<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Habitatnya Diganggu, Buaya Keluar dari Sarang</title><description>Sampai hari ini, tim dari BKSDA Sumatera Barat masih terus memantau buaya tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/20/340/1292664/habitatnya-diganggu-buaya-keluar-dari-sarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/20/340/1292664/habitatnya-diganggu-buaya-keluar-dari-sarang"/><item><title>Habitatnya Diganggu, Buaya Keluar dari Sarang</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/20/340/1292664/habitatnya-diganggu-buaya-keluar-dari-sarang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/20/340/1292664/habitatnya-diganggu-buaya-keluar-dari-sarang</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2016 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/20/340/1292664/habitatnya-diganggu-buaya-keluar-dari-sarang-mCsI9cJzjA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/20/340/1292664/habitatnya-diganggu-buaya-keluar-dari-sarang-mCsI9cJzjA.jpg</image><title>Foto Ilustrasi (Dok. Okezone)</title></images><description>PADANG &amp;ndash; Akibat habitatnya diganggu oleh masyarakat, buaya berkeliaran di sekira Pantai Padang dan muara Sungai Kuranji, dekat kampus Universitas Bung Hatta Padang. Hal itu disampaikan Kasat Polisi Hutan BKSDA Sumbar, Zulmi Gusrul.
Sampai hari ini, tim dari BKSDA Sumatera Barat masih terus memantau buaya tersebut.
&quot;Kita terus memantau kondisi buaya yang sempat berkeliaran  di Pantai Padang dan Muara Sungai Kuranji. Untuk menangkapnya belum bisa dilakukan sebab dia hilang timbul, kecuali sudah di darat,&quot; ujar Zulmi Gusrul, Rabu (20/1/2016).
Menurutnya, keluarnya buaya tersebut akibat pembangunan pesat yang dilakukan masyarakat di sekitar habitatnya. Akibat habitatnya diganggu, buaya tersebut berkeliaran di lokasi wisata.
&amp;ldquo;Itu buaya muara yang kehilangan habitat. Saat ini diperkirakan berada 30 meter dari bibir pantai. Namun, buaya tersebut tidak akan bertahan lama di air asin. Dia (buaya) akan kembali ke habitatnya atau mencari lokasi yang baru,&quot; ujarnya.
Di Padang, habitat buaya ada di muara Sungai Kuranji dekat Kampus Universitas Bung Hatta, muara Sungai Anai di Lubuk Buaya, dan muara Sungai Panjalinan di Tabing.
&quot;Rencananya kalau ditangkap, buaya akan direhabilitasi di wilayah Kabupaten Pasaman yang cocok untuknya dan tidak ada warga,&quot; katanya.
Sementara  itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang, Medi Iswandi mengungkapkan, sepanjang tidak mengganggu habitatnya, buaya tersebut tidak akan menyebabkan masalah terhadap warga.
&quot;Namun, warga yang berkunjung dan mandi-mandi di Pantai Padang tetap waspada. Kalau kita bunuh tentu itu dilarang. Namun, kita minta dari BKSDA untuk segera menangkap buaya tersebut,&quot; tuturnya.

  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
PADANG &amp;ndash; Akibat habitatnya diganggu oleh masyarakat, buaya berkeliaran di sekira Pantai Padang dan muara Sungai Kuranji, dekat kampus Universitas Bung Hatta Padang. Hal itu disampaikan Kasat Polisi Hutan BKSDA Sumbar, Zulmi Gusrul. 
Sampai hari ini, tim dari BKSDA Sumatera Barat masih terus memantau buaya tersebut.
&quot;Kita terus memantau kondisi buaya yang sempat berkeliaran&amp;nbsp; di Pantai Padang dan Muara Sungai Kuranji. Untuk menangkapnya belum bisa dilakukan sebab dia hilang timbul, kecuali sudah di darat,&quot; ujar&amp;nbsp;Zulmi Gusrul, Rabu (20/1/2016).
Menurutnya, keluarnya buaya tersebut akibat pembangunan pesat yang dilakukan masyarakat di sekitar habitatnya. Akibat habitatnya diganggu, buaya tersebut berkeliaran di lokasi wisata.
 &amp;ldquo;Itu buaya muara yang kehilangan habitat. Saat ini diperkirakan berada 30 meter dari bibir pantai. Namun, buaya tersebut tidak akan bertahan lama di air asin. Dia (buaya) akan kembali ke habitatnya atau mencari lokasi yang baru,&quot; ujarnya.
 Di Padang, habitat buaya ada di muara Sungai Kuranji dekat Kampus Universitas Bung Hatta, muara Sungai Anai di Lubuk Buaya, dan muara Sungai Panjalinan di Tabing. 
