<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PDIP Dukung Revisi UU Terorisme</title><description>Wacana revisi UU terorisme ini dilontarkan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/17/337/1290282/pdip-dukung-revisi-uu-terorisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/17/337/1290282/pdip-dukung-revisi-uu-terorisme"/><item><title>PDIP Dukung Revisi UU Terorisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/17/337/1290282/pdip-dukung-revisi-uu-terorisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/17/337/1290282/pdip-dukung-revisi-uu-terorisme</guid><pubDate>Minggu 17 Januari 2016 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Lina Fitria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/17/337/1290282/pdip-dukung-revisi-uu-terorisme-FjZO6g0LQm.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/17/337/1290282/pdip-dukung-revisi-uu-terorisme-FjZO6g0LQm.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto membuka peluang untuk diadakannya revisi Undang-Undang Terorisme. Hal ini menyusul peristiwa bom Sarinah, Kamis 14 Januari lalu dan maraknya paham radikalisme menyusup ke tengah-tengah masyarakat Indonesia.
&quot;Kita harus melihat secara menyeluruh ya dari aspek legalnya, kita juga harus memberikan dukungan,  bagaimana pemerintah memiliki alat negara untuk memberantas terorisme ini,&quot; kata Hasto saat menghadiri Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/1/2016).
Wacana revisi UU terorisme ini dinyatakan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj saat menghadiri acara yang sama. Hasto mengatakan Fraksi PDI P akan menampung aspirasi ini dan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk salah satu upaya meredam aksi terorisme ini. Ia juga mengaku akan membuka dialog dengan tokoh yang mengerti persoalan ini.
&quot;Sehingga diperlukan upaya untuk melakukan revisi undang-undang tentu saja, fraksi PDI perjuangan akan mendengarkan aspirasi tersebut. Kemudian juga akan berdialog dengan para tokoh yang punya kompentensi dengan persoalan ini,&quot; jelas Hasto.
Hasto tak khawatir jika undang-undang ini direvisi maka Indonesia akan kembali ke zaman Orde Baru. Lebih penting menurutnya mendengarkan aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat, sambil memperhitungkan segala perspektif dalam revisi undang-undang ini.
&quot;Saya pikir, bukan keinginan Menko Polhukam ya (Indonesia kembali ke Orba), juga aspirasi dari banyak tokoh-tokoh masyarakat, bangsa dan agama. Yang penting kita mendengarkan aspirasi itu dan kemudian mempelajari seluruh perspektif itu. Intinya negara tidak boleh kalah dengan gerakan anti kemanusiaan dan terorisme,&quot; pungkas Hasto.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto membuka peluang untuk diadakannya revisi Undang-Undang Terorisme. Hal ini menyusul peristiwa bom Sarinah, Kamis 14 Januari lalu dan maraknya paham radikalisme menyusup ke tengah-tengah masyarakat Indonesia.
&quot;Kita harus melihat secara menyeluruh ya dari aspek legalnya, kita juga harus memberikan dukungan,  bagaimana pemerintah memiliki alat negara untuk memberantas terorisme ini,&quot; kata Hasto saat menghadiri Apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/1/2016).
Wacana revisi UU terorisme ini dinyatakan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj saat menghadiri acara yang sama. Hasto mengatakan Fraksi PDI P akan menampung aspirasi ini dan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk salah satu upaya meredam aksi terorisme ini. Ia juga mengaku akan membuka dialog dengan tokoh yang mengerti persoalan ini.
&quot;Sehingga diperlukan upaya untuk melakukan revisi undang-undang tentu saja, fraksi PDI perjuangan akan mendengarkan aspirasi tersebut. Kemudian juga akan berdialog dengan para tokoh yang punya kompentensi dengan persoalan ini,&quot; jelas Hasto.
Hasto tak khawatir jika undang-undang ini direvisi maka Indonesia akan kembali ke zaman Orde Baru. Lebih penting menurutnya mendengarkan aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat, sambil memperhitungkan segala perspektif dalam revisi undang-undang ini.
&quot;Saya pikir, bukan keinginan Menko Polhukam ya (Indonesia kembali ke Orba), juga aspirasi dari banyak tokoh-tokoh masyarakat, bangsa dan agama. Yang penting kita mendengarkan aspirasi itu dan kemudian mempelajari seluruh perspektif itu. Intinya negara tidak boleh kalah dengan gerakan anti kemanusiaan dan terorisme,&quot; pungkas Hasto.</content:encoded></item></channel></rss>
