<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepupu Khadafi: NATO Sulap Libya Jadi Negara Budak</title><description>Sepupu Khadafi memaparkan apa yang dilihatnya terkait situasi Libya pasca-kudeta lima tahun lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/19/18/1316052/sepupu-khadafi-nato-sulap-libya-jadi-negara-budak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/19/18/1316052/sepupu-khadafi-nato-sulap-libya-jadi-negara-budak"/><item><title>Sepupu Khadafi: NATO Sulap Libya Jadi Negara Budak</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/19/18/1316052/sepupu-khadafi-nato-sulap-libya-jadi-negara-budak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/19/18/1316052/sepupu-khadafi-nato-sulap-libya-jadi-negara-budak</guid><pubDate>Jum'at 19 Februari 2016 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/19/18/1316052/sepupu-khadafi-nato-sulap-libya-jadi-negara-budak-E7IdUtML1w.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Revolusi Libya (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/19/18/1316052/sepupu-khadafi-nato-sulap-libya-jadi-negara-budak-E7IdUtML1w.JPG</image><title>Revolusi Libya (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKVA &amp;ndash; Lima tahun pasca-kudeta berdarah pada Februari 2011 yang disokong intervensi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Libya dianggap tak lagi punya masa depan yang independen.
Anggapan itu datang dari Ahmed Khadafi al-Dam, mantan jenderal yang juga sepupu mendiang pemimpin Libya, Muammar Khadafi, di mana kini Libya disebut sebagai negara boneka yang &amp;ldquo;menghamba&amp;rdquo; pada NATO.
Libya, negara yang dulunya diklaim Al-Dam, merupakan negara makmur dan paling maju di Afrika, kini luluh lantak dan pemerintahannya sekarang, dijalankan para teroris dan mafia yang &amp;ldquo;disetir&amp;rdquo; negara-negara barat.
&amp;ldquo;Dulu Libya jadi salah satu negara yang memimpin Afrika dan punya reputasi internasional yang solid. Setelah kudeta, Libya menjadi budak dan dipermalukan,&amp;rdquo; sebut Al-Dam dalam wawancaranya dengan Russia Today yang disitat Sputnik, Jumat (19/2/2016).&amp;ldquo;Kini masa depan (Libya) ada di tangan pihak asing. Kami melewati  masa-masa penuh luka, air mata, kematian di mana-mana dan kehilangan  moral. Sekarang setelah lima tahun, kita menyaksikan hasil dari revolusi  yang didukung NATO,&amp;rdquo; tambahnya.
Kekerasan meningkat dan kematian warga sipil terjadi di  mana-mana. Sementara kala revolusi itu pecah pada 2011 lalu, Khadafi  diklaim tak punya kekuatan untuk melawan, karena kekuatan negara ada di  tangan rakyat yang diwakili kongres dan komite-komite sipil.

&amp;ldquo;Tidak ada diktator atau tirani di Libya. Rakyat-lah yang mampu  mengubah semua hal yang tak mereka sukai. Mereka punya dana dan senjata.  Sekarang Libya disulap jadi tempat persemaian mafia global yang  bersekongkol.,&amp;rdquo; sambung Al-Dam lagi.
&amp;ldquo;Para teroris keluar-masuk Libya dengan pesawat yang dilindungi  barat. Pesawat-pesawat tempur dan misil-misil barat melindungi mereka  yang datang ke Libya pada 2011, mengaku sebagai para muslim sejati,&amp;rdquo;  tuntasnya.</description><content:encoded>MOSKVA &amp;ndash; Lima tahun pasca-kudeta berdarah pada Februari 2011 yang disokong intervensi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Libya dianggap tak lagi punya masa depan yang independen.
Anggapan itu datang dari Ahmed Khadafi al-Dam, mantan jenderal yang juga sepupu mendiang pemimpin Libya, Muammar Khadafi, di mana kini Libya disebut sebagai negara boneka yang &amp;ldquo;menghamba&amp;rdquo; pada NATO.
Libya, negara yang dulunya diklaim Al-Dam, merupakan negara makmur dan paling maju di Afrika, kini luluh lantak dan pemerintahannya sekarang, dijalankan para teroris dan mafia yang &amp;ldquo;disetir&amp;rdquo; negara-negara barat.
&amp;ldquo;Dulu Libya jadi salah satu negara yang memimpin Afrika dan punya reputasi internasional yang solid. Setelah kudeta, Libya menjadi budak dan dipermalukan,&amp;rdquo; sebut Al-Dam dalam wawancaranya dengan Russia Today yang disitat Sputnik, Jumat (19/2/2016).&amp;ldquo;Kini masa depan (Libya) ada di tangan pihak asing. Kami melewati  masa-masa penuh luka, air mata, kematian di mana-mana dan kehilangan  moral. Sekarang setelah lima tahun, kita menyaksikan hasil dari revolusi  yang didukung NATO,&amp;rdquo; tambahnya.
Kekerasan meningkat dan kematian warga sipil terjadi di  mana-mana. Sementara kala revolusi itu pecah pada 2011 lalu, Khadafi  diklaim tak punya kekuatan untuk melawan, karena kekuatan negara ada di  tangan rakyat yang diwakili kongres dan komite-komite sipil.

&amp;ldquo;Tidak ada diktator atau tirani di Libya. Rakyat-lah yang mampu  mengubah semua hal yang tak mereka sukai. Mereka punya dana dan senjata.  Sekarang Libya disulap jadi tempat persemaian mafia global yang  bersekongkol.,&amp;rdquo; sambung Al-Dam lagi.
&amp;ldquo;Para teroris keluar-masuk Libya dengan pesawat yang dilindungi  barat. Pesawat-pesawat tempur dan misil-misil barat melindungi mereka  yang datang ke Libya pada 2011, mengaku sebagai para muslim sejati,&amp;rdquo;  tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
