<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  OTT Politisi PDIP, Pengamat: Korupsi Sudah Jadi Kebutuhan   </title><description>Pengamat hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hajar mengatakan penangkapan anggota DPR dalam OTT catatan buruk pemerintah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289538/ott-politisi-pdip-pengamat-korupsi-sudah-jadi-kebutuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289538/ott-politisi-pdip-pengamat-korupsi-sudah-jadi-kebutuhan"/><item><title>  OTT Politisi PDIP, Pengamat: Korupsi Sudah Jadi Kebutuhan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289538/ott-politisi-pdip-pengamat-korupsi-sudah-jadi-kebutuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289538/ott-politisi-pdip-pengamat-korupsi-sudah-jadi-kebutuhan</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289538/ott-politisi-pdip-pengamat-korupsi-sudah-jadi-kebutuhan-XbQxM9RPGE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Illustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289538/ott-politisi-pdip-pengamat-korupsi-sudah-jadi-kebutuhan-XbQxM9RPGE.jpg</image><title>Foto: Illustrasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Pengamat hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hajar mengatakan penangkapan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK merupakan catatan buruk bagi pemerintah.

&quot;Ini artinya penghukuman para koruptor yang khususnya berasal dari legislatif, ternyata tidak membuat jera para legislator, ini menimbulkan kesan bahwa korupsi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari,&quot; ujar Fikar dalam pesan singkatnya kepada Okezone, di Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Selain itu, dirinya menilai bahwa sistem politik di Indonesia khususnya dalam mekanisme perekrutan politisi di DPR bisa jadi menjadi salah satu faktor penyebab terjadi korupsi dikalangan legislatif.

&quot;Karena itu para politisi harus mencari solusi agar sistem ini tidak mahal seperti sekarang ini yang menstimulasi para legislator mencari peluang untuk mencari pengganti biaya yang sudah dikeluarkannya,&quot; sambungnya.

&quot;Meski tidak semua politisi pengusaha seperti itu, tetapi semangat entrepreneurship-nya untuk selalu mencari peluang bisnis bisa jadi juga menjadi penyebabnya. Sehingga dalam kedudukannya sebagai anggota DPR yang memiliki kekuasaan akan menggunakannya mencari peluang bisnis,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pengamat hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fikar Hajar mengatakan penangkapan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK merupakan catatan buruk bagi pemerintah.

&quot;Ini artinya penghukuman para koruptor yang khususnya berasal dari legislatif, ternyata tidak membuat jera para legislator, ini menimbulkan kesan bahwa korupsi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari,&quot; ujar Fikar dalam pesan singkatnya kepada Okezone, di Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Selain itu, dirinya menilai bahwa sistem politik di Indonesia khususnya dalam mekanisme perekrutan politisi di DPR bisa jadi menjadi salah satu faktor penyebab terjadi korupsi dikalangan legislatif.

&quot;Karena itu para politisi harus mencari solusi agar sistem ini tidak mahal seperti sekarang ini yang menstimulasi para legislator mencari peluang untuk mencari pengganti biaya yang sudah dikeluarkannya,&quot; sambungnya.

&quot;Meski tidak semua politisi pengusaha seperti itu, tetapi semangat entrepreneurship-nya untuk selalu mencari peluang bisnis bisa jadi juga menjadi penyebabnya. Sehingga dalam kedudukannya sebagai anggota DPR yang memiliki kekuasaan akan menggunakannya mencari peluang bisnis,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
