<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misteri &quot;Desa Terkutuk&quot; di Kazakhstan</title><description>&quot;Desa terkutuk&quot; di Kazakhstan mulai ditinggalkan ribuan warganya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/19/18/1316049/misteri-desa-terkutuk-di-kazakhstan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/19/18/1316049/misteri-desa-terkutuk-di-kazakhstan"/><item><title>Misteri &quot;Desa Terkutuk&quot; di Kazakhstan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/19/18/1316049/misteri-desa-terkutuk-di-kazakhstan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/19/18/1316049/misteri-desa-terkutuk-di-kazakhstan</guid><pubDate>Jum'at 19 Februari 2016 06:06 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/19/18/1316049/misteri-desa-terkutuk-di-kazakhstan-0VTULUvXMX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Desa Berezovka yang ditinggalkan ribuan warganya (Foto: Corpwatch.org)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/19/18/1316049/misteri-desa-terkutuk-di-kazakhstan-0VTULUvXMX.jpg</image><title>Desa Berezovka yang ditinggalkan ribuan warganya (Foto: Corpwatch.org)</title></images><description>AKTOBE &amp;ndash; Sebuah desa di Kazakhstan, terpaksa ditinggalkan 1.500 warganya setelah fenomena wabah penyakit misterius meluas dan kian meresahkan.
Banyak warga yang percaya bahwa desa itu &amp;ldquo;dikutuk&amp;rdquo;, tapi tak sedikit pula yang mengungkapkan, bahwa wabah misterius itu disebabkan emisi racun dari ladang minyak yang tak jauh dari desa itu.
Adalah Desa Berezovka di Kazakhstan, di mana dilaporkan lusinan anak-anak dilanda penyakit &amp;ldquo;Sleepy Hollow&amp;rdquo;, di mana secara tiba-tiba, para korbannya akan tertidur selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.
Selain itu, banyak korban lainnya yang juga secara tiba-tiba, mengalami kram kaki, kejang-kejang, mati rasa di beberapa bagian tubuh, pusing dan pandangan mata yang kabur.&amp;ldquo;Setiap hari, putra saya pergi sekolah dan pada jam 11 pagi, para  guru selalu menghubungi saya untuk menjemputnya pulang, karena dia sakit  (sleepy hollow) lagi,&amp;rdquo; ungkap seorang ayah korban yang tak disebutkan  namanya.
&amp;ldquo;Saya juga mendapat telefon dari pihak sekolah dan dikatakan  bawha putri saya, Alina, jatuh sakit,&amp;rdquo; timpal orangtua korban lainnya,  Alia Kusmangalieva, dinukil Daily Mail, Jumat (19/2/2016).

&amp;ldquo;Kami sempat menunggu ambulans selama satu setengah jam. Setiap  waktu, putri saya tak sadarkan diri. Dia tak bangun sampai dipasangi  masker oksigen,&amp;rdquo; lanjutnya.
Warga Desa Berezovka sempat mengungsi sementara ke kawasan  tetangga, Desa Aksai yang berjarak 15 mil dari Berezovka. Namun,  penyakit misterius itu masih terjadi.Laporan lainnya menyebutkan, orang tua korban lainnya, Tiek   Temirgaliev, mengatakan bahwa secara tiba-tiba, putranya, Termilan,   mengalami kejang-kejang, hingga mati rasa di bagian kakinya.
&amp;ldquo;Sebelumnya dia mengalami kejang-kejang. Setelah dirawat di Kota   Aktobe, kejang-kejangnya berhenti, tapi pandangan matanya kabur.   Sekarang putra saya mengalami darah rendah. Kadang kakinya mati rasa dan   tak bisa bicara. Dia juga kadang mengalami nyeri di dadanya,&amp;rdquo; sambung   Temirgaliev.
&amp;ldquo;Para guru mengatakan bahwa putri saya, Ruzanna yang hendak duduk  di  kursi kelasnya, tiba-tiba jatuh dari kursinya. Klinik di Aktobe  sempat  menyembuhkan kejang-kejangnya, tapi sekarang dia mulai  kejang-kejang  lagi,&amp;rdquo; tambah orangtua korban lainnya, Oksana Nazbayeva.

Tak sedikit dari orangtua korban yang menyalahkan bahwa penyakit   misterius itu, tak lepas dari limbah beracun pembangkit listrik ladang   minyak Karachaganak Petroleoum (KPO) yang dioperasikan perusahaan   Amerika Serikat, Shell.Wabah ini sedianya sudah mulai terjadi pada beberapa orang sejak    November 2014 lalu. Saat itu, 90 orang tercatat mengalami penyakit    misterius, setelah muncul suara-suara gaduh dan asap hitam yang keluar    dari pembangkit listrik itu.
Hal ini juga jadi perhatian pemerintah. Namun otoritas Kazakhstan    yang pernah menginspeksi lokasi itu, justru menyatakan level polusinya    masih dalam kadar aman.
&amp;ldquo;Para pakar dan psikolog kami sudah memeriksanya. Tidak ada    kandungan berbahaya yang ditemukan,&amp;rdquo; sebut Wakil Perdana Menteri    (Waperdam) Kazakhstan, Berdibek Saparbayev.

