<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Bom Sarinah, WNA Tidak Takut Tinggal di Indonesia   </title><description>Kita harus menebar kekuatan bukan menebar ketakutan</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289654/pasca-bom-sarinah-wna-tidak-takut-tinggal-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289654/pasca-bom-sarinah-wna-tidak-takut-tinggal-di-indonesia"/><item><title>Pasca-Bom Sarinah, WNA Tidak Takut Tinggal di Indonesia   </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289654/pasca-bom-sarinah-wna-tidak-takut-tinggal-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289654/pasca-bom-sarinah-wna-tidak-takut-tinggal-di-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Bisma Alief</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289654/pasca-bom-sarinah-wna-tidak-takut-tinggal-di-indonesia-QKVHRLneUv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iwan dan Su WNA asal Belanda saat menggelar aksi Indonesia Danger Beautiful (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289654/pasca-bom-sarinah-wna-tidak-takut-tinggal-di-indonesia-QKVHRLneUv.jpg</image><title>Iwan dan Su WNA asal Belanda saat menggelar aksi Indonesia Danger Beautiful (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kampanye Travel Warning: Indonesia Dangerously Beautiful merupakan aksi melawan teroris yang digerakkan oleh Iwan dan Su Tomesen warga negara asing (WNA) asal Belanda.
&quot;Beberapa negara memasukan Indonesia ke dalam daftar negara yang berbahaya untuk dikunjungi. Kami ingin mengingatkan kepada dunia bahwa negara kita (Indonesia) terlalu cantik untuk dihindari,&quot; tutur Iwan di depan gerai Starbucks, salah satu lokasi bom Sarinah.
&quot;Kita harus menebar kekuatan bukan menebar ketakutan,&quot; tambah Iwan, Sabtu (16/1/2016).
Menurut Iwan, kejadian seperti di Sarinah bisa terjadi di mana saja di dunia. Dirinya juga berharap kasus seperti ini tidak perlu dibesar-besarkan.
Sementara Su yang menikah dengan pria asal Indonesia, mengaku tidak takut untuk tinggal di Indonesia.
&quot;Saya dari Jogja kemarin (Jumat, 15 Januari 2016). Saya tidak takut untuk pergi ke sini (Sarinah). Dan saya juga tidak takut untuk tetap tinggal di Indonesia,&quot; kata Su.
Su menambahkan, kita semua tidak boleh takut atas kejadian di Sarinah. &quot;Saya pikir, kita tidak boleh takut, karena kalau takut kita tidak bisa hidup,&quot; pungkas Su dengan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kampanye Travel Warning: Indonesia Dangerously Beautiful merupakan aksi melawan teroris yang digerakkan oleh Iwan dan Su Tomesen warga negara asing (WNA) asal Belanda.
&quot;Beberapa negara memasukan Indonesia ke dalam daftar negara yang berbahaya untuk dikunjungi. Kami ingin mengingatkan kepada dunia bahwa negara kita (Indonesia) terlalu cantik untuk dihindari,&quot; tutur Iwan di depan gerai Starbucks, salah satu lokasi bom Sarinah.
&quot;Kita harus menebar kekuatan bukan menebar ketakutan,&quot; tambah Iwan, Sabtu (16/1/2016).
Menurut Iwan, kejadian seperti di Sarinah bisa terjadi di mana saja di dunia. Dirinya juga berharap kasus seperti ini tidak perlu dibesar-besarkan.
Sementara Su yang menikah dengan pria asal Indonesia, mengaku tidak takut untuk tinggal di Indonesia.
&quot;Saya dari Jogja kemarin (Jumat, 15 Januari 2016). Saya tidak takut untuk pergi ke sini (Sarinah). Dan saya juga tidak takut untuk tetap tinggal di Indonesia,&quot; kata Su.
Su menambahkan, kita semua tidak boleh takut atas kejadian di Sarinah. &quot;Saya pikir, kita tidak boleh takut, karena kalau takut kita tidak bisa hidup,&quot; pungkas Su dengan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.</content:encoded></item></channel></rss>
