<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geliat Prostitusi Kamboja yang Diramaikan PSK Impor</title><description>Di Svay Pak, para PSK yang menjajakan diri tidaklah didominasi PSK asli Kamboja, melainkan diimpor dari negara tetangga, Vietnam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/03/18/1303431/geliat-prostitusi-kamboja-yang-diramaikan-psk-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/03/18/1303431/geliat-prostitusi-kamboja-yang-diramaikan-psk-impor"/><item><title>Geliat Prostitusi Kamboja yang Diramaikan PSK Impor</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/03/18/1303431/geliat-prostitusi-kamboja-yang-diramaikan-psk-impor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/03/18/1303431/geliat-prostitusi-kamboja-yang-diramaikan-psk-impor</guid><pubDate>Rabu 03 Februari 2016 05:03 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/03/18/1303431/geliat-prostitusi-kamboja-yang-diramaikan-psk-impor-n44pHbTBbO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prostitusi di Kamboja (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/03/18/1303431/geliat-prostitusi-kamboja-yang-diramaikan-psk-impor-n44pHbTBbO.jpg</image><title>Prostitusi di Kamboja (Foto: AFP)</title></images><description>DARI berakhirnya konflik berdarah beberapa dekade silam, perlahan Kamboja mulai membangun situasi politik dan kemasyarakatan yang lebih baik. Pariwisata dan budaya jadi salah satu modal negara kerajaan ini, termasuk eksis dan tumbuhnya wisata seks.
Perdagangan seks, sedianya sudah muncul di Kamboja sejak berabad-abad lalu. Seks bahkan acap jadi bahan transaksi kebutuhan hidup sehari-hari. Tapi di saat Kamboja &amp;ldquo;digoyang&amp;rdquo; konflik Khmer Merah (1975-1979), prostitusi di Kamboja jadi hal yang diharamkan.
Para militan komunis Khmer Merah bahkan dengan tega mengeksekusi para pekerja seks komersial (PSK) yang ketahuan menjajakan diri.

Namun ketika situasi mulai pulih, prostitusi mulai kembali marak, terlebih sejak kedatangan para personel pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Tak cukup bicara sejarah, tentu tak lengkap jika tak pula mengulas  geliat bisnis &amp;lsquo;esek-esek&amp;rsquo; Kamboja sekarang ini. Prostitusi itu sendiri  sebenarnya dilarang oleh pemerintah Kamboja. Namun bisnis seks di  sejumlah kawasan Kamboja jadi hal yang dimaklumkan masyarakatnya  sendiri.
Terkait red-light district atau lokalisasi, sedianya  Kamboja tak diketahui memiliki lokalisasi yang terpusat. Tapi yang  pasti, sejumlah bisnis seks sebagai daya tarik wisatawan, terhampar di  berbaga area Ibu Kota, Pnom Penh.

Mulai dari rumah bordil terselubung, PSK jalanan, bar-bar striptis, hingga layanan pijat &amp;lsquo;plus-plus&amp;rsquo;.  Salah satu kawasan yang paling dikenal terkait wisata seks, berlokasi  di Svay Pak. Sebuah areal di Distrik Russey Keo. Lokalisasi ini juga  acap dikenal dengan sebutan Kilometer 11 atau K11.
Di Svay Pak ini, para PSK yang menjajakan diri tidaklah  didominasi PSK asli Kamboja, melainkan &amp;ldquo;diimpor&amp;rdquo; dari negara tetangga,  Vietnam. Mereka biasa menjajakan diri dengan pelayanan seks dengan  sejumlah gubuk yang sudah disediakan.Selain di Svay Pak, wisata seks di bar-bar Pnom Penh juga   &amp;ldquo;gemerlapan&amp;rdquo; di pinggir Sungai Mekong, seperti di Jalan 51, 102, 118,   130 dan 136. Berjalan lebih jauh, para penjaja layanan birahi lainnya   juga bisa ditemukan dekat Mal Golden Sorya, hingga area Wat Phom dekat   Sungai Promenade.
Bar-bar itu buka hampir 24 jam dan menyediakan para penari  telanjang  yang bisa disewa untuk layanan seksual, baik di malam hari  maupun  siang &amp;lsquo;bolong&amp;rsquo;.

Tapi para PSK jalanan di area itu,  biasanya baru muncul di atas jam  11 malam. Mereka ini biasanya para PSK  freelance, alias tak terikat bar  maupun rumah bordil manapun.
Akan tetapi, pemerintah Kamboja terus menghadapi pekerjaan rumah   (PR) yang seakan tiada habisnya. Problem itu tak lepas dari kasus-kasus   perdagangan anak. Angka prostitusi sampai kasus pemerkosaan terbilang   sangat tinggi.Di Svay Pak sendiri, dikenal sebagai area yang ramai  mempekerjakan   PSK anak, baik yang berasal dari Kamboja sendiri, hingga  PSK anak asal   Vietnam. Bahkan di beberapa bar dan rumah bordil,  ditemukan PSK anak   yang masih berusia lima tahun!
Biasanya para PSK anak itu diburu para mucikari dari keluarga  yang   kurang mampu. Dengan dalih akan diberikan pekerjaan pelayan  restoran,   anak-anak itu malah dijadikan budak.

