<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengacara Jesica Sebut Kopi Mirna Sempat Diseruput Hani</title><description>Pengacara Jesica, Yudi Wibowo Sukinto meragukan hasil Labfor bahwa kopi yang diminum Mirna mengandung sianida.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/19/338/1292051/pengacara-jesica-sebut-kopi-mirna-sempat-diseruput-hani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/19/338/1292051/pengacara-jesica-sebut-kopi-mirna-sempat-diseruput-hani"/><item><title>Pengacara Jesica Sebut Kopi Mirna Sempat Diseruput Hani</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/19/338/1292051/pengacara-jesica-sebut-kopi-mirna-sempat-diseruput-hani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/19/338/1292051/pengacara-jesica-sebut-kopi-mirna-sempat-diseruput-hani</guid><pubDate>Selasa 19 Januari 2016 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/19/338/1292051/pengacara-jesica-sebut-kopi-mirna-sempat-diseruput-hani-MK0fQHBNek.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/19/338/1292051/pengacara-jesica-sebut-kopi-mirna-sempat-diseruput-hani-MK0fQHBNek.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri menemukan adanya zat sianida dalam kopi yang diminum Wayan Mirna Salihin (27). Pengacara Jesica, Yudi Wibowo Sukinto meragukan hasil tersebut.
Dia mengatakan, kopi tersebut juga turut dicicipi oleh Hani. Sebab, setelah menyeruput kopi, Mirna mengaku bahwa kopinya tidak enak. Alhasil, Hani pun ikut mencoba.
&quot;Mirna bilang kopinya enggak enak, Hani enggak percaya. Hani cium terus minum seteguk,&quot; kata Yudi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/1/2016).
Setelahnya, mereka berbincang-bincang dan sempat memesan makanan. Kemudian, Mirna merasa tenggorokannya kering, dia meminta Jesica untuk mengambilkan air. Belum sempat Jesica kembali, ternyata Mirna sudah ambruk.
Yudi mengaku heran, jika minuman itu mengandung sianida, dua orang meminum kopi yang sama mengapa hanya satu yang ambruk. &quot;Kenapa yang satu tewas satu tidak. Berarti kan bukan kopinya kalau ini sianida,&quot; bantahnya.
Dia pun meminta kopi tersebut diselidiki lagi. Bahkan dia merasa tak percaya dengan hasil labfor polisi dan meminta diuji lagi oleh labfor RSCM.
&quot;Saya mohon forensiknya RSCM saja. Puslabfor tidak akurat, karena mayat sudah tiga hari baru diperiksa. Seharusnya seketika saja diautopsi. Jangan sampai polisi salah menetapkan tersangka,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri menemukan adanya zat sianida dalam kopi yang diminum Wayan Mirna Salihin (27). Pengacara Jesica, Yudi Wibowo Sukinto meragukan hasil tersebut.
Dia mengatakan, kopi tersebut juga turut dicicipi oleh Hani. Sebab, setelah menyeruput kopi, Mirna mengaku bahwa kopinya tidak enak. Alhasil, Hani pun ikut mencoba.
&quot;Mirna bilang kopinya enggak enak, Hani enggak percaya. Hani cium terus minum seteguk,&quot; kata Yudi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/1/2016).
Setelahnya, mereka berbincang-bincang dan sempat memesan makanan. Kemudian, Mirna merasa tenggorokannya kering, dia meminta Jesica untuk mengambilkan air. Belum sempat Jesica kembali, ternyata Mirna sudah ambruk.
Yudi mengaku heran, jika minuman itu mengandung sianida, dua orang meminum kopi yang sama mengapa hanya satu yang ambruk. &quot;Kenapa yang satu tewas satu tidak. Berarti kan bukan kopinya kalau ini sianida,&quot; bantahnya.
Dia pun meminta kopi tersebut diselidiki lagi. Bahkan dia merasa tak percaya dengan hasil labfor polisi dan meminta diuji lagi oleh labfor RSCM.
&quot;Saya mohon forensiknya RSCM saja. Puslabfor tidak akurat, karena mayat sudah tiga hari baru diperiksa. Seharusnya seketika saja diautopsi. Jangan sampai polisi salah menetapkan tersangka,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
