<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Akan Periksa Aman Abdurrahman &amp; Abu Bakar Ba'asyir soal Bom Sarinah</title><description>Menurut Anton, siapa saja yang terlibat terkait ledakan di jantung Ibu Kota itu masih sedang didalami oleh pihak kepolisian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/21/337/1293676/polisi-akan-periksa-aman-abdurrahman-abu-bakar-ba-asyir-soal-bom-sarinah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/21/337/1293676/polisi-akan-periksa-aman-abdurrahman-abu-bakar-ba-asyir-soal-bom-sarinah"/><item><title>Polisi Akan Periksa Aman Abdurrahman &amp; Abu Bakar Ba'asyir soal Bom Sarinah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/21/337/1293676/polisi-akan-periksa-aman-abdurrahman-abu-bakar-ba-asyir-soal-bom-sarinah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/21/337/1293676/polisi-akan-periksa-aman-abdurrahman-abu-bakar-ba-asyir-soal-bom-sarinah</guid><pubDate>Kamis 21 Januari 2016 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dara Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/21/337/1293676/polisi-akan-periksa-aman-abdurrahman-abu-bakar-ba-asyir-soal-bom-sarinah-MF36liDmAJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/21/337/1293676/polisi-akan-periksa-aman-abdurrahman-abu-bakar-ba-asyir-soal-bom-sarinah-MF36liDmAJ.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Mabes Polri telah meminjam lima narapidana di Lapas Tangerang dan Lapas Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah untuk melakukan pengembangan kasus teror bom Sarinah.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, petugas juga akan mendalami keterkaitan dua napi lainnya yaitu Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Ba'asyir. 
&quot;Kalau itu perlu pendalaman lebih jauh tetapi di dalam (penjara) ada ABB (Abu Bakar Baasyir), ada AA (Aman Abdurrahman). Namun pentolannya masih banyak di sana dan masih dalam penyelidikan, &quot; kata Anton di Mabes Polri, Kamis (21/1/2016).
Menurut Anton, siapa saja yang terlibat terkait ledakan di jantung Ibu Kota itu masih sedang didalami oleh pihak kepolisian.
&quot;Siapa saja yang berkomunikasi itu masih kita dalami makanya kita bon (pinjam) empat orang dari Tangerang dan satu dari Nusakambangan, dan ini masih dalam pengembangan,&quot; bebernya.
Namun kata Anton, hingga saat ini petugas belum  menemukan keterkaitan kasus bom Sarinah dengan Abu Bakar Ba'asyir ataupun Aman Abdurrahman.
&quot;Kita belum tahu masih pemeriksaan, semuanya akan kita perdalam, selidiki tentu saja jaringan komunikasinya,&quot; tutup jenderal bintang dua ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Mabes Polri telah meminjam lima narapidana di Lapas Tangerang dan Lapas Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah untuk melakukan pengembangan kasus teror bom Sarinah.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, petugas juga akan mendalami keterkaitan dua napi lainnya yaitu Aman Abdurrahman dan Abu Bakar Ba'asyir. 
&quot;Kalau itu perlu pendalaman lebih jauh tetapi di dalam (penjara) ada ABB (Abu Bakar Baasyir), ada AA (Aman Abdurrahman). Namun pentolannya masih banyak di sana dan masih dalam penyelidikan, &quot; kata Anton di Mabes Polri, Kamis (21/1/2016).
Menurut Anton, siapa saja yang terlibat terkait ledakan di jantung Ibu Kota itu masih sedang didalami oleh pihak kepolisian.
&quot;Siapa saja yang berkomunikasi itu masih kita dalami makanya kita bon (pinjam) empat orang dari Tangerang dan satu dari Nusakambangan, dan ini masih dalam pengembangan,&quot; bebernya.
Namun kata Anton, hingga saat ini petugas belum  menemukan keterkaitan kasus bom Sarinah dengan Abu Bakar Ba'asyir ataupun Aman Abdurrahman.
&quot;Kita belum tahu masih pemeriksaan, semuanya akan kita perdalam, selidiki tentu saja jaringan komunikasinya,&quot; tutup jenderal bintang dua ini.</content:encoded></item></channel></rss>
