<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan Bersejarah Paus &amp; Pemimpin Kristen Ortodoks di Kuba</title><description>Terpisah 1.000 tahun, dua pemimpin Gereja Katolik dan Ortodoks bertemu di Bandara Kuba.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/13/18/1311017/pertemuan-bersejarah-paus-pemimpin-kristen-ortodoks-di-kuba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/13/18/1311017/pertemuan-bersejarah-paus-pemimpin-kristen-ortodoks-di-kuba"/><item><title>Pertemuan Bersejarah Paus &amp; Pemimpin Kristen Ortodoks di Kuba</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/13/18/1311017/pertemuan-bersejarah-paus-pemimpin-kristen-ortodoks-di-kuba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/13/18/1311017/pertemuan-bersejarah-paus-pemimpin-kristen-ortodoks-di-kuba</guid><pubDate>Sabtu 13 Februari 2016 03:36 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/13/18/1311017/pertemuan-bersejarah-paus-pemimpin-kristen-ortodoks-di-kuba-FgseBb2PhU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertemuan Paus Fransiskus (kanan) &amp; Patriark Kirill I di Kuba (Foto: Adalberto Roque/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/13/18/1311017/pertemuan-bersejarah-paus-pemimpin-kristen-ortodoks-di-kuba-FgseBb2PhU.jpg</image><title>Pertemuan Paus Fransiskus (kanan) &amp; Patriark Kirill I di Kuba (Foto: Adalberto Roque/REUTERS)</title></images><description>HAVANA &amp;ndash; Untuk pertama kalinya dalam sejarah seribu tahun, dua pemimpin Kristiani, Paus Fransiskus dan Patriark Kirill I bersua, bukan di Vatikan ataupun Moksva, melainkan di Havana, Kuba, Jumat, 12 Februari 2016 waktu setempat.
Sebelumnya, Kristen Katolik dan Ortodoks sempat terpisah selama seribu tahun lamanya dan sebelum saat ini, belum pernah sekalipun pemimpin Gereja Katolik dan Ortodoks bertatap muka sejak tahun 1438.
Keduanya bersua di sebuah ruangan pertemuan di Bandara Internasional Jos&amp;eacute; Mart&amp;iacute; Havana, Kuba dan sempat menyampaikan kebahagiaannya bisa saling bertemu, sebelum mengadakan pembicaraan tertutup selama dua jam.
&amp;ldquo;Pada akhirnya, kita semua bersaudara,&amp;rdquo; cetus Paus Fransiskus, seperti dinukil Russia Today, Sabtu (13/2/2016).
Membalas sambutan Paus, Patriark Kirill I menyatakan pertemuan mereka bisa terjadi karena kehendak Tuhan. &amp;ldquo;Sekarang, semua (persoalan antara Katolik dan Ortodoks) akan lebih mudah,&amp;rdquo; timpal Patriark Kirill I.
&amp;ldquo;Ini bukti bahwa pertemuan ini merupakan kehendak Tuhan. Kami bertemu di waktu dan tempat yang tepat. Sekali lagi saya ingin menegaskan, bahwa semua ini terjadi karena kehendak Tuhan,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>HAVANA &amp;ndash; Untuk pertama kalinya dalam sejarah seribu tahun, dua pemimpin Kristiani, Paus Fransiskus dan Patriark Kirill I bersua, bukan di Vatikan ataupun Moksva, melainkan di Havana, Kuba, Jumat, 12 Februari 2016 waktu setempat.
Sebelumnya, Kristen Katolik dan Ortodoks sempat terpisah selama seribu tahun lamanya dan sebelum saat ini, belum pernah sekalipun pemimpin Gereja Katolik dan Ortodoks bertatap muka sejak tahun 1438.
Keduanya bersua di sebuah ruangan pertemuan di Bandara Internasional Jos&amp;eacute; Mart&amp;iacute; Havana, Kuba dan sempat menyampaikan kebahagiaannya bisa saling bertemu, sebelum mengadakan pembicaraan tertutup selama dua jam.
&amp;ldquo;Pada akhirnya, kita semua bersaudara,&amp;rdquo; cetus Paus Fransiskus, seperti dinukil Russia Today, Sabtu (13/2/2016).
Membalas sambutan Paus, Patriark Kirill I menyatakan pertemuan mereka bisa terjadi karena kehendak Tuhan. &amp;ldquo;Sekarang, semua (persoalan antara Katolik dan Ortodoks) akan lebih mudah,&amp;rdquo; timpal Patriark Kirill I.
&amp;ldquo;Ini bukti bahwa pertemuan ini merupakan kehendak Tuhan. Kami bertemu di waktu dan tempat yang tepat. Sekali lagi saya ingin menegaskan, bahwa semua ini terjadi karena kehendak Tuhan,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
