<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Jual Organ, Bareskrim Koordinasi dengan IDI </title><description>Langkah mengandeng IDI bertujuan menguak kasus penjualan organ tubuh manusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/01/337/1301979/kasus-jual-organ-bareskrim-koordinasi-dengan-idi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/01/337/1301979/kasus-jual-organ-bareskrim-koordinasi-dengan-idi"/><item><title>Kasus Jual Organ, Bareskrim Koordinasi dengan IDI </title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/01/337/1301979/kasus-jual-organ-bareskrim-koordinasi-dengan-idi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/01/337/1301979/kasus-jual-organ-bareskrim-koordinasi-dengan-idi</guid><pubDate>Senin 01 Februari 2016 13:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dara Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/01/337/1301979/kasus-transplantasi-organ-bareskrim-koordinasi-dengan-idi-NlZkY6Bw9m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang warga bernama Sugiyarto berjalan sambil membentangkan sebuah karton bertulis &quot;Siap Jual Ginjal demi Ijazah&quot; di Bundara HI pada 2013 silam (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/01/337/1301979/kasus-transplantasi-organ-bareskrim-koordinasi-dengan-idi-NlZkY6Bw9m.jpg</image><title>Seorang warga bernama Sugiyarto berjalan sambil membentangkan sebuah karton bertulis &quot;Siap Jual Ginjal demi Ijazah&quot; di Bundara HI pada 2013 silam (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Terkait dengan menguaknya transaksi transplantasi organ khususnya ginjal di Kota Bandung, Bareskrim Mabes Polri akan berkoordinasi dengan ahli dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Hal ini merupakan pengembangan kasus dari penangkapan tiga pelaku penjual organ tubuh manusia berupa ginjal yakni Yana Priatna alias Amang, Dedi Supriandi bin Oman Rahman dan Kwok Herry Susanto alias Herry. Mereka setidaknya telah menipu 15 orang.
&quot;Kita harus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dulu, saksi-saksi ahli. Langkah berikutnya ya begitu, saksi ahli terutama dari IDI,&quot; kata Kabareskrim Anang Iskandari di Bareskrim Mabes Polri, Senin (1/2/2016).
Sementara itu, Kasubnit II Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum) Bareskrim Polri AKP Chuck Putranto menjelaskan, keterangan saksi ahli ini terkait dengan masalah transplantasi organ itu.
&quot;Ya, misalnya SOPnya seperti apa (terkait transplantasi organ),&quot; kata Chuck kepada Okezone.
Menurutnya, ahli ini akan dihadirkan dalam waktu dekat. Sebab, saat ini penyidik tengah fokus melakukan pemeriksaan terhadap rumah sakit.
&quot;Dalam waktu dekat. Sekarang, kita memeriksa dari pihak rumah sakit dulu,&quot; bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Terkait dengan menguaknya transaksi transplantasi organ khususnya ginjal di Kota Bandung, Bareskrim Mabes Polri akan berkoordinasi dengan ahli dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Hal ini merupakan pengembangan kasus dari penangkapan tiga pelaku penjual organ tubuh manusia berupa ginjal yakni Yana Priatna alias Amang, Dedi Supriandi bin Oman Rahman dan Kwok Herry Susanto alias Herry. Mereka setidaknya telah menipu 15 orang.
&quot;Kita harus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dulu, saksi-saksi ahli. Langkah berikutnya ya begitu, saksi ahli terutama dari IDI,&quot; kata Kabareskrim Anang Iskandari di Bareskrim Mabes Polri, Senin (1/2/2016).
Sementara itu, Kasubnit II Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum) Bareskrim Polri AKP Chuck Putranto menjelaskan, keterangan saksi ahli ini terkait dengan masalah transplantasi organ itu.
&quot;Ya, misalnya SOPnya seperti apa (terkait transplantasi organ),&quot; kata Chuck kepada Okezone.
Menurutnya, ahli ini akan dihadirkan dalam waktu dekat. Sebab, saat ini penyidik tengah fokus melakukan pemeriksaan terhadap rumah sakit.
&quot;Dalam waktu dekat. Sekarang, kita memeriksa dari pihak rumah sakit dulu,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
