<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom di Sarinah Mengandung Potassium hingga Besi</title><description>Sebelumnya, polisi mengamankan enam buah bom rakitan yang gagal diledakkan oleh para pelaku teror.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289902/bom-di-sarinah-mengandung-potassium-hingga-besi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289902/bom-di-sarinah-mengandung-potassium-hingga-besi"/><item><title>Bom di Sarinah Mengandung Potassium hingga Besi</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289902/bom-di-sarinah-mengandung-potassium-hingga-besi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/16/337/1289902/bom-di-sarinah-mengandung-potassium-hingga-besi</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Feri Agus Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289902/bom-di-sarinah-mengandung-potassium-hingga-besi-yv0kVqFVRo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/337/1289902/bom-di-sarinah-mengandung-potassium-hingga-besi-yv0kVqFVRo.jpg</image><title>Ilustrasi (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pasca-pengeboman yang terjadi kawasan Sarinah 14 Januari 2016, Kepolisian Indonesia telah selesai melakukan uji laboratorium forensik terhadap serpihan bom yang meledak maupun yang gagal diledakkan,
&quot;Dari hasil laboratorium forensik terhadap olah TKP (tempat kejadian perkara) dan bahan peledak yang belum sempat diledakan, didapatkan kandungan potassium nitrate sulfur hingga besi,&quot; papar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam pernyataannya di Mabes Polri, Sabtu (16/1/2016).
Ia menjelaskan, bom rakitan yang digunakan terduga teroris bom Sarinah diisi dengan paku dan baut . Sehingga, lanjut Badrodin, bisa dikatakan bom tersebut masuk dalam kategori berdaya ledak rendah.
&quot;Untuk melukai perorangan, paku besi, baut isian yang ada di bahan peledak tersebut. Bisa dikategorikan bahwa bom rakitan tersebut low eksplosif,&quot; paparnya.
Sebelumnya, polisi mengamankan enam buah bom rakitan yang gagal diledakkan oleh para pelaku teror.
&quot;Barang bukti sisa enam bom yang belum sempat diledakkan, satu pucuk senjata api pistol, dan empat proyektil didapatkan dari korban,&quot; pungkas Badrodin.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pasca-pengeboman yang terjadi kawasan Sarinah 14 Januari 2016, Kepolisian Indonesia telah selesai melakukan uji laboratorium forensik terhadap serpihan bom yang meledak maupun yang gagal diledakkan,
&quot;Dari hasil laboratorium forensik terhadap olah TKP (tempat kejadian perkara) dan bahan peledak yang belum sempat diledakan, didapatkan kandungan potassium nitrate sulfur hingga besi,&quot; papar Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam pernyataannya di Mabes Polri, Sabtu (16/1/2016).
Ia menjelaskan, bom rakitan yang digunakan terduga teroris bom Sarinah diisi dengan paku dan baut . Sehingga, lanjut Badrodin, bisa dikatakan bom tersebut masuk dalam kategori berdaya ledak rendah.
&quot;Untuk melukai perorangan, paku besi, baut isian yang ada di bahan peledak tersebut. Bisa dikategorikan bahwa bom rakitan tersebut low eksplosif,&quot; paparnya.
Sebelumnya, polisi mengamankan enam buah bom rakitan yang gagal diledakkan oleh para pelaku teror.
&quot;Barang bukti sisa enam bom yang belum sempat diledakkan, satu pucuk senjata api pistol, dan empat proyektil didapatkan dari korban,&quot; pungkas Badrodin.
</content:encoded></item></channel></rss>
