<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nano, Si Cantik Siluman Kucing dari Skandinavia</title><description>Sebagaimana halnya kebiasaan kucing, Nano juga berdesis ketika bertemu seekor anjing, musuh bebuyutannya&amp;rdquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/29/18/1300507/nano-si-cantik-siluman-kucing-dari-skandinavia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/29/18/1300507/nano-si-cantik-siluman-kucing-dari-skandinavia"/><item><title>Nano, Si Cantik Siluman Kucing dari Skandinavia</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/29/18/1300507/nano-si-cantik-siluman-kucing-dari-skandinavia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/29/18/1300507/nano-si-cantik-siluman-kucing-dari-skandinavia</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2016 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/29/18/1300507/nano-si-cantik-siluman-kucing-dari-skandinavia-w6zj0Amc02.png" expression="full" type="image/jpeg">Nano, sang Catwoman dari Skandinavia (Foto: Caption YouTube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/29/18/1300507/nano-si-cantik-siluman-kucing-dari-skandinavia-w6zj0Amc02.png</image><title>Nano, sang Catwoman dari Skandinavia (Foto: Caption YouTube)</title></images><description>OSLO &amp;ndash; Siapa bilang figur &amp;ldquo;Catwoman&amp;rdquo; hanya ada dalam film? Setidaknya seorang gadis dari Skandinavia (Eropa Utara), mengaku dirinya punya jiwa kucing yang terjebak dalam tubuh seorang wanita!
Namanya Nano, gadis cantik berusia 20 tahun asal Oslo, Norwegia ini, mengklaim dirinya punya sejumlah kemampuan seperti halnya kucing.
Sebut saja penciuman dan pendengaran yang lebih tajam, serta penglihatan yang lebih baik di malam hari ketimbang manusia pada biasa pada umumnya.
Nano, si &amp;ldquo;Siluman Kucing&amp;rdquo; ini  juga sudah mulai dikenal jagat dunia maya, setelah gelaran wawancara media Norwegia, NRK P3 Verdens Rikeste Land.Serba-serbi tentangnya juga jadi perhatian khusus para netizen,  setelah rekaman wawancaranya diunggah ke media sosial YouTube yang sudah  ditonton lebih dari 1 juta kali!

Jiwa kucing dalam dirinya juga mendorong cara berbusananya, baik  di rumah maupun di ruang publik dengan mengenakan sejumlah atribut  menyerupai kucing, seperti sarung tangan berbentuk telapak kucing,  maupun aksesoris rambut berbentuk telinga kucing.
&amp;ldquo;Saya menyadari bahwa saya merupakan seekor kucing ketika berusia  16 tahun. Saat itu para dokter dan psikolog menemukan &amp;lsquo;sesuatu&amp;rsquo;  terhadap saya. Terlepas dari kelahiran saya (sebagai manusia), terdapat  penyimpangan genetik,&amp;rdquo; aku Nano.

Saat berada di ruang publik, seperti Stasiun Kereta Oslo, Nano  juga bilang bahwa dia mendengar banyak hal yang tak bisa didengar  manusia biasa.&amp;ldquo;(Seperti suara) roda koper yang berputar. Bunyi rangkaian   kunci-kunci di saku orang lain. Suara (salju) es di sepatu orang-orang.   Saya lahir dalam (tubuh) spesies yang salah. Saya juga benci air,&amp;rdquo;   tambahnya, seperti disitat Daily Mail, Jumat (29/1/2016).

&amp;ldquo;Saya juga bisa melihat lebih baik dalam gelap. Saya senang   mendengkur, bahkan merangkak. Mengejar banyak hewan lain yang terlihat   dalam bayangan,&amp;rdquo; sambung Nano.
Sebagaimana halnya kebiasaan kucing, Nano juga berdesis ketika   bertemu &amp;ldquo;musuh bebuyutannya&amp;rdquo; &amp;ndash; anjing. &amp;ldquo;Kadang saya berdesis ketika   bertemu anjing di jalan. Itu karena insting saya yang secara otomatis   bereaksi mendesis. ,&amp;rdquo; lanjutnya.

