<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tulang Punggung Keluarga, Bocah SD Penjual Makaroni Jadi Sorotan</title><description>Postingan Ika cukup menarik simpati nitizen dengan puluhan like dan ribuan kali dibagikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/05/512/1305634/tulang-punggung-keluarga-bocah-sd-penjual-makaroni-jadi-sorotan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/05/512/1305634/tulang-punggung-keluarga-bocah-sd-penjual-makaroni-jadi-sorotan"/><item><title>Tulang Punggung Keluarga, Bocah SD Penjual Makaroni Jadi Sorotan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/05/512/1305634/tulang-punggung-keluarga-bocah-sd-penjual-makaroni-jadi-sorotan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/05/512/1305634/tulang-punggung-keluarga-bocah-sd-penjual-makaroni-jadi-sorotan</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2016 14:54 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/05/512/1305634/jadi-sorotan-bocah-sd-penjual-makaroni-sebagai-tulang-punggung-keluarga-pKj9fDjDJn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eko siswa SD di Semarang menjajakan makarno untuk sekolah (foto: semarangpos)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/05/512/1305634/jadi-sorotan-bocah-sd-penjual-makaroni-sebagai-tulang-punggung-keluarga-pKj9fDjDJn.jpg</image><title>Eko siswa SD di Semarang menjajakan makarno untuk sekolah (foto: semarangpos)</title></images><description>SOLO - Seorang bocah laki-laki yang masih bersekolah kelas II sekolah dasar (SD) di Semarang menarik simpati netizen karena kegigihannya menjual makaroni goreng dengan sepedanya. Menurut penuturan Ika Yulianti di akun Facebook-nya, sepulang dari kantor dirinya bertemu dengan anak tersebut pada Rabu lalu.
&amp;ldquo;Hari Rabu kmrn [kemarin], sepulang dr kantor gak sengaja melihat anak kecil yg tengah mengayuh sepeda sambil membawa kardus berisi makaroni. Krn [Karena] penasaran, saya minta adik itu minggir, dan saya tanya macam2.. Ternyata namanya Eko, kelas 2 [II} di SD Pedurungan, tinggal di dkt [dekat] Perum Ganesha, tidak setiap hari dia jualan makroni keliling spt [seperti] itu, hanya pas ibunya kuat menggoreng dan membungkusi, maka ia akan keliling menjajakannya,&amp;rdquo; ujar Ika Yulianti, seperti dikutip Semarangpos.com dari Facebook, Jumat (5/4/2016).
Ika Yulianti menceritakan dirinya sempat menanyakan kehidupan bocah bernama Eko tersebut. Bocah tersebut berjualan untuk membantu ibunya yang sakit ginjal karena ayahnya sudah meninggal dunia.
&amp;ldquo;Deg..ya Robbi, terharu bgt mendengar ceritanya..seorang anak yatim yang rela membantu ibunya mencari nafkah halal.. Akhrnya saya meminta Eko untuk mengantar ke rumahnya, saya ingin bertemu dengan ibunya,&amp;rdquo; jelas Ika.
Ika kemudian bercerita bahwa dirinya ke kos tempat Eko dan keluarganya tinggal. Rumah kos yang ditinggali Eko, kata Ika, berukuran kurang lebih 3 meter x 3 meter. Di rumah kos tersebut Eko tinggal bersama ibunya bernama Dewi dan adiknya yang masih berumur dua tahun. Di kamar itu, mereka juga jualan kecil-kecilan.
&amp;ldquo;Ya Alloh, terharu sekali saya mendengar cerita Bu Dewi, meskipun masih SD kelas II, tapi pikirannya dewasa. Dia [Eko] jg bs [juga bisa] momong adeknya, dia [Eko] juga melarang ibunya ikut berjualan keliling, krn [karena] khawatir ibunya nanti sakit karena tidak kuat jalan jauh,&amp;rdquo; jelas Ika.
Postingan Ika cukup menarik simpati nitizen dengan puluhan like dan ribuan kali dibagikan.
