<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Sidang Perdana Pembunuhan Salim Kancil Diwarnai Demo</title><description>Para aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur  bersama mahasiswa berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Surabaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/18/519/1315230/sidang-perdana-pembunuhan-salim-kancil-diwarnai-demo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/18/519/1315230/sidang-perdana-pembunuhan-salim-kancil-diwarnai-demo"/><item><title> Sidang Perdana Pembunuhan Salim Kancil Diwarnai Demo</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/18/519/1315230/sidang-perdana-pembunuhan-salim-kancil-diwarnai-demo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/18/519/1315230/sidang-perdana-pembunuhan-salim-kancil-diwarnai-demo</guid><pubDate>Kamis 18 Februari 2016 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Sony Hermawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/18/519/1315230/sidang-perdana-pembunuhan-salim-kancil-diwarnai-demo-RkOD5Eh8cs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/18/519/1315230/sidang-perdana-pembunuhan-salim-kancil-diwarnai-demo-RkOD5Eh8cs.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Para aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur  bersama mahasiswa berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Surabaya. Aksi ini sebagai bentuk pengawalan terhadap jalannya sidang perdana kasus penganiayaan aktivis antitambang Salim Kancil dan Tosan.

Demo massa diwarnai dengan aksi teatrikal yang mengambarkan penderitaan aktivis Salam Kancil dalam mempertahankan lingkungan tempat tinggalnya, Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, yang dirusak oleh mafia tambang pasir.

Walhi menilai peristiwa yang menimpa Salim Kancil dan Tosan bukan perkara kriminal biasa, melainkan upaya membungkam perjuangan aktivis lingkungan.

&amp;ldquo;Kami akan terus mengawal kasus ini. Karena kasus ini bukan tindak kriminal biasa, tapi upaya membungkam perjuangan para aktivis lingkungan,&amp;rdquo; ujar koordinator aksi, Johan Avi di lokasi, Kamis (18/2/2016).

Polisi menetapkan 35 tersangka atas tragedi yang menimpa Salim Kancil dan Tosan serta kasus tambang ilegal di Lumajang. Persidangan kasus tersebut juga dikawal oleh tim pemantau peradilan yang bekerja sama dengan Komisi Yudisial agar peradilan berjalan adil.

Seperti diketahui, Salim Kancil meregang nyawa dalam penganiayaan yang terjadi pada September 2015 tersebut. Sementara Tosan luka parah dan sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit di Malang dalam jangka waktu lama.

</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Para aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur  bersama mahasiswa berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Surabaya. Aksi ini sebagai bentuk pengawalan terhadap jalannya sidang perdana kasus penganiayaan aktivis antitambang Salim Kancil dan Tosan.

Demo massa diwarnai dengan aksi teatrikal yang mengambarkan penderitaan aktivis Salam Kancil dalam mempertahankan lingkungan tempat tinggalnya, Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, yang dirusak oleh mafia tambang pasir.

Walhi menilai peristiwa yang menimpa Salim Kancil dan Tosan bukan perkara kriminal biasa, melainkan upaya membungkam perjuangan aktivis lingkungan.

&amp;ldquo;Kami akan terus mengawal kasus ini. Karena kasus ini bukan tindak kriminal biasa, tapi upaya membungkam perjuangan para aktivis lingkungan,&amp;rdquo; ujar koordinator aksi, Johan Avi di lokasi, Kamis (18/2/2016).

Polisi menetapkan 35 tersangka atas tragedi yang menimpa Salim Kancil dan Tosan serta kasus tambang ilegal di Lumajang. Persidangan kasus tersebut juga dikawal oleh tim pemantau peradilan yang bekerja sama dengan Komisi Yudisial agar peradilan berjalan adil.

Seperti diketahui, Salim Kancil meregang nyawa dalam penganiayaan yang terjadi pada September 2015 tersebut. Sementara Tosan luka parah dan sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit di Malang dalam jangka waktu lama.

</content:encoded></item></channel></rss>
