<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musim Belalang Serang Palawija Tiba, Petani Resah</title><description>Tokoh masyarakat Tanjungsari, Lagiyo mengungkapkan petani  hanya bisa pasrah, akibat serangan belalang dalam dua minggu terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/28/510/1299228/musim-belalang-serang-palawija-tiba-petani-resah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/28/510/1299228/musim-belalang-serang-palawija-tiba-petani-resah"/><item><title>Musim Belalang Serang Palawija Tiba, Petani Resah</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/28/510/1299228/musim-belalang-serang-palawija-tiba-petani-resah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/28/510/1299228/musim-belalang-serang-palawija-tiba-petani-resah</guid><pubDate>Kamis 28 Januari 2016 13:10 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/28/510/1299228/musim-belalang-serang-palawija-datang-petani-resah-OJpRBN3Iow.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belalang serang tanaman palawija (foto: solopos)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/28/510/1299228/musim-belalang-serang-palawija-datang-petani-resah-OJpRBN3Iow.jpg</image><title>Belalang serang tanaman palawija (foto: solopos)</title></images><description>GUNUNGKIDUL - Petani di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan hama belalang yang menyerang tanaman jagung dan kacang-kacangan sejak dua minggu terakhir.
Camat Tanjungsari Witanto di Gunungkidul, Rabu, mengatakan kejadian hama belalang menyerang di empat dusun, yakni Dusun Wonosobo 1 dan Wonosobo 2 di Desa Ngestirejo serta Dusun Bruno 1 dan Bruno 2 di Desa Banjerejo.
&amp;ldquo;Serangan belalang cukup mengkhawatirkan. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir hasil panen tidak maksimal,&amp;rdquo; kata Witanto, dikutip Solopos, Kamis (28/1/2016).
Ia mengatakan pihaknya masih mendata kerusakan akibat belalang ini. Selain hama belalang, petani di wilayahnya sempat mengalami kesulitan akibat hujan sempat berhenti turun beberapa waktu lalu.
&amp;ldquo;Selain belalang, petani mengeluhkan intensitas hujan yang rendah dan sempat berhenti. Padahal hampir seluruh wilayah merupakan lahan tadah hujan,&amp;rdquo; katanya, seperti dikutip dari Antara.
Salah seorang tokoh masyarakat Tanjungsari, Lagiyo mengungkapkan petani hanya bisa pasrah, akibat serangan belalang dalam dua minggu terakhir.
&amp;ldquo;Belalang cukup banyak menyerang tanaman, bila tidak segera diatasi, kami khawatir akan gagal panen,&amp;rdquo; katanya.
Ia berharap adanya serangan belalang ini bisa ditindaklajuti oleh pemerintah melalui SKPD terkait, agar serangan tidak semakin meluas.
&amp;ldquo;Kalau yang sekarang, saya yakin sudah tidak tertolong lagi, yang bisa dilakukan adalah antisipasi untuk masa mendatang,&amp;rdquo; katanya.
Dia mengungkapkan banyaknya belalang sebagian warga memburu belalang untuk dijual ataupun untuk lauk.
&amp;ldquo;Hasilnya lumayan untuk menambah penghasilan karena ancaman gagal panen,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>GUNUNGKIDUL - Petani di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan hama belalang yang menyerang tanaman jagung dan kacang-kacangan sejak dua minggu terakhir.
Camat Tanjungsari Witanto di Gunungkidul, Rabu, mengatakan kejadian hama belalang menyerang di empat dusun, yakni Dusun Wonosobo 1 dan Wonosobo 2 di Desa Ngestirejo serta Dusun Bruno 1 dan Bruno 2 di Desa Banjerejo.
&amp;ldquo;Serangan belalang cukup mengkhawatirkan. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir hasil panen tidak maksimal,&amp;rdquo; kata Witanto, dikutip Solopos, Kamis (28/1/2016).
Ia mengatakan pihaknya masih mendata kerusakan akibat belalang ini. Selain hama belalang, petani di wilayahnya sempat mengalami kesulitan akibat hujan sempat berhenti turun beberapa waktu lalu.
&amp;ldquo;Selain belalang, petani mengeluhkan intensitas hujan yang rendah dan sempat berhenti. Padahal hampir seluruh wilayah merupakan lahan tadah hujan,&amp;rdquo; katanya, seperti dikutip dari Antara.
Salah seorang tokoh masyarakat Tanjungsari, Lagiyo mengungkapkan petani hanya bisa pasrah, akibat serangan belalang dalam dua minggu terakhir.
&amp;ldquo;Belalang cukup banyak menyerang tanaman, bila tidak segera diatasi, kami khawatir akan gagal panen,&amp;rdquo; katanya.
Ia berharap adanya serangan belalang ini bisa ditindaklajuti oleh pemerintah melalui SKPD terkait, agar serangan tidak semakin meluas.
&amp;ldquo;Kalau yang sekarang, saya yakin sudah tidak tertolong lagi, yang bisa dilakukan adalah antisipasi untuk masa mendatang,&amp;rdquo; katanya.
Dia mengungkapkan banyaknya belalang sebagian warga memburu belalang untuk dijual ataupun untuk lauk.
&amp;ldquo;Hasilnya lumayan untuk menambah penghasilan karena ancaman gagal panen,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