Di sisi lain, Nano juga sering mengeong. Setidaknya dalam hal  ini,  Nano tak sendirian. Nano punya teman, Svein, untuk berkomunikasi  dua  arah dengan mengeong.
&amp;ldquo;Saya kadang bisa secara tiba-tiba mulai mengeong padanya.  Kemudian  kami saling berkomunikasi dengan bahasa kucing. Saya bisa  mengerti  bahasanya,&amp;rdquo; timpal Svein.</description><content:encoded>OSLO &amp;ndash; Siapa bilang figur &amp;ldquo;Catwoman&amp;rdquo; hanya ada dalam film? Setidaknya seorang gadis dari Skandinavia (Eropa Utara), mengaku dirinya punya jiwa kucing yang terjebak dalam tubuh seorang wanita!
Namanya Nano, gadis cantik berusia 20 tahun asal Oslo, Norwegia ini, mengklaim dirinya punya sejumlah kemampuan seperti halnya kucing.
Sebut saja penciuman dan pendengaran yang lebih tajam, serta penglihatan yang lebih baik di malam hari ketimbang manusia pada biasa pada umumnya.
Nano, si &amp;ldquo;Siluman Kucing&amp;rdquo; ini  juga sudah mulai dikenal jagat dunia maya, setelah gelaran wawancara media Norwegia, NRK P3 Verdens Rikeste Land.Serba-serbi tentangnya juga jadi perhatian khusus para netizen,  setelah rekaman wawancaranya diunggah ke media sosial YouTube yang sudah  ditonton lebih dari 1 juta kali!

Jiwa kucing dalam dirinya juga mendorong cara berbusananya, baik  di rumah maupun di ruang publik dengan mengenakan sejumlah atribut  menyerupai kucing, seperti sarung tangan berbentuk telapak kucing,  maupun aksesoris rambut berbentuk telinga kucing.
&amp;ldquo;Saya menyadari bahwa saya merupakan seekor kucing ketika berusia  16 tahun. Saat itu para dokter dan psikolog menemukan &amp;lsquo;sesuatu&amp;rsquo;  terhadap saya. Terlepas dari kelahiran saya (sebagai manusia), terdapat  penyimpangan genetik,&amp;rdquo; aku Nano.

Saat berada di ruang publik, seperti Stasiun Kereta Oslo, Nano  juga bilang bahwa dia mendengar banyak hal yang tak bisa didengar  manusia biasa.&amp;ldquo;(Seperti suara) roda koper yang berputar. Bunyi rangkaian   kunci-kunci di saku orang lain. Suara (salju) es di sepatu orang-orang.   Saya lahir dalam (tubuh) spesies yang salah. Saya juga benci air,&amp;rdquo;   tambahnya, seperti disitat Daily Mail, Jumat (29/1/2016).

&amp;ldquo;Saya juga bisa melihat lebih baik dalam gelap. Saya senang   mendengkur, bahkan merangkak. Mengejar banyak hewan lain yang terlihat   dalam bayangan,&amp;rdquo; sambung Nano.
Sebagaimana halnya kebiasaan kucing, Nano juga berdesis ketika   bertemu &amp;ldquo;musuh bebuyutannya&amp;rdquo; &amp;ndash; anjing. &amp;ldquo;Kadang saya berdesis ketika   bertemu anjing di jalan. Itu karena insting saya yang secara otomatis   bereaksi mendesis. ,&amp;rdquo; lanjutnya.

Di sisi lain, Nano juga sering mengeong. Setidaknya dalam hal  ini,  Nano tak sendirian. Nano punya teman, Svein, untuk berkomunikasi  dua  arah dengan mengeong.
&amp;ldquo;Saya kadang bisa secara tiba-tiba mulai mengeong padanya.  Kemudian  kami saling berkomunikasi dengan bahasa kucing. Saya bisa  mengerti  bahasanya,&amp;rdquo; timpal Svein.</content:encoded></item></channel></rss>
