<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Minta Koordinasi BIN dengan Kepolisian Ditingkatkan</title><description>koordinasi antara BIN dan pihak Kepolisian perlu ditingkatkan untuk  mengantisipasi aksi teror yang mungkin saja bakal ada setelah ini</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289615/dpr-minta-koordinasi-bin-dengan-kepolisian-ditingkatkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289615/dpr-minta-koordinasi-bin-dengan-kepolisian-ditingkatkan"/><item><title>DPR Minta Koordinasi BIN dengan Kepolisian Ditingkatkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289615/dpr-minta-koordinasi-bin-dengan-kepolisian-ditingkatkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289615/dpr-minta-koordinasi-bin-dengan-kepolisian-ditingkatkan</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 10:40 WIB</pubDate><dc:creator>Feri Agus Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289615/dpr-minta-koordinasi-bin-dengan-kepolisian-ditingkatkan-R4JSRO6zUX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi &quot;Di Balik Teror Jakarta&quot; (Foto: Feri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289615/dpr-minta-koordinasi-bin-dengan-kepolisian-ditingkatkan-R4JSRO6zUX.jpg</image><title>Diskusi &quot;Di Balik Teror Jakarta&quot; (Foto: Feri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Banyak yang menilai Badan Intelijen Negara (BIN) telah kecolongan atas aksi ledakan bom bunuh diri di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pasalnya, sudah ada peringatan beberapa waktu lalu dari kelompok radikal yang akan melakukan aksi teror di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq mengatakan, koordinasi antara BIN dan pihak Kepolisian perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi aksi teror yang mungkin saja bakal ada setelah ini.

&quot;Koordinasi ini kan barang mewah di Indonesia. Jadi peningkatan koordinasi antara BIN dengan Kepolisian dalam antisipasi terorisme perlu dilakukan,&quot; kata Mahfudz dalam diskusi 'Dibalik Teror Jakarta' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1/2016).

Koordinasi itu, menurut politikus PKS ini bisa dilakukan ketika lembaga mata-mata negara ini mencurigai seseorang atau kelompok yang diduga terlibat gerakan radikal bisa meminta kepolisian untuk melakukan penangkapan atau bahkan penahanan.

&quot;Apa susahnya BIN dan kepolisian telefon (koordinasi), 'kita ingin menggali lebih lanjut informasi dari orang itu, bisa gak ditahan'. Kan yang bisa melakukan penangkapan dan penahanan itu polisi,&quot; tukasnya.

Menurut Mahfudz, hal itu untuk menutupi kekurangan lembaga yang kini dipimpin Sutiyoso itu, lantaran dalam melakukan tugasnya tak diperbolehkan melakukan penangkapan hingga penahanan terhadap seseorang yang meskipun diduga terlibat gerakan radikal.

&quot;Perbedaannya apa, intelijen ini melakukan kegiatan yang tertutup. Sehingga memang tak ada sulitnya untuk saling koordinasi. Saya kira perangkat hukum ini sudah baik,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak yang menilai Badan Intelijen Negara (BIN) telah kecolongan atas aksi ledakan bom bunuh diri di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pasalnya, sudah ada peringatan beberapa waktu lalu dari kelompok radikal yang akan melakukan aksi teror di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq mengatakan, koordinasi antara BIN dan pihak Kepolisian perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi aksi teror yang mungkin saja bakal ada setelah ini.

&quot;Koordinasi ini kan barang mewah di Indonesia. Jadi peningkatan koordinasi antara BIN dengan Kepolisian dalam antisipasi terorisme perlu dilakukan,&quot; kata Mahfudz dalam diskusi 'Dibalik Teror Jakarta' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1/2016).

Koordinasi itu, menurut politikus PKS ini bisa dilakukan ketika lembaga mata-mata negara ini mencurigai seseorang atau kelompok yang diduga terlibat gerakan radikal bisa meminta kepolisian untuk melakukan penangkapan atau bahkan penahanan.

&quot;Apa susahnya BIN dan kepolisian telefon (koordinasi), 'kita ingin menggali lebih lanjut informasi dari orang itu, bisa gak ditahan'. Kan yang bisa melakukan penangkapan dan penahanan itu polisi,&quot; tukasnya.

Menurut Mahfudz, hal itu untuk menutupi kekurangan lembaga yang kini dipimpin Sutiyoso itu, lantaran dalam melakukan tugasnya tak diperbolehkan melakukan penangkapan hingga penahanan terhadap seseorang yang meskipun diduga terlibat gerakan radikal.

&quot;Perbedaannya apa, intelijen ini melakukan kegiatan yang tertutup. Sehingga memang tak ada sulitnya untuk saling koordinasi. Saya kira perangkat hukum ini sudah baik,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
