<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom Kembar Sasar Kamp Pengungsi, 60 Orang Tewas</title><description>Sementara pembom bunuh diri ketiga lebih dulu ditangkap aparat Nigeria sebelum meledakkan diri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/11/18/1309211/bom-kembar-sasar-kamp-pengungsi-60-orang-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/11/18/1309211/bom-kembar-sasar-kamp-pengungsi-60-orang-tewas"/><item><title>Bom Kembar Sasar Kamp Pengungsi, 60 Orang Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/11/18/1309211/bom-kembar-sasar-kamp-pengungsi-60-orang-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/11/18/1309211/bom-kembar-sasar-kamp-pengungsi-60-orang-tewas</guid><pubDate>Kamis 11 Februari 2016 02:34 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/11/18/1309211/bom-kembar-boko-haram-sasar-kamp-pengungsi-60-tewas-QtWAsHKPAk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serangan bom Boko Haram (Foto: Afolabi Sotunde/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/11/18/1309211/bom-kembar-boko-haram-sasar-kamp-pengungsi-60-tewas-QtWAsHKPAk.jpg</image><title>Serangan bom Boko Haram (Foto: Afolabi Sotunde/REUTERS)</title></images><description>DIKWA &amp;ndash; Aksi terorisme Boko Haram kembali menuai puluhan nyawa melayang. Kali ini sebuah kamp pengungsi di Dikwa, kawasan Borno, Nigeria Utara, jadi sasaran pemboman bunuh diri.
Bom bunuh diri kembar ini diidentifikasi dilakukan tiga militan perempuan Boko Haram. Lebih dari 60 orang tewas dan sedikitnya 70 pengungsi yang tengah sarapan pagi, terluka.
Sementara pembom bunuh diri ketiga lebih dulu ditangkap aparat Nigeria sebelum meledakkan diri di kamp pengungsi yang sedikitnya menampung 50 ribu pengungsi itu.
Sejatinya pemboman ini terjadi pada Selasa, 9 Februari 2016. Tapi karena masalah teknis dengan jaringan komunikasi, peristiwa ini baru diterima media-media lokal pada Rabu, 10 Februari 2016 waktu setempat (Kamis, 11 Februari WIB).
&amp;ldquo;Antara pukul 6.00 dan 7.00 pagi ketika orang-orang mengantre untuk sarapan pagi, terjadi ledakan. Saat situasi menjadi kacau, terjadi ledakan kedua,&amp;rdquo; ungkap seorang saksi mata, Mustapha Ali, sebagaimana dilansir Sputnik, Kamis (11/2/2016).
&amp;ldquo;Kami tak bisa mengendalikan pergerakan kami. Hanya pemerintah yang bisa memutuskan di mana kami bisa tinggal. Tapi kami berharap mereka akan merelokasi kami ke Maiduguri, karena kami masih berada di zona perang, meski kami sudah dikelilingi tentara penjaga,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>DIKWA &amp;ndash; Aksi terorisme Boko Haram kembali menuai puluhan nyawa melayang. Kali ini sebuah kamp pengungsi di Dikwa, kawasan Borno, Nigeria Utara, jadi sasaran pemboman bunuh diri.
Bom bunuh diri kembar ini diidentifikasi dilakukan tiga militan perempuan Boko Haram. Lebih dari 60 orang tewas dan sedikitnya 70 pengungsi yang tengah sarapan pagi, terluka.
Sementara pembom bunuh diri ketiga lebih dulu ditangkap aparat Nigeria sebelum meledakkan diri di kamp pengungsi yang sedikitnya menampung 50 ribu pengungsi itu.
Sejatinya pemboman ini terjadi pada Selasa, 9 Februari 2016. Tapi karena masalah teknis dengan jaringan komunikasi, peristiwa ini baru diterima media-media lokal pada Rabu, 10 Februari 2016 waktu setempat (Kamis, 11 Februari WIB).
&amp;ldquo;Antara pukul 6.00 dan 7.00 pagi ketika orang-orang mengantre untuk sarapan pagi, terjadi ledakan. Saat situasi menjadi kacau, terjadi ledakan kedua,&amp;rdquo; ungkap seorang saksi mata, Mustapha Ali, sebagaimana dilansir Sputnik, Kamis (11/2/2016).
&amp;ldquo;Kami tak bisa mengendalikan pergerakan kami. Hanya pemerintah yang bisa memutuskan di mana kami bisa tinggal. Tapi kami berharap mereka akan merelokasi kami ke Maiduguri, karena kami masih berada di zona perang, meski kami sudah dikelilingi tentara penjaga,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
