<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prostitusi Selbar Nan Bebas hingga Diiklankan Layar Kaca</title><description>Sejak diterbitkannya Prostitution Reform Act pada 2003, Selandia Baru jadi salah satu negara paling liberal jika bicara prostitusi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/11/18/1309255/prostitusi-selbar-nan-bebas-hingga-diiklankan-layar-kaca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/11/18/1309255/prostitusi-selbar-nan-bebas-hingga-diiklankan-layar-kaca"/><item><title>Prostitusi Selbar Nan Bebas hingga Diiklankan Layar Kaca</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/11/18/1309255/prostitusi-selbar-nan-bebas-hingga-diiklankan-layar-kaca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/11/18/1309255/prostitusi-selbar-nan-bebas-hingga-diiklankan-layar-kaca</guid><pubDate>Kamis 11 Februari 2016 06:03 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/11/18/1309255/prostitusi-selbar-nan-bebas-hingga-diiklankan-layar-kaca-ytf2v8Bhph.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi prostitusi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/11/18/1309255/prostitusi-selbar-nan-bebas-hingga-diiklankan-layar-kaca-ytf2v8Bhph.jpg</image><title>Ilustrasi prostitusi (Foto: Reuters)</title></images><description>SECARA perlahan, Selandia Baru (Selbar) mulai menyaingi Australia sebagai destinasi wisata di Oseania bagi para turis Asia, hingga Eropa dan Benua Amerika.
Selbar sebagai destinasi pelesiran yang terbilang anyar, tak lepas dari peran sejumlah situs dan tempat pembuatan film box office ternama.
Sebut saja film-film franchise &amp;ldquo;The Lord of the Rings&amp;rdquo;, di mana Ibu Kota Wellington dan Kota Queenstown merupakan dua dari berbagai lokasi pembuatan filmnya selain di Gunung Tongariro.

Mau lihat situs rumah-rumah Hobbit yang turut jadi bagian film garapan Peter Jackson? Di Matamata, kawasan Waikato, tepatnya dua jam dari Auckland, Selbar lokasinya.Cukup bicara tentang &amp;ldquo;The Lord of the Rings&quot;, Negeri Kiwi yang belum  lama ini mengganti bendera nasionalnya itu juga dikenal dengan wisata  seksnya. Untuk diketahui, sejak 2003 Selbar baru melegalkan prostitusi,  berdirinya rumah bordil, serta bisnis mucikari.
Sejak saat itu, rumah-rumah bordil hingga kios-kios pijat &amp;lsquo;plus-plus&amp;rsquo;  meningkat jumlahnya dan tak lagi beroperasi secara terselubung. Sedari  kala itu pula, Selbar jadi salah satu negara paling liberal soal bisnis  &amp;lsquo;esek-esek&amp;rsquo; dengan berupa-rupa bentuk.

Perubahan lewat &amp;ldquo;Prostitution Reform Act&amp;rdquo;, membolehkan para pekerja  seks komersial (PSK) berusia 18 tahun ke atas, mendapat pengakuan,  hak-haknya serta akses perlindungan kepolisian.
Kini, para PSK jalanan juga bebas menjajakan transaksi seks pada  malam hari di beragam &amp;ldquo;red-light district&amp;rdquo; atau lokalisasi, baik di  Wellington, Auckland, hingga Christchurch.Spot-spot PSK jalanan di Auckland sendiri biasanya marak di area-area   seperti Karanghape Road, Hunters Corner. Sementara di Wellington,   bisnis seks berpusat di pusat kota, tepatnya di sudut Jalan Cuba dan   Marion.
Adapun di Christchurch, para kupu-kupu malam ini biasanya &amp;lsquo;mangkal&amp;rsquo; di Ferry Road dan Manchester Street.

Tidak hanya PSK jalanan dan rumah bordil, di Selbar juga marak   terkait eksisnya biro-biro &amp;ldquo;escort&amp;rdquo; atau wanita pendamping, serta   klub-klub striptis (penari telanjang), hingga klub-klub &amp;ldquo;swinger&amp;rdquo; atau   pertukaran pasangan.
Meningkatnya wisata seks di Selbar juga tak lepas dari peran   periklanan. Ya, prostitusi di Selbar turut diiklankan di berbagai media,   baik cetak maupun elektronik sebagai pemandu singkat para turis yang   &amp;ldquo;buta&amp;rdquo; akan kawasan di Selbar.Seperti dikutip gonewzealand.about.com, sejumlah rumah bordil dan    biro wanita pendamping, relatif mudah ditemukan lewat internet,    koran-koran nasional maupun lokal, majalah, hingga iklan di televisi    yang biasanya ditayangkan channel-channel lokal pada tengah malam.
Di sisi lain sebagaimana di beberapa negara, prostitusi anak di bawah    umur juga jadi pekerjaan rumah tersendiri buat otoritas Selbar.    Beberapa waktu silam, lembaga swadaya masyarakat (LSM) penentang PSK    anak, ECPAT New Zealand, sempat mencatatkan adanya 210 PSK anak.

