<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari Balik Sel Penjara, Teroris Sebarkan Jaringan ISIS</title><description>Salah seorang teroris bernama Umar Abdurrahman, pada setiap Jumat bisa  menyebarkan tausyiahnya terkait ISIS di balik sel penjara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/338/1289657/dari-balik-sel-penjara-teroris-sebarkan-jaringan-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/16/338/1289657/dari-balik-sel-penjara-teroris-sebarkan-jaringan-isis"/><item><title>Dari Balik Sel Penjara, Teroris Sebarkan Jaringan ISIS</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/16/338/1289657/dari-balik-sel-penjara-teroris-sebarkan-jaringan-isis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/16/338/1289657/dari-balik-sel-penjara-teroris-sebarkan-jaringan-isis</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/338/1289657/dari-balik-sel-penjara-teroris-sebarkan-jaringan-isis-qlTox87Tpi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi Terorisme (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/338/1289657/dari-balik-sel-penjara-teroris-sebarkan-jaringan-isis-qlTox87Tpi.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi Terorisme (Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otak serangan teror yang terjadi di Kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat dikabarkan dilakukan oleh pemain lama, dia adalah Badrun Naim yang merupakan residivis kasus terorisme.

Penyerangan yang terjadi di Kawasan MH Thamrin kemarin ternyata merupakan rivalitas antar kelompok radikal ISIS yang merebut &quot;tahta&quot; kepemimpinan teroris di Asia Tenggara.

&quot;Ini masalah besar, bukan hanya main-main. Pelaku teror kebanyakan sudah ditangkap. Tapi setelah dia keluar dari lapas siapa yang memonitor?,&quot; kata Mantan Kepala Densus 88 Polri, Irjen Purnawirawan Bekto Suprapto dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (16/1/2016).

Dikatakan Bekto, berdasarkan data intel yang ia ketahui sebanyak 100 orang teroris yang pernah mendekam dibalik jeruji besi kini sudah menghirup udara bebas. Sayang, hingga kini tidak ada yang mengawasi keberadaan teroris itu.

Menurutnya, usai keluar dari penjara mereka pasti akan menyebar ke berbagai wilayah. Dirinya mengaku khawatir terhadap minimnya pengawasan terhadap pelaku teror.

&quot;Data intel 100 sudah pulang, lalu yang nagawasin mereka siapa? Mereka tersebar di mana-mana banyak sekali. Ada salah satu teroris, Urwah ditangkap sampai tiga kali,&quot; jelasnya.

Dirinya mencontohkan, salah seorang teroris bernama Umar Abdurrahman, pada setiap Jumat bisa menyebarkan tausyiahnya terkait ISIS di balik sel penjara.

&quot;Radikalisasi mereka jalan terus. Saya komunikasi dengan teman-teman, jadi setiap Jumat ada rekaman dari Umar Abdurahman. Dia tausyiah dari dalam penjara, tapi rekamannya beredar. Tausyiahnya tentang berbaiat ISIS dan Al Baghdadi-nya jalan terus,&quot; jelas purnawirawan Polri itu.

Sebab itu, dia meminta kepada lembaga pemerintah untuk tetap memaksimalkan pengawasan terhadap pelaku teror agar tidak kecolongan. Menurutnya, Indonesia punya banyak lembaga yang bisa mengatasi masalah itu.

&quot;Ini harusnya kan mudah kalau ada lembaga yang ngawasin itu. Kan ada banyak lembaga yang bisa tanggung jawab, mulai dari Kemenaker, Kemenag, Polisi dan Intelijen,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otak serangan teror yang terjadi di Kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat dikabarkan dilakukan oleh pemain lama, dia adalah Badrun Naim yang merupakan residivis kasus terorisme.

Penyerangan yang terjadi di Kawasan MH Thamrin kemarin ternyata merupakan rivalitas antar kelompok radikal ISIS yang merebut &quot;tahta&quot; kepemimpinan teroris di Asia Tenggara.

&quot;Ini masalah besar, bukan hanya main-main. Pelaku teror kebanyakan sudah ditangkap. Tapi setelah dia keluar dari lapas siapa yang memonitor?,&quot; kata Mantan Kepala Densus 88 Polri, Irjen Purnawirawan Bekto Suprapto dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (16/1/2016).

Dikatakan Bekto, berdasarkan data intel yang ia ketahui sebanyak 100 orang teroris yang pernah mendekam dibalik jeruji besi kini sudah menghirup udara bebas. Sayang, hingga kini tidak ada yang mengawasi keberadaan teroris itu.

Menurutnya, usai keluar dari penjara mereka pasti akan menyebar ke berbagai wilayah. Dirinya mengaku khawatir terhadap minimnya pengawasan terhadap pelaku teror.

&quot;Data intel 100 sudah pulang, lalu yang nagawasin mereka siapa? Mereka tersebar di mana-mana banyak sekali. Ada salah satu teroris, Urwah ditangkap sampai tiga kali,&quot; jelasnya.

Dirinya mencontohkan, salah seorang teroris bernama Umar Abdurrahman, pada setiap Jumat bisa menyebarkan tausyiahnya terkait ISIS di balik sel penjara.

&quot;Radikalisasi mereka jalan terus. Saya komunikasi dengan teman-teman, jadi setiap Jumat ada rekaman dari Umar Abdurahman. Dia tausyiah dari dalam penjara, tapi rekamannya beredar. Tausyiahnya tentang berbaiat ISIS dan Al Baghdadi-nya jalan terus,&quot; jelas purnawirawan Polri itu.

Sebab itu, dia meminta kepada lembaga pemerintah untuk tetap memaksimalkan pengawasan terhadap pelaku teror agar tidak kecolongan. Menurutnya, Indonesia punya banyak lembaga yang bisa mengatasi masalah itu.

&quot;Ini harusnya kan mudah kalau ada lembaga yang ngawasin itu. Kan ada banyak lembaga yang bisa tanggung jawab, mulai dari Kemenaker, Kemenag, Polisi dan Intelijen,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
