<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semedi di Gua, Pria Ini Malah Disangka Teroris</title><description>Saat ini pria bujang tersebut masih diamankan di Mapolres unruk mendalami motif sebenarnya penganut salah satu aliran  kepercayaan itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/20/510/1293033/semedi-di-gua-pria-ini-malah-disangka-teroris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/20/510/1293033/semedi-di-gua-pria-ini-malah-disangka-teroris"/><item><title>Semedi di Gua, Pria Ini Malah Disangka Teroris</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/20/510/1293033/semedi-di-gua-pria-ini-malah-disangka-teroris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/20/510/1293033/semedi-di-gua-pria-ini-malah-disangka-teroris</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2016 18:26 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/20/510/1293033/semedi-di-gua-pria-ini-malah-disangka-teroris-tUSEt55Qf5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/20/510/1293033/semedi-di-gua-pria-ini-malah-disangka-teroris-tUSEt55Qf5.jpg</image><title>foto ilustrasi</title></images><description>KARANGANYAR - Maksud hati ingin menuntaskan perintah sang guru spiritualnya, namun Kumpul Waluyo (42) warga Batang ini justru diamankan aparat. Pertapaannya di Gua Tlorong Desa Lempong, Jenawi, Karanganyar digerebek Polisi dan TNI gara-gara dikira pelaku teror.
Saat ini pria bujang tersebut masih diamankan di Mapolres untuk keperluan mendalami motif sebenarnya penganut salah satu aliran kepercayaan itu. Kabar meresahkan tentang aksi teroris mendorong warga Desa Lempong akhirnya melaporkan aktivitas mencurigakan di Gua Tlorong.
&amp;ldquo;Warga mengira apakah dua orang di dalam gua terluka? Mereka selalu diransum makanan oleh seorang yang bolak-balik ke gua. Apakah sengaja bersembunyi?&amp;rdquo; kata Dandim 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Marthen Pasunda dikutip dari KRjogja.com, Rabu (20/01/2016).
Laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan aparat gabungan bersenjata lengkap ke lokasi terpencil itu. Sekitar 20 personel bersiaga di akses masuk gua sambil ancang-ancang mengambil tindakan apabila sasaran penggerebekan melawan. Setelah melepas tembakan dua kali ke udara, baru kemudian Kumpul pasrah dibawa aparat.
&amp;ldquo;Hanya dirinya seorang, dua temannya tidak terlihat. Tugas pemeriksaan detil ditangani Polres,&amp;rdquo; lanjut Dandim yang memimpin operasi tersebut.
Kepada petugas, Kumpul mengaku tengah menjalani semedi selama 40 hari sesuai amanat sang guru spiritual. Sedangkan satu saudara seperguruannya telah selesai melakoni ritual sehingga pulang ke rumahnya di Solo. Kumpul mengatakan tak tahu kemana satu orang lagi.
&amp;ldquo;Saat digerebek, pertapaan Kumpul baru berlangsung 21 hari. Dua orang yang biasanya bersama Kumpul masih dilacak keberadaannya. Kami juga mengundang dari Kementrian Agama untuk memeriksa lebih mendalam aliran tersebut,&amp;rdquo; katanya.
Terlepas dari itu, Dandim mengapresiasi respons masyarakat terkait situasi di wilayahnya. Pun bilamana Gua Tlorong dipakai aktivitas aliran menyesatkan, ia segera menindaklanjutinya.
&amp;ldquo;Yang di gua itu turun ke permukiman hanya di Kamis malam sampai Jumat siang. Setelah salat Jumat lalu kembali ke gua lagi,&amp;rdquo; jelasnya.
Kepala Kemenag Mustain Ahmad mengatakan belum mendapatkan konfirmasi soal kejadian itu secara lengkap. Namun ia bakal mengidentifikasinya secara mendalam agar tak menimbulkan multitafsir.
</description><content:encoded>KARANGANYAR - Maksud hati ingin menuntaskan perintah sang guru spiritualnya, namun Kumpul Waluyo (42) warga Batang ini justru diamankan aparat. Pertapaannya di Gua Tlorong Desa Lempong, Jenawi, Karanganyar digerebek Polisi dan TNI gara-gara dikira pelaku teror.
Saat ini pria bujang tersebut masih diamankan di Mapolres untuk keperluan mendalami motif sebenarnya penganut salah satu aliran kepercayaan itu. Kabar meresahkan tentang aksi teroris mendorong warga Desa Lempong akhirnya melaporkan aktivitas mencurigakan di Gua Tlorong.
&amp;ldquo;Warga mengira apakah dua orang di dalam gua terluka? Mereka selalu diransum makanan oleh seorang yang bolak-balik ke gua. Apakah sengaja bersembunyi?&amp;rdquo; kata Dandim 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Marthen Pasunda dikutip dari KRjogja.com, Rabu (20/01/2016).
Laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan aparat gabungan bersenjata lengkap ke lokasi terpencil itu. Sekitar 20 personel bersiaga di akses masuk gua sambil ancang-ancang mengambil tindakan apabila sasaran penggerebekan melawan. Setelah melepas tembakan dua kali ke udara, baru kemudian Kumpul pasrah dibawa aparat.
&amp;ldquo;Hanya dirinya seorang, dua temannya tidak terlihat. Tugas pemeriksaan detil ditangani Polres,&amp;rdquo; lanjut Dandim yang memimpin operasi tersebut.
Kepada petugas, Kumpul mengaku tengah menjalani semedi selama 40 hari sesuai amanat sang guru spiritual. Sedangkan satu saudara seperguruannya telah selesai melakoni ritual sehingga pulang ke rumahnya di Solo. Kumpul mengatakan tak tahu kemana satu orang lagi.
&amp;ldquo;Saat digerebek, pertapaan Kumpul baru berlangsung 21 hari. Dua orang yang biasanya bersama Kumpul masih dilacak keberadaannya. Kami juga mengundang dari Kementrian Agama untuk memeriksa lebih mendalam aliran tersebut,&amp;rdquo; katanya.
Terlepas dari itu, Dandim mengapresiasi respons masyarakat terkait situasi di wilayahnya. Pun bilamana Gua Tlorong dipakai aktivitas aliran menyesatkan, ia segera menindaklanjutinya.
&amp;ldquo;Yang di gua itu turun ke permukiman hanya di Kamis malam sampai Jumat siang. Setelah salat Jumat lalu kembali ke gua lagi,&amp;rdquo; jelasnya.
Kepala Kemenag Mustain Ahmad mengatakan belum mendapatkan konfirmasi soal kejadian itu secara lengkap. Namun ia bakal mengidentifikasinya secara mendalam agar tak menimbulkan multitafsir.
</content:encoded></item></channel></rss>
