<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tulis Nabi Isa Urutan Ke-25, Buku Agama Islam SD Dipersoalkan</title><description>Orangtua siswa SD di Padang Lawas  Utara, resah akibat beredarnya buku agama Islam yang dianggap salah  menerangkan urutan nabi dalam Islam</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/28/340/1299524/tulis-nabi-isa-urutan-ke-25-buku-agama-islam-sd-dipersoalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/28/340/1299524/tulis-nabi-isa-urutan-ke-25-buku-agama-islam-sd-dipersoalkan"/><item><title>Tulis Nabi Isa Urutan Ke-25, Buku Agama Islam SD Dipersoalkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/28/340/1299524/tulis-nabi-isa-urutan-ke-25-buku-agama-islam-sd-dipersoalkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/28/340/1299524/tulis-nabi-isa-urutan-ke-25-buku-agama-islam-sd-dipersoalkan</guid><pubDate>Kamis 28 Januari 2016 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Abdul Rahem</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/28/340/1299524/tulis-nabi-isa-urutan-ke-25-buku-agama-islam-sd-dipersoalkan-WiZrcux56d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Buku (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/28/340/1299524/tulis-nabi-isa-urutan-ke-25-buku-agama-islam-sd-dipersoalkan-WiZrcux56d.jpg</image><title>Ilustrasi Buku (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>MEDAN - Orangtua siswa Sekolah Dasar (SD) di Padang Lawas  Utara, Sumatera Utara, resah akibat beredarnya buku agama Islam dianggap salah menerangkan urutan turunnya nabi dalam ajaran Islam. Buku terbitan Grafindo untuk kelas 5 SD ini menerangkan, bahwa Nabi Muhammad ada di urutan ke-13, sedangkan Nabi Isa di urutan ke-25.

Buku agama Islam yang beredar di Kabupaten Padang Lawas Utara tersebut dinilai menyesatkan anak sekolah tingkat sekolah dasar. Sejumlah orangtua yang anaknya masih SD pun resah dibuatnya.

Pasalnya, di dalam buku tersebut, susunan nama-nama nabi dan rasul tidak sesuai dengan urutan turunnya para nabi-nabi. Dalam buku yang diterbitkan Perusahaan Grafindo ini terlihat jelas, di halaman 86 disebutkan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang ke-13, dan nabi urutan terakhir adalah Nabi Isa AS.

Salah seorang orangtua siswa, Ramlan Pulungan, pada Kamis (28/1/2016) meminta kepada pemerintah agar secepatnya menarik peredaran buku agama Islam tersebut.

&amp;ldquo;Setahu saya, Nabi Muhammad itu utusan terakhir, kok ini ada di urutan 13 dan nabi terakhirnya Nabi Isa, kami takut anak kita salah persepsi soal ini, pemerintah harus segera menarik peredaran buku ini,&amp;rdquo; jelas Ramlan.
</description><content:encoded>MEDAN - Orangtua siswa Sekolah Dasar (SD) di Padang Lawas  Utara, Sumatera Utara, resah akibat beredarnya buku agama Islam dianggap salah menerangkan urutan turunnya nabi dalam ajaran Islam. Buku terbitan Grafindo untuk kelas 5 SD ini menerangkan, bahwa Nabi Muhammad ada di urutan ke-13, sedangkan Nabi Isa di urutan ke-25.

Buku agama Islam yang beredar di Kabupaten Padang Lawas Utara tersebut dinilai menyesatkan anak sekolah tingkat sekolah dasar. Sejumlah orangtua yang anaknya masih SD pun resah dibuatnya.

Pasalnya, di dalam buku tersebut, susunan nama-nama nabi dan rasul tidak sesuai dengan urutan turunnya para nabi-nabi. Dalam buku yang diterbitkan Perusahaan Grafindo ini terlihat jelas, di halaman 86 disebutkan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang ke-13, dan nabi urutan terakhir adalah Nabi Isa AS.

Salah seorang orangtua siswa, Ramlan Pulungan, pada Kamis (28/1/2016) meminta kepada pemerintah agar secepatnya menarik peredaran buku agama Islam tersebut.

&amp;ldquo;Setahu saya, Nabi Muhammad itu utusan terakhir, kok ini ada di urutan 13 dan nabi terakhirnya Nabi Isa, kami takut anak kita salah persepsi soal ini, pemerintah harus segera menarik peredaran buku ini,&amp;rdquo; jelas Ramlan.
</content:encoded></item></channel></rss>
