<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Harus Aware Masalah Honorer</title><description>Tenaga honorer bisa dipecahkan dengan mengalokasikan tenaga honorer sesuai daerah yang membutuhkan</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/13/337/1311360/pemerintah-harus-aware-masalah-honorer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/13/337/1311360/pemerintah-harus-aware-masalah-honorer"/><item><title>Pemerintah Harus Aware Masalah Honorer</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/13/337/1311360/pemerintah-harus-aware-masalah-honorer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/13/337/1311360/pemerintah-harus-aware-masalah-honorer</guid><pubDate>Sabtu 13 Februari 2016 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Bisma Alief</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/13/337/1311360/pemerintah-harus-aware-masalah-honorer-t63dpWAOoP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/13/337/1311360/pemerintah-harus-aware-masalah-honorer-t63dpWAOoP.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi Okezone</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Azwar Abubakar, mengatakan permasalahan tenaga honorer bisa dipecahkan dengan mengalokasikan tenaga honorer sesuai daerah yang membutuhkan dan kompetensi dari tenaga honorer sendiri.
&quot;Pemerintah harus aware (sadar) . Prinsip kebutuhan daerah berapa. Ya itu harus dipenuhi dan dirapikan. Kedua kompetensi, jadi tidak bisa sembarangan. Contoh hanya S1 yang jadi guru,&quot; katanya saat menghadiri acara diskusi 'Mengejar Takdir Tenaga Honorer' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/2/2016).
Untuk ke depannya, Azwar menyarankan agar pemerintah lebih tegas soal aturan tenaga honorer. Sementara untuk penerimaan tergantung seleksi dan kebutuhan, pengangkatan juga harus secara bertahap.
&quot;Kalau butuh tenaga diangkatnya menjadi PNS (pegawai negeri sipil), jangan lagi tenaga honorer. Bila memang harus honorer, dipetakan terlebih dahulu mana daerah yang paling membutuhkan,&quot; pungkas dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Azwar Abubakar, mengatakan permasalahan tenaga honorer bisa dipecahkan dengan mengalokasikan tenaga honorer sesuai daerah yang membutuhkan dan kompetensi dari tenaga honorer sendiri.
&quot;Pemerintah harus aware (sadar) . Prinsip kebutuhan daerah berapa. Ya itu harus dipenuhi dan dirapikan. Kedua kompetensi, jadi tidak bisa sembarangan. Contoh hanya S1 yang jadi guru,&quot; katanya saat menghadiri acara diskusi 'Mengejar Takdir Tenaga Honorer' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/2/2016).
Untuk ke depannya, Azwar menyarankan agar pemerintah lebih tegas soal aturan tenaga honorer. Sementara untuk penerimaan tergantung seleksi dan kebutuhan, pengangkatan juga harus secara bertahap.
&quot;Kalau butuh tenaga diangkatnya menjadi PNS (pegawai negeri sipil), jangan lagi tenaga honorer. Bila memang harus honorer, dipetakan terlebih dahulu mana daerah yang paling membutuhkan,&quot; pungkas dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