Derita PSK anak diperparah dengan penyekapan, terutama yang masih    &amp;ldquo;perawan&amp;rdquo;, untuk kemudian dilelang kepada para pelanggan &amp;ldquo;VIP&amp;rdquo; (Very    Important Person) macam perwira tinggi militer, politisi, pebisnis,    hingga wisatawan asing nan kaya.
Para PSK anak itu diperbudak tanpa menerima bayaran apapun dan  hanya   diberi makanan yang terbilang memprihatinkan. Tak jarang, PSK anak   juga  turut jadi korban kekerasan fisik.</description><content:encoded>DARI berakhirnya konflik berdarah beberapa dekade silam, perlahan Kamboja mulai membangun situasi politik dan kemasyarakatan yang lebih baik. Pariwisata dan budaya jadi salah satu modal negara kerajaan ini, termasuk eksis dan tumbuhnya wisata seks.
Perdagangan seks, sedianya sudah muncul di Kamboja sejak berabad-abad lalu. Seks bahkan acap jadi bahan transaksi kebutuhan hidup sehari-hari. Tapi di saat Kamboja &amp;ldquo;digoyang&amp;rdquo; konflik Khmer Merah (1975-1979), prostitusi di Kamboja jadi hal yang diharamkan.
Para militan komunis Khmer Merah bahkan dengan tega mengeksekusi para pekerja seks komersial (PSK) yang ketahuan menjajakan diri.

Namun ketika situasi mulai pulih, prostitusi mulai kembali marak, terlebih sejak kedatangan para personel pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Tak cukup bicara sejarah, tentu tak lengkap jika tak pula mengulas  geliat bisnis &amp;lsquo;esek-esek&amp;rsquo; Kamboja sekarang ini. Prostitusi itu sendiri  sebenarnya dilarang oleh pemerintah Kamboja. Namun bisnis seks di  sejumlah kawasan Kamboja jadi hal yang dimaklumkan masyarakatnya  sendiri.
Terkait red-light district atau lokalisasi, sedianya  Kamboja tak diketahui memiliki lokalisasi yang terpusat. Tapi yang  pasti, sejumlah bisnis seks sebagai daya tarik wisatawan, terhampar di  berbaga area Ibu Kota, Pnom Penh.

Mulai dari rumah bordil terselubung, PSK jalanan, bar-bar striptis, hingga layanan pijat &amp;lsquo;plus-plus&amp;rsquo;.  Salah satu kawasan yang paling dikenal terkait wisata seks, berlokasi  di Svay Pak. Sebuah areal di Distrik Russey Keo. Lokalisasi ini juga  acap dikenal dengan sebutan Kilometer 11 atau K11.
Di Svay Pak ini, para PSK yang menjajakan diri tidaklah  didominasi PSK asli Kamboja, melainkan &amp;ldquo;diimpor&amp;rdquo; dari negara tetangga,  Vietnam. Mereka biasa menjajakan diri dengan pelayanan seks dengan  sejumlah gubuk yang sudah disediakan.Selain di Svay Pak, wisata seks di bar-bar Pnom Penh juga   &amp;ldquo;gemerlapan&amp;rdquo; di pinggir Sungai Mekong, seperti di Jalan 51, 102, 118,   130 dan 136. Berjalan lebih jauh, para penjaja layanan birahi lainnya   juga bisa ditemukan dekat Mal Golden Sorya, hingga area Wat Phom dekat   Sungai Promenade.
Bar-bar itu buka hampir 24 jam dan menyediakan para penari  telanjang  yang bisa disewa untuk layanan seksual, baik di malam hari  maupun  siang &amp;lsquo;bolong&amp;rsquo;.

Tapi para PSK jalanan di area itu,  biasanya baru muncul di atas jam  11 malam. Mereka ini biasanya para PSK  freelance, alias tak terikat bar  maupun rumah bordil manapun.
Akan tetapi, pemerintah Kamboja terus menghadapi pekerjaan rumah   (PR) yang seakan tiada habisnya. Problem itu tak lepas dari kasus-kasus   perdagangan anak. Angka prostitusi sampai kasus pemerkosaan terbilang   sangat tinggi.Di Svay Pak sendiri, dikenal sebagai area yang ramai  mempekerjakan   PSK anak, baik yang berasal dari Kamboja sendiri, hingga  PSK anak asal   Vietnam. Bahkan di beberapa bar dan rumah bordil,  ditemukan PSK anak   yang masih berusia lima tahun!
Biasanya para PSK anak itu diburu para mucikari dari keluarga  yang   kurang mampu. Dengan dalih akan diberikan pekerjaan pelayan  restoran,   anak-anak itu malah dijadikan budak.

Derita PSK anak diperparah dengan penyekapan, terutama yang masih    &amp;ldquo;perawan&amp;rdquo;, untuk kemudian dilelang kepada para pelanggan &amp;ldquo;VIP&amp;rdquo; (Very    Important Person) macam perwira tinggi militer, politisi, pebisnis,    hingga wisatawan asing nan kaya.
Para PSK anak itu diperbudak tanpa menerima bayaran apapun dan  hanya   diberi makanan yang terbilang memprihatinkan. Tak jarang, PSK anak   juga  turut jadi korban kekerasan fisik.</content:encoded></item></channel></rss>
