<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dita 'Nasdem' Ternyata Kader PDIP</title><description>Dita Aditia Ismawati, staf ahli anggota DPR RI Masinton Pasaribu ternyata adalah kader PDIP.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/04/337/1305121/dita-nasdem-ternyata-kader-pdip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/04/337/1305121/dita-nasdem-ternyata-kader-pdip"/><item><title>Dita 'Nasdem' Ternyata Kader PDIP</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/04/337/1305121/dita-nasdem-ternyata-kader-pdip</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/04/337/1305121/dita-nasdem-ternyata-kader-pdip</guid><pubDate>Kamis 04 Februari 2016 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/04/337/1305121/dita-nasdem-ternyata-kader-pdip-AuzKrwOwJf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dita Aditia Ismawati (Foto: Ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/04/337/1305121/dita-nasdem-ternyata-kader-pdip-AuzKrwOwJf.jpg</image><title>Dita Aditia Ismawati (Foto: Ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA - Dita Aditia Ismawati, staf ahli anggota DPR RI Masinton Pasaribu ternyata adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, tanpa diketahui tiba-tiba dirinya terdaftar sebagai pengurus Partai Nasdem DKI Jakarta.
Humas Tenaga Ahli Fraksi PDIP Pilian PH mengatakan, masyarakat harus mengetahui sepak terjang Dita yang sedianya telah memiliki KTA PDIP sejak 2009. Hal itu pula yang membuat dia diterima oleh Fraksi PDIP sebagai tenaga ahli atau asisten pribadi anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.
&quot;Tapi entah alasan apa dan mengapa berkat kasus (dengan Masinton) ini pula si Dita ini ternyata sudah menjadi anggota Partai Nasdem bahkan pengurus Nasdem di DKI Jakarta yang sudah barang tentu juga ber-KTA Nasdem,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (4/2/2016).
Bila seorang Dita mampu memanipulasi dua partai besar, sekaliber PDIP dan Nasdem, sambung Pilian, maka tidak akan menutup kemungkinan dia juga akan mampu memanipulasi hal yang lain untuk sebuah kepentingan. Sementara kepentingan yang mana hanya dia saja yang tahu persis apa kepentingan dan keuntungan yang mau dia ambil.
&quot;Tapi menurut saya, semua yang dilakukan Dita ini tidak lebih hanya untuk kepentingan dirinya pribadi. Saya sangat yakin Dita ini sangat piawai memainkan peran untuk hal-hal yang sifatnya menguntungkan diri pribadi dan tidak menutup kemungkinan untuk kasus yang antara Dita dan Masinton Pasaribu ini,&quot; ujarnya.
Pilian menambahkan, mengenai kasus pelaporannya terhadap Masinton dengan tuduhan penganiayaan diharapkan jangan sampai tergiring oleh opini Dita. Apalagi sejauh ini informasi yang berkembang seakan sepihak dan tidak berimbang.
Hal ini pula sekaligus mengklarifikasi opini yang seolah-olah bahwa persoalan Dita vs Masinton ini adalah persoalan antara PDIP dengan Nasdem. Kata dia, tidak ada persoalan antara PDIP dan Nasdem karena hingga saat ini masih baik-baik saja.
&quot;(Nasdem dan PDIP) Semakin mesra karena sama-sama berkomitmen untuk mengawal bangsa dan negara serta pemerintahan Jokowi-JK untuk kesejahteraan rakyat,&quot; katanya.
Dirinya berharap semua pihak tidak terperangkap dengan penggiringan opini dan menyerahkan penuntasan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Sementara pihaknya juga sudah mengirimkan masukan agar keanggotaan Dita di PDIP segera dicabut.
&quot;Saya dan rekan-rekan juga sudah memberikan masukkan kepada partai dalam hal ini DPD DKI Jakarta agar segera mencabut keanggotaan partai Dita di PDIP, karena tidak menutup kemungkinan juga bila di Nasdem nanti tidak menguntungkan lagi buat Dita maka dia akan mencari partai lain,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Dita Aditia Ismawati, staf ahli anggota DPR RI Masinton Pasaribu ternyata adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun, tanpa diketahui tiba-tiba dirinya terdaftar sebagai pengurus Partai Nasdem DKI Jakarta.
Humas Tenaga Ahli Fraksi PDIP Pilian PH mengatakan, masyarakat harus mengetahui sepak terjang Dita yang sedianya telah memiliki KTA PDIP sejak 2009. Hal itu pula yang membuat dia diterima oleh Fraksi PDIP sebagai tenaga ahli atau asisten pribadi anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.
&quot;Tapi entah alasan apa dan mengapa berkat kasus (dengan Masinton) ini pula si Dita ini ternyata sudah menjadi anggota Partai Nasdem bahkan pengurus Nasdem di DKI Jakarta yang sudah barang tentu juga ber-KTA Nasdem,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (4/2/2016).
Bila seorang Dita mampu memanipulasi dua partai besar, sekaliber PDIP dan Nasdem, sambung Pilian, maka tidak akan menutup kemungkinan dia juga akan mampu memanipulasi hal yang lain untuk sebuah kepentingan. Sementara kepentingan yang mana hanya dia saja yang tahu persis apa kepentingan dan keuntungan yang mau dia ambil.
&quot;Tapi menurut saya, semua yang dilakukan Dita ini tidak lebih hanya untuk kepentingan dirinya pribadi. Saya sangat yakin Dita ini sangat piawai memainkan peran untuk hal-hal yang sifatnya menguntungkan diri pribadi dan tidak menutup kemungkinan untuk kasus yang antara Dita dan Masinton Pasaribu ini,&quot; ujarnya.
Pilian menambahkan, mengenai kasus pelaporannya terhadap Masinton dengan tuduhan penganiayaan diharapkan jangan sampai tergiring oleh opini Dita. Apalagi sejauh ini informasi yang berkembang seakan sepihak dan tidak berimbang.
Hal ini pula sekaligus mengklarifikasi opini yang seolah-olah bahwa persoalan Dita vs Masinton ini adalah persoalan antara PDIP dengan Nasdem. Kata dia, tidak ada persoalan antara PDIP dan Nasdem karena hingga saat ini masih baik-baik saja.
&quot;(Nasdem dan PDIP) Semakin mesra karena sama-sama berkomitmen untuk mengawal bangsa dan negara serta pemerintahan Jokowi-JK untuk kesejahteraan rakyat,&quot; katanya.
Dirinya berharap semua pihak tidak terperangkap dengan penggiringan opini dan menyerahkan penuntasan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Sementara pihaknya juga sudah mengirimkan masukan agar keanggotaan Dita di PDIP segera dicabut.
&quot;Saya dan rekan-rekan juga sudah memberikan masukkan kepada partai dalam hal ini DPD DKI Jakarta agar segera mencabut keanggotaan partai Dita di PDIP, karena tidak menutup kemungkinan juga bila di Nasdem nanti tidak menguntungkan lagi buat Dita maka dia akan mencari partai lain,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