Kini 1.500 warga Desa Berezovka terpaksa direlokasi ke area lain  dan   diharapkan, tahun ini juga sudah bisa dipindahkan ke sejumlah rumah    susun di Aksai.
&amp;ldquo;Sudah 82 keluarga yang dipindahkan ke 128 rumah susun berlantai  dua  di  Kota Aksai. Pada tahun 2016 ini juga, kami akan menangani masalah   ini  dengan tuntas,&amp;rdquo; tandas Kepala Daerah setempat, Nurlan Nogayev.</description><content:encoded>AKTOBE &amp;ndash; Sebuah desa di Kazakhstan, terpaksa ditinggalkan 1.500 warganya setelah fenomena wabah penyakit misterius meluas dan kian meresahkan.
Banyak warga yang percaya bahwa desa itu &amp;ldquo;dikutuk&amp;rdquo;, tapi tak sedikit pula yang mengungkapkan, bahwa wabah misterius itu disebabkan emisi racun dari ladang minyak yang tak jauh dari desa itu.
Adalah Desa Berezovka di Kazakhstan, di mana dilaporkan lusinan anak-anak dilanda penyakit &amp;ldquo;Sleepy Hollow&amp;rdquo;, di mana secara tiba-tiba, para korbannya akan tertidur selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.
Selain itu, banyak korban lainnya yang juga secara tiba-tiba, mengalami kram kaki, kejang-kejang, mati rasa di beberapa bagian tubuh, pusing dan pandangan mata yang kabur.&amp;ldquo;Setiap hari, putra saya pergi sekolah dan pada jam 11 pagi, para  guru selalu menghubungi saya untuk menjemputnya pulang, karena dia sakit  (sleepy hollow) lagi,&amp;rdquo; ungkap seorang ayah korban yang tak disebutkan  namanya.
&amp;ldquo;Saya juga mendapat telefon dari pihak sekolah dan dikatakan  bawha putri saya, Alina, jatuh sakit,&amp;rdquo; timpal orangtua korban lainnya,  Alia Kusmangalieva, dinukil Daily Mail, Jumat (19/2/2016).

&amp;ldquo;Kami sempat menunggu ambulans selama satu setengah jam. Setiap  waktu, putri saya tak sadarkan diri. Dia tak bangun sampai dipasangi  masker oksigen,&amp;rdquo; lanjutnya.
Warga Desa Berezovka sempat mengungsi sementara ke kawasan  tetangga, Desa Aksai yang berjarak 15 mil dari Berezovka. Namun,  penyakit misterius itu masih terjadi.Laporan lainnya menyebutkan, orang tua korban lainnya, Tiek   Temirgaliev, mengatakan bahwa secara tiba-tiba, putranya, Termilan,   mengalami kejang-kejang, hingga mati rasa di bagian kakinya.
&amp;ldquo;Sebelumnya dia mengalami kejang-kejang. Setelah dirawat di Kota   Aktobe, kejang-kejangnya berhenti, tapi pandangan matanya kabur.   Sekarang putra saya mengalami darah rendah. Kadang kakinya mati rasa dan   tak bisa bicara. Dia juga kadang mengalami nyeri di dadanya,&amp;rdquo; sambung   Temirgaliev.
&amp;ldquo;Para guru mengatakan bahwa putri saya, Ruzanna yang hendak duduk  di  kursi kelasnya, tiba-tiba jatuh dari kursinya. Klinik di Aktobe  sempat  menyembuhkan kejang-kejangnya, tapi sekarang dia mulai  kejang-kejang  lagi,&amp;rdquo; tambah orangtua korban lainnya, Oksana Nazbayeva.

Tak sedikit dari orangtua korban yang menyalahkan bahwa penyakit   misterius itu, tak lepas dari limbah beracun pembangkit listrik ladang   minyak Karachaganak Petroleoum (KPO) yang dioperasikan perusahaan   Amerika Serikat, Shell.Wabah ini sedianya sudah mulai terjadi pada beberapa orang sejak    November 2014 lalu. Saat itu, 90 orang tercatat mengalami penyakit    misterius, setelah muncul suara-suara gaduh dan asap hitam yang keluar    dari pembangkit listrik itu.
Hal ini juga jadi perhatian pemerintah. Namun otoritas Kazakhstan    yang pernah menginspeksi lokasi itu, justru menyatakan level polusinya    masih dalam kadar aman.
&amp;ldquo;Para pakar dan psikolog kami sudah memeriksanya. Tidak ada    kandungan berbahaya yang ditemukan,&amp;rdquo; sebut Wakil Perdana Menteri    (Waperdam) Kazakhstan, Berdibek Saparbayev.

Kini 1.500 warga Desa Berezovka terpaksa direlokasi ke area lain  dan   diharapkan, tahun ini juga sudah bisa dipindahkan ke sejumlah rumah    susun di Aksai.
&amp;ldquo;Sudah 82 keluarga yang dipindahkan ke 128 rumah susun berlantai  dua  di  Kota Aksai. Pada tahun 2016 ini juga, kami akan menangani masalah   ini  dengan tuntas,&amp;rdquo; tandas Kepala Daerah setempat, Nurlan Nogayev.</content:encoded></item></channel></rss>
