<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Iran Minta Didoakan Paus Fransiskus</title><description>Dalam pertemuannya dengan Presiden Iran, Paus Fransiskus membahas maslaah politik dan agama yang terjadi di Timur Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/27/18/1298314/presiden-iran-minta-didoakan-paus-fransiskus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/27/18/1298314/presiden-iran-minta-didoakan-paus-fransiskus"/><item><title>Presiden Iran Minta Didoakan Paus Fransiskus</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/27/18/1298314/presiden-iran-minta-didoakan-paus-fransiskus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/27/18/1298314/presiden-iran-minta-didoakan-paus-fransiskus</guid><pubDate>Rabu 27 Januari 2016 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/27/18/1298314/presiden-iran-minta-didoakan-paus-fransiskus-eJgIKKPNWD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Iran Hassan Rouhani dan Paus Fransiskus dalam pertemuan di Vatikan Januari 2016. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/27/18/1298314/presiden-iran-minta-didoakan-paus-fransiskus-eJgIKKPNWD.jpg</image><title>Presiden Iran Hassan Rouhani dan Paus Fransiskus dalam pertemuan di Vatikan Januari 2016. (Foto: Reuters)</title></images><description>ROMA &amp;ndash; Presiden Iran, Hassan Rouhani, menemui pemuka agama Katolik sedunia, Paus Fransiskus dalam lawatannya ke Eropa. Keduanya membahas berbagai masalah politik dan keagamaan yang terjadi di wilayah Timur Tengah.
Pertemuan antara seorang Paus dan Presiden Iran yang berlangsung selama sekira 40 menit itu merupakan yang pertama kalinya sejak 1999. Sebuah peristiwa menarik terjadi dalam pertemuan itu saat Rouhani terdengar meminta doa dari Sri Paus.
Dalam saat-saat akhir pertemuan, Presiden Rouhani yang beranjak pergi terdengar mengatakan: &amp;ldquo;Saya meminta Anda berdoa untuk saya,&amp;rdquo;, merujuk pada ucapan yang sering diutarakan Sri Paus. &amp;ldquo;Senang bertemu dengan Anda dan saya mengharapkan kebaikan dalam pekerjaan Anda,&amp;rdquo;.
Paus Fransiskus membalas dengan berkata: &amp;ldquo; Saya berterima kasih atas kunjungan Anda dan saya berharap untuk perdamaian,&amp;rdquo; sebagaimana dilansir IBTimes, Rabu (27/1/2016).
Lawatan Presiden Iran ke Vatikan merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya di Eropa, guna memperbaiki hubungan diplomatik dan perdagangan pasca pencabutan sanksi internasional, terkait program nuklir Iran. Dari Italia Rouhani akan bertolak ke Prancis untuk bertemu Presiden Francois Hollande.
Sanksi tersebut ditarik setelah Iran menepati janjinya untuk mematuhi kesepakatan program nuklir dengan enam kekuatan dunia yang disetujui pada Juli 2015.
Iran dan Vatikan memiliki hubungan diplomatik yang baik sebelum pecahnya Revolusi Iran pada 1979. Paus Fransiskus sendiri merupakan salah seorang pendukung pembicaraan program nuklir yang mendapat tentangan dari beberapa negara, terutama Israel dan Arab Saudi.</description><content:encoded>ROMA &amp;ndash; Presiden Iran, Hassan Rouhani, menemui pemuka agama Katolik sedunia, Paus Fransiskus dalam lawatannya ke Eropa. Keduanya membahas berbagai masalah politik dan keagamaan yang terjadi di wilayah Timur Tengah.
Pertemuan antara seorang Paus dan Presiden Iran yang berlangsung selama sekira 40 menit itu merupakan yang pertama kalinya sejak 1999. Sebuah peristiwa menarik terjadi dalam pertemuan itu saat Rouhani terdengar meminta doa dari Sri Paus.
Dalam saat-saat akhir pertemuan, Presiden Rouhani yang beranjak pergi terdengar mengatakan: &amp;ldquo;Saya meminta Anda berdoa untuk saya,&amp;rdquo;, merujuk pada ucapan yang sering diutarakan Sri Paus. &amp;ldquo;Senang bertemu dengan Anda dan saya mengharapkan kebaikan dalam pekerjaan Anda,&amp;rdquo;.
Paus Fransiskus membalas dengan berkata: &amp;ldquo; Saya berterima kasih atas kunjungan Anda dan saya berharap untuk perdamaian,&amp;rdquo; sebagaimana dilansir IBTimes, Rabu (27/1/2016).
Lawatan Presiden Iran ke Vatikan merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya di Eropa, guna memperbaiki hubungan diplomatik dan perdagangan pasca pencabutan sanksi internasional, terkait program nuklir Iran. Dari Italia Rouhani akan bertolak ke Prancis untuk bertemu Presiden Francois Hollande.
Sanksi tersebut ditarik setelah Iran menepati janjinya untuk mematuhi kesepakatan program nuklir dengan enam kekuatan dunia yang disetujui pada Juli 2015.
Iran dan Vatikan memiliki hubungan diplomatik yang baik sebelum pecahnya Revolusi Iran pada 1979. Paus Fransiskus sendiri merupakan salah seorang pendukung pembicaraan program nuklir yang mendapat tentangan dari beberapa negara, terutama Israel dan Arab Saudi.</content:encoded></item></channel></rss>
