquo; sambung anggota DPR asal dapil Sulawesi Tenggara ini.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR juga mengapresiasi terhadap manajemen Bandara Internasional Juanda Surabaya yang terus berbenah. Alhasil yang dilakukan keluhan para penumpang hilangnya barang-barang tidak terjadi.
&amp;ldquo;Informasi dari pihak bandara Juanda tahun 2015 tidak ada keluhan penumpang yang hilangnya barang,&amp;rdquo; kata Umar.

Umar menyebutkan bahwa system yang dilakukan bandara Surabaya cukup baik yakni dengan adanya System Hold Baggage Cleaning, yang dimaksud sistem koneksi terpadu secara otomatis. Menurutnya untuk saat ini, hanya ada beberapa bandara yang sudah melakukan sistem tersebut diantaranya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Medan.

&amp;ldquo;Kita harapkan semua bandara melakukan sistem tersebut, sehingga diharapkan dapat mengontrol barang-barang milik penumpang,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