Mereka berusia di bawah 18 tahun dan bahkan pada beberapa kasus di    Auckland, ditemukan PSK anak berumur 10,11 hingga 13 tahun. Diduga kuat,    kebanyakan dari mereka dijadikan PSK oleh anggota-anggota geng.
Meski otoritas Selbar beberapa kali melancarkan razia dan menangkapi    para PSK anak yang menjajakan diri di pinggir jalan, namun eksistensi    PSK anak dan pelajar masih muncul secara terselubung.</description><content:encoded>SECARA perlahan, Selandia Baru (Selbar) mulai menyaingi Australia sebagai destinasi wisata di Oseania bagi para turis Asia, hingga Eropa dan Benua Amerika.
Selbar sebagai destinasi pelesiran yang terbilang anyar, tak lepas dari peran sejumlah situs dan tempat pembuatan film box office ternama.
Sebut saja film-film franchise &amp;ldquo;The Lord of the Rings&amp;rdquo;, di mana Ibu Kota Wellington dan Kota Queenstown merupakan dua dari berbagai lokasi pembuatan filmnya selain di Gunung Tongariro.

Mau lihat situs rumah-rumah Hobbit yang turut jadi bagian film garapan Peter Jackson? Di Matamata, kawasan Waikato, tepatnya dua jam dari Auckland, Selbar lokasinya.Cukup bicara tentang &amp;ldquo;The Lord of the Rings&quot;, Negeri Kiwi yang belum  lama ini mengganti bendera nasionalnya itu juga dikenal dengan wisata  seksnya. Untuk diketahui, sejak 2003 Selbar baru melegalkan prostitusi,  berdirinya rumah bordil, serta bisnis mucikari.
Sejak saat itu, rumah-rumah bordil hingga kios-kios pijat &amp;lsquo;plus-plus&amp;rsquo;  meningkat jumlahnya dan tak lagi beroperasi secara terselubung. Sedari  kala itu pula, Selbar jadi salah satu negara paling liberal soal bisnis  &amp;lsquo;esek-esek&amp;rsquo; dengan berupa-rupa bentuk.

Perubahan lewat &amp;ldquo;Prostitution Reform Act&amp;rdquo;, membolehkan para pekerja  seks komersial (PSK) berusia 18 tahun ke atas, mendapat pengakuan,  hak-haknya serta akses perlindungan kepolisian.
Kini, para PSK jalanan juga bebas menjajakan transaksi seks pada  malam hari di beragam &amp;ldquo;red-light district&amp;rdquo; atau lokalisasi, baik di  Wellington, Auckland, hingga Christchurch.Spot-spot PSK jalanan di Auckland sendiri biasanya marak di area-area   seperti Karanghape Road, Hunters Corner. Sementara di Wellington,   bisnis seks berpusat di pusat kota, tepatnya di sudut Jalan Cuba dan   Marion.
Adapun di Christchurch, para kupu-kupu malam ini biasanya &amp;lsquo;mangkal&amp;rsquo; di Ferry Road dan Manchester Street.

Tidak hanya PSK jalanan dan rumah bordil, di Selbar juga marak   terkait eksisnya biro-biro &amp;ldquo;escort&amp;rdquo; atau wanita pendamping, serta   klub-klub striptis (penari telanjang), hingga klub-klub &amp;ldquo;swinger&amp;rdquo; atau   pertukaran pasangan.
Meningkatnya wisata seks di Selbar juga tak lepas dari peran   periklanan. Ya, prostitusi di Selbar turut diiklankan di berbagai media,   baik cetak maupun elektronik sebagai pemandu singkat para turis yang   &amp;ldquo;buta&amp;rdquo; akan kawasan di Selbar.Seperti dikutip gonewzealand.about.com, sejumlah rumah bordil dan    biro wanita pendamping, relatif mudah ditemukan lewat internet,    koran-koran nasional maupun lokal, majalah, hingga iklan di televisi    yang biasanya ditayangkan channel-channel lokal pada tengah malam.
Di sisi lain sebagaimana di beberapa negara, prostitusi anak di bawah    umur juga jadi pekerjaan rumah tersendiri buat otoritas Selbar.    Beberapa waktu silam, lembaga swadaya masyarakat (LSM) penentang PSK    anak, ECPAT New Zealand, sempat mencatatkan adanya 210 PSK anak.

Mereka berusia di bawah 18 tahun dan bahkan pada beberapa kasus di    Auckland, ditemukan PSK anak berumur 10,11 hingga 13 tahun. Diduga kuat,    kebanyakan dari mereka dijadikan PSK oleh anggota-anggota geng.
Meski otoritas Selbar beberapa kali melancarkan razia dan menangkapi    para PSK anak yang menjajakan diri di pinggir jalan, namun eksistensi    PSK anak dan pelajar masih muncul secara terselubung.</content:encoded></item></channel></rss>