&quot;Rencananya kalau ditangkap, buaya akan direhabilitasi di wilayah Kabupaten Pasaman yang cocok untuknya dan tidak ada warga,&quot; katanya. Sementara&amp;nbsp; itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang, Medi Iswandi mengungkapkan, sepanjang tidak mengganggu habitatnya, buaya tersebut tidak akan menyebabkan masalah terhadap warga.  &quot;Namun, warga yang berkunjung dan mandi-mandi di Pantai Padang tetap waspada. Kalau kita bunuh tentu itu dilarang. Namun, kita minta dari BKSDA untuk segera menangkap buaya tersebut,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
                                                                                                                                              </description><content:encoded>PADANG &amp;ndash; Akibat habitatnya diganggu oleh masyarakat, buaya berkeliaran di sekira Pantai Padang dan muara Sungai Kuranji, dekat kampus Universitas Bung Hatta Padang. Hal itu disampaikan Kasat Polisi Hutan BKSDA Sumbar, Zulmi Gusrul.
Sampai hari ini, tim dari BKSDA Sumatera Barat masih terus memantau buaya tersebut.
&quot;Kita terus memantau kondisi buaya yang sempat berkeliaran  di Pantai Padang dan Muara Sungai Kuranji. Untuk menangkapnya belum bisa dilakukan sebab dia hilang timbul, kecuali sudah di darat,&quot; ujar Zulmi Gusrul, Rabu (20/1/2016).
Menurutnya, keluarnya buaya tersebut akibat pembangunan pesat yang dilakukan masyarakat di sekitar habitatnya. Akibat habitatnya diganggu, buaya tersebut berkeliaran di lokasi wisata.
&amp;ldquo;Itu buaya muara yang kehilangan habitat. Saat ini diperkirakan berada 30 meter dari bibir pantai. Namun, buaya tersebut tidak akan bertahan lama di air asin. Dia (buaya) akan kembali ke habitatnya atau mencari lokasi yang baru,&quot; ujarnya.
Di Padang, habitat buaya ada di muara Sungai Kuranji dekat Kampus Universitas Bung Hatta, muara Sungai Anai di Lubuk Buaya, dan muara Sungai Panjalinan di Tabing.
&quot;Rencananya kalau ditangkap, buaya akan direhabilitasi di wilayah Kabupaten Pasaman yang cocok untuknya dan tidak ada warga,&quot; katanya.
Sementara  itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang, Medi Iswandi mengungkapkan, sepanjang tidak mengganggu habitatnya, buaya tersebut tidak akan menyebabkan masalah terhadap warga.
&quot;Namun, warga yang berkunjung dan mandi-mandi di Pantai Padang tetap waspada. Kalau kita bunuh tentu itu dilarang. Namun, kita minta dari BKSDA untuk segera menangkap buaya tersebut,&quot; tuturnya.

  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              
PADANG &amp;ndash; Akibat habitatnya diganggu oleh masyarakat, buaya berkeliaran di sekira Pantai Padang dan muara Sungai Kuranji, dekat kampus Universitas Bung Hatta Padang. Hal itu disampaikan Kasat Polisi Hutan BKSDA Sumbar, Zulmi Gusrul. 
Sampai hari ini, tim dari BKSDA Sumatera Barat masih terus memantau buaya tersebut.
&quot;Kita terus memantau kondisi buaya yang sempat berkeliaran&amp;nbsp; di Pantai Padang dan Muara Sungai Kuranji. Untuk menangkapnya belum bisa dilakukan sebab dia hilang timbul, kecuali sudah di darat,&quot; ujar&amp;nbsp;Zulmi Gusrul, Rabu (20/1/2016).
Menurutnya, keluarnya buaya tersebut akibat pembangunan pesat yang dilakukan masyarakat di sekitar habitatnya. Akibat habitatnya diganggu, buaya tersebut berkeliaran di lokasi wisata.
 &amp;ldquo;Itu buaya muara yang kehilangan habitat. Saat ini diperkirakan berada 30 meter dari bibir pantai. Namun, buaya tersebut tidak akan bertahan lama di air asin. Dia (buaya) akan kembali ke habitatnya atau mencari lokasi yang baru,&quot; ujarnya.
 Di Padang, habitat buaya ada di muara Sungai Kuranji dekat Kampus Universitas Bung Hatta, muara Sungai Anai di Lubuk Buaya, dan muara Sungai Panjalinan di Tabing. 
&quot;Rencananya kalau ditangkap, buaya akan direhabilitasi di wilayah Kabupaten Pasaman yang cocok untuknya dan tidak ada warga,&quot; katanya. Sementara&amp;nbsp; itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang, Medi Iswandi mengungkapkan, sepanjang tidak mengganggu habitatnya, buaya tersebut tidak akan menyebabkan masalah terhadap warga.  &quot;Namun, warga yang berkunjung dan mandi-mandi di Pantai Padang tetap waspada. Kalau kita bunuh tentu itu dilarang. Namun, kita minta dari BKSDA untuk segera menangkap buaya tersebut,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
                                                                                                                                              </content:encoded></item></channel></rss>