&amp;ldquo;Nikmat nikmat mana lagi yang aku dustakan, ampuni aku ya Robbi, insyaallah kalau ke smg mau titip sesuatu buat eko ya mbak,&amp;rdquo; ujar Nur Fitriana mengomentari postingan Ika.
&amp;ldquo;Nuwun sharingnya mbak..mengingatkan diriku utk selalu bersyukur dan bersyukur,&amp;rdquo; imbuh pemilik akun Nunung Astuti.
&amp;ldquo;Bu Ika luar biasa, semoga Allah mengganti kebaikan hati njenengan sdh membantu eko. Selamat berjuang ya dek Eko semoga Allah membuka jalan kemudahan untuk pengobatan sakit ginjal Ibundanya Amin,&amp;rdquo; Nur Laela.</description><content:encoded>SOLO - Seorang bocah laki-laki yang masih bersekolah kelas II sekolah dasar (SD) di Semarang menarik simpati netizen karena kegigihannya menjual makaroni goreng dengan sepedanya. Menurut penuturan Ika Yulianti di akun Facebook-nya, sepulang dari kantor dirinya bertemu dengan anak tersebut pada Rabu lalu.
&amp;ldquo;Hari Rabu kmrn [kemarin], sepulang dr kantor gak sengaja melihat anak kecil yg tengah mengayuh sepeda sambil membawa kardus berisi makaroni. Krn [Karena] penasaran, saya minta adik itu minggir, dan saya tanya macam2.. Ternyata namanya Eko, kelas 2 [II} di SD Pedurungan, tinggal di dkt [dekat] Perum Ganesha, tidak setiap hari dia jualan makroni keliling spt [seperti] itu, hanya pas ibunya kuat menggoreng dan membungkusi, maka ia akan keliling menjajakannya,&amp;rdquo; ujar Ika Yulianti, seperti dikutip Semarangpos.com dari Facebook, Jumat (5/4/2016).
Ika Yulianti menceritakan dirinya sempat menanyakan kehidupan bocah bernama Eko tersebut. Bocah tersebut berjualan untuk membantu ibunya yang sakit ginjal karena ayahnya sudah meninggal dunia.
&amp;ldquo;Deg..ya Robbi, terharu bgt mendengar ceritanya..seorang anak yatim yang rela membantu ibunya mencari nafkah halal.. Akhrnya saya meminta Eko untuk mengantar ke rumahnya, saya ingin bertemu dengan ibunya,&amp;rdquo; jelas Ika.
Ika kemudian bercerita bahwa dirinya ke kos tempat Eko dan keluarganya tinggal. Rumah kos yang ditinggali Eko, kata Ika, berukuran kurang lebih 3 meter x 3 meter. Di rumah kos tersebut Eko tinggal bersama ibunya bernama Dewi dan adiknya yang masih berumur dua tahun. Di kamar itu, mereka juga jualan kecil-kecilan.
&amp;ldquo;Ya Alloh, terharu sekali saya mendengar cerita Bu Dewi, meskipun masih SD kelas II, tapi pikirannya dewasa. Dia [Eko] jg bs [juga bisa] momong adeknya, dia [Eko] juga melarang ibunya ikut berjualan keliling, krn [karena] khawatir ibunya nanti sakit karena tidak kuat jalan jauh,&amp;rdquo; jelas Ika.
Postingan Ika cukup menarik simpati nitizen dengan puluhan like dan ribuan kali dibagikan.
&amp;ldquo;Nikmat nikmat mana lagi yang aku dustakan, ampuni aku ya Robbi, insyaallah kalau ke smg mau titip sesuatu buat eko ya mbak,&amp;rdquo; ujar Nur Fitriana mengomentari postingan Ika.
&amp;ldquo;Nuwun sharingnya mbak..mengingatkan diriku utk selalu bersyukur dan bersyukur,&amp;rdquo; imbuh pemilik akun Nunung Astuti.
&amp;ldquo;Bu Ika luar biasa, semoga Allah mengganti kebaikan hati njenengan sdh membantu eko. Selamat berjuang ya dek Eko semoga Allah membuka jalan kemudahan untuk pengobatan sakit ginjal Ibundanya Amin,&amp;rdquo; Nur Laela.</content:encoded></item></channel></rss>
