<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diajak Selfie, Bayi Lumba-Lumba Mati</title><description>Seekor bayi lumba-lumba jenis fransiskan tewas di Resor Pantai Santa Teresita, Buenos Aires, Argentina, pekan lalu setelah diajak selfie.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/18/18/1315746/diajak-selfie-bayi-lumba-lumba-mati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/18/18/1315746/diajak-selfie-bayi-lumba-lumba-mati"/><item><title>Diajak Selfie, Bayi Lumba-Lumba Mati</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/18/18/1315746/diajak-selfie-bayi-lumba-lumba-mati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/18/18/1315746/diajak-selfie-bayi-lumba-lumba-mati</guid><pubDate>Kamis 18 Februari 2016 20:11 WIB</pubDate><dc:creator>Dara Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/18/18/1315746/diajak-selfie-bayi-lumba-lumba-mati-QJhl7cxwe9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bayi lumba-lumba Fransiskan meninggal setelah diajak ber-{selfie} ria. (Foto: Metro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/18/18/1315746/diajak-selfie-bayi-lumba-lumba-mati-QJhl7cxwe9.jpg</image><title>Bayi lumba-lumba Fransiskan meninggal setelah diajak ber-{selfie} ria. (Foto: Metro)</title></images><description>BUENOS AIRES &amp;ndash; Seekor bayi lumba-lumba jenis fransiskan tewas di Resor Pantai Santa Teresita, Buenos Aires, Argentina, pekan lalu. Sebelumnya bayi lumba-lumba ini sekarat dan mengapung di pinggir pantai.
Sejumlah turis mencoba menariknya ke tepi laut dan mengerumuni tubuh hewan langka ini. Namun setelah itu, mereka justru terlihat asyik ber-selfie tanpa memedulikan keadaan si lumba-lumba.
Tak pernah terpikir untuk mengembalikannya ke laut atau sedikit memberikannya udara. Mamalia laut itu lantas mati usai&amp;nbsp;diajak berfoto.
Seakan tak terjadi apa-apa, para turis yang tadi asyik menjadikannya objek foto, membiarkan bangkai lumba-lumba yang terlihat seperti piala itu tergeletak begitu saja di tepi pantai.
Dilihat dari foto yang diambil oleh saksi bernama Hernan Correa, tak berapa lama bangkai itu juga habis jadi sasaran kamera.beberapa orang bahkan terlihat mengambil foto dari mamalia tak bernyawa itu.
Menurut Fundacion Vida Silvestre, lumba-lumba jenis fransiskan rentan terhadap kepunahan.
&amp;ldquo;Fransiskan, seperti lumba-lumba lain, tidak dapat tetap berada di atas air untuk waktu yang lama, &quot; tulisnya pada laman resmi mereka, seperti dilansir Metro, Kamis (18/2/2016).
Penamaan spesies fransiskan karena  si lumba-lumba memiliki kulit coklat yang terlihat seperti seorang biarawan Fransiskan. Jenis ini hanya ditemukan secara eksklusif di Perairan Tenggara Amerika Selatan. Hanya ada sekira 30 ribu ekor dari lumba-lumba jenis ini yang tersisa di dunia.
&quot;Lumba-lumba ini memiliki kulit yang sangat tebal dan berminyak sehingga mampu menyediakan kehangatan. Pada pergantian cuaca yang cepat menyebabkan dehidrasi dan kematian,&amp;rdquo; sambungnya.</description><content:encoded>BUENOS AIRES &amp;ndash; Seekor bayi lumba-lumba jenis fransiskan tewas di Resor Pantai Santa Teresita, Buenos Aires, Argentina, pekan lalu. Sebelumnya bayi lumba-lumba ini sekarat dan mengapung di pinggir pantai.
Sejumlah turis mencoba menariknya ke tepi laut dan mengerumuni tubuh hewan langka ini. Namun setelah itu, mereka justru terlihat asyik ber-selfie tanpa memedulikan keadaan si lumba-lumba.
Tak pernah terpikir untuk mengembalikannya ke laut atau sedikit memberikannya udara. Mamalia laut itu lantas mati usai&amp;nbsp;diajak berfoto.
Seakan tak terjadi apa-apa, para turis yang tadi asyik menjadikannya objek foto, membiarkan bangkai lumba-lumba yang terlihat seperti piala itu tergeletak begitu saja di tepi pantai.
Dilihat dari foto yang diambil oleh saksi bernama Hernan Correa, tak berapa lama bangkai itu juga habis jadi sasaran kamera.beberapa orang bahkan terlihat mengambil foto dari mamalia tak bernyawa itu.
Menurut Fundacion Vida Silvestre, lumba-lumba jenis fransiskan rentan terhadap kepunahan.
&amp;ldquo;Fransiskan, seperti lumba-lumba lain, tidak dapat tetap berada di atas air untuk waktu yang lama, &quot; tulisnya pada laman resmi mereka, seperti dilansir Metro, Kamis (18/2/2016).
Penamaan spesies fransiskan karena  si lumba-lumba memiliki kulit coklat yang terlihat seperti seorang biarawan Fransiskan. Jenis ini hanya ditemukan secara eksklusif di Perairan Tenggara Amerika Selatan. Hanya ada sekira 30 ribu ekor dari lumba-lumba jenis ini yang tersisa di dunia.
&quot;Lumba-lumba ini memiliki kulit yang sangat tebal dan berminyak sehingga mampu menyediakan kehangatan. Pada pergantian cuaca yang cepat menyebabkan dehidrasi dan kematian,&amp;rdquo; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
