<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Hary Tanoe Merintis Usaha ketika Muda</title><description>Kala itu usahanya merintis perusahaan sekuritas di Surabaya, Jawa Timur  menyebabkan dirinya bekerja mulai pukul 07.00-02.00 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/13/337/1311356/cerita-hary-tanoe-merintis-usaha-ketika-muda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/13/337/1311356/cerita-hary-tanoe-merintis-usaha-ketika-muda"/><item><title>Cerita Hary Tanoe Merintis Usaha ketika Muda</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/13/337/1311356/cerita-hary-tanoe-merintis-usaha-ketika-muda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/13/337/1311356/cerita-hary-tanoe-merintis-usaha-ketika-muda</guid><pubDate>Sabtu 13 Februari 2016 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/13/337/1311356/cerita-hary-tanoe-merintis-usaha-ketika-muda-7fuGeuVvDN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/13/337/1311356/cerita-hary-tanoe-merintis-usaha-ketika-muda-7fuGeuVvDN.jpg</image><title>Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (Okezone)</title></images><description>BOGOR - Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) mengungkapkan pengalamannya saat merintis usaha sewaktu muda. Hal itu diutarakannya ketika melantik 40 pengurus DPC dan 2.000 pengurus DPRT Kabupaten Bogor, Sabtu (13/2/2016).
&quot;Saya lulus kuliah 1989, bidang keuangan,&quot; ujar Hary Tanoe di Hotel Lorien, Sentul, Bogor.
Ia menceritakan, kala itu usahanya merintis perusahaan sekuritas di Surabaya, Jawa Timur menyebabkan dirinya bekerja mulai pukul 07.00-02.00 WIB.
&quot;Awalnya, sekuritas di Surabaya. Tidak maju-maju. Kerja jam 07.00 pagi sampai jam 02.00 dini hari. Waktu usia 24 tahun,&quot; seru Hary Tanoe.
Meski telah bekerja keras, usaha yang dirintisnya tidak mengalami kemajuan. Hary Tanoe menyadari, bahwa perputaran uang lebih banyak di Jakarta. Bahkan, mencapai 95 persen. Hal itu membuatnya pindah menuju Ibu Kota.
&quot;Pasar modal perputaran uang 95 persen di Jakarta. Akhirnya, saya hijrah ke Jakarta tahun 1990 bulan Februari. Lalu karier saya meningkat, dengan militansi sama cara kerja berbeda,&quot; lanjutnya.
Usaha yang dirintisnya tidak berhenti. Tahun1993, ia merambah nasabah asing untuk memperkuat usahanya. Alhasil, di usia 27 tahun, ia sudah bisa membeli Hotel Hyatt yang berada di gedung Aryaduta Jakarta.
&quot;Singkat cerita, 1991 saya dapat nasabah asing. 1993 saat usia 27 tahun saya beli Hotel Hyatt,&quot; kenangnya.
Hary Tanoe berharap kepada Kader Partai Paerindo untuk bekerja secara militan guna mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
&quot;Kalau Anda dilahirkan miskin, itu bukan salah Anda. Tapi kalau mati miskin, itu salah anda,&quot; ujar Hary Tanoe.</description><content:encoded>BOGOR - Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) mengungkapkan pengalamannya saat merintis usaha sewaktu muda. Hal itu diutarakannya ketika melantik 40 pengurus DPC dan 2.000 pengurus DPRT Kabupaten Bogor, Sabtu (13/2/2016).
&quot;Saya lulus kuliah 1989, bidang keuangan,&quot; ujar Hary Tanoe di Hotel Lorien, Sentul, Bogor.
Ia menceritakan, kala itu usahanya merintis perusahaan sekuritas di Surabaya, Jawa Timur menyebabkan dirinya bekerja mulai pukul 07.00-02.00 WIB.
&quot;Awalnya, sekuritas di Surabaya. Tidak maju-maju. Kerja jam 07.00 pagi sampai jam 02.00 dini hari. Waktu usia 24 tahun,&quot; seru Hary Tanoe.
Meski telah bekerja keras, usaha yang dirintisnya tidak mengalami kemajuan. Hary Tanoe menyadari, bahwa perputaran uang lebih banyak di Jakarta. Bahkan, mencapai 95 persen. Hal itu membuatnya pindah menuju Ibu Kota.
&quot;Pasar modal perputaran uang 95 persen di Jakarta. Akhirnya, saya hijrah ke Jakarta tahun 1990 bulan Februari. Lalu karier saya meningkat, dengan militansi sama cara kerja berbeda,&quot; lanjutnya.
Usaha yang dirintisnya tidak berhenti. Tahun1993, ia merambah nasabah asing untuk memperkuat usahanya. Alhasil, di usia 27 tahun, ia sudah bisa membeli Hotel Hyatt yang berada di gedung Aryaduta Jakarta.
&quot;Singkat cerita, 1991 saya dapat nasabah asing. 1993 saat usia 27 tahun saya beli Hotel Hyatt,&quot; kenangnya.
Hary Tanoe berharap kepada Kader Partai Paerindo untuk bekerja secara militan guna mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
&quot;Kalau Anda dilahirkan miskin, itu bukan salah Anda. Tapi kalau mati miskin, itu salah anda,&quot; ujar Hary Tanoe.</content:encoded></item></channel></rss>
