<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bombardemen AS Tewaskan Warganya, Serbia Minta Penjelasan</title><description>Serbia minta penjelasan resmi dari AS, terkait dua warganya yang ikut tewas dalam serangan udara AS terhadap basis ISIS di Libya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/21/18/1317405/bombardemen-as-tewaskan-warganya-serbia-minta-penjelasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/21/18/1317405/bombardemen-as-tewaskan-warganya-serbia-minta-penjelasan"/><item><title>Bombardemen AS Tewaskan Warganya, Serbia Minta Penjelasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/21/18/1317405/bombardemen-as-tewaskan-warganya-serbia-minta-penjelasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/21/18/1317405/bombardemen-as-tewaskan-warganya-serbia-minta-penjelasan</guid><pubDate>Minggu 21 Februari 2016 03:48 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/21/18/1317405/bombardemen-as-tewaskan-warganya-serbia-minta-penjelasan-4ZAx43F478.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sladjana Stankovic &amp; Jovica Stepic, dua staf Kedutaan Serbia yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat ke Libya (Foto: Novosti RS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/21/18/1317405/bombardemen-as-tewaskan-warganya-serbia-minta-penjelasan-4ZAx43F478.jpg</image><title>Sladjana Stankovic &amp; Jovica Stepic, dua staf Kedutaan Serbia yang tewas dalam serangan udara Amerika Serikat ke Libya (Foto: Novosti RS)</title></images><description>BEOGRAD &amp;ndash; Turut tewasnya dua warga Serbia yang juga staf Kedutaan mereka di Tripoli, Libya dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap basis ISIS di Sabratha, sudah sampai ke telinga Perdana Menteri (PM) Serbia, Aleksandar Vucic.
Dua staf kedutaan mereka itu adalah Sladjana Stankovic dan Jovica Stepic. Keduanya ikut tewas dalam bombardemen jet-jet tempur F-15E &amp;ldquo;Strike Eagle&amp;rdquo; milik AS lewat, saat masih dalam masa penyanderaan ISIS.
Keduanya diketahui diculik ISIS, saat iring-iringan mobil diplomatik Serbia dicegat gerombolan ISIS di Sabratha, sebuah kota di pesisir Libya, pada November 2015 lalu.
Sejak kala itu hingga tewasnya mereka, Serbia masih gagal bernegosiasi untuk membebaskan mereka. &amp;ldquo;Sepertinya militer Amerika tak menyadari bahwa ada warga asing yang disandera di sana,&amp;rdquo; cetus Vucic.Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Serbia, Ivica Dadic dalam  keterangan persnya di Beograd, terkait tewasnya dua staf kedutaan  Serbia, mereka bakla minta klarifikasi dan penjelasan, baik dari AS  maupun pemerintah Libya.
&amp;ldquo;Kami mendapat informasi, termasuk foto-foto, yang jelas  menunjukkan bahwa (kematian dua warga Serbia) ini kemungkinan besar  benar adanya,&amp;rdquo; timpal Dadic,&amp;rdquo; dikutip The Guardian, Minggu (21/2/2016).
&amp;ldquo;Saya percaya bahwa kami sudah hampir mencapai solusi buat  pembebasan mereka. Sayangnya sebagai konsekuensi serangan (AS) terhadap  ISIS di Libya, dua warga kami tewas.

Dadic juga akan memeriksa sendiri lebih cermat dengan meminta  info lain dari intelijen Serbia, soal benar atau tidaknya bahwa yang  diserang AS itu kamp ISIS.
&amp;ldquo;Kami akan meminta penjelasan resmi, baik dari AS maupun Libya  tentang detail fakta dan seleksi target-target mereka,&amp;rdquo; lanjutnya.  Pemerintah Amerika mengatakan bahwa (yang diserang) itu kamp latihan  (ISIS). informasi ini harus dicek,&amp;rdquo; tuntasnya.</description><content:encoded>BEOGRAD &amp;ndash; Turut tewasnya dua warga Serbia yang juga staf Kedutaan mereka di Tripoli, Libya dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap basis ISIS di Sabratha, sudah sampai ke telinga Perdana Menteri (PM) Serbia, Aleksandar Vucic.
Dua staf kedutaan mereka itu adalah Sladjana Stankovic dan Jovica Stepic. Keduanya ikut tewas dalam bombardemen jet-jet tempur F-15E &amp;ldquo;Strike Eagle&amp;rdquo; milik AS lewat, saat masih dalam masa penyanderaan ISIS.
Keduanya diketahui diculik ISIS, saat iring-iringan mobil diplomatik Serbia dicegat gerombolan ISIS di Sabratha, sebuah kota di pesisir Libya, pada November 2015 lalu.
Sejak kala itu hingga tewasnya mereka, Serbia masih gagal bernegosiasi untuk membebaskan mereka. &amp;ldquo;Sepertinya militer Amerika tak menyadari bahwa ada warga asing yang disandera di sana,&amp;rdquo; cetus Vucic.Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Serbia, Ivica Dadic dalam  keterangan persnya di Beograd, terkait tewasnya dua staf kedutaan  Serbia, mereka bakla minta klarifikasi dan penjelasan, baik dari AS  maupun pemerintah Libya.
&amp;ldquo;Kami mendapat informasi, termasuk foto-foto, yang jelas  menunjukkan bahwa (kematian dua warga Serbia) ini kemungkinan besar  benar adanya,&amp;rdquo; timpal Dadic,&amp;rdquo; dikutip The Guardian, Minggu (21/2/2016).
&amp;ldquo;Saya percaya bahwa kami sudah hampir mencapai solusi buat  pembebasan mereka. Sayangnya sebagai konsekuensi serangan (AS) terhadap  ISIS di Libya, dua warga kami tewas.

Dadic juga akan memeriksa sendiri lebih cermat dengan meminta  info lain dari intelijen Serbia, soal benar atau tidaknya bahwa yang  diserang AS itu kamp ISIS.
&amp;ldquo;Kami akan meminta penjelasan resmi, baik dari AS maupun Libya  tentang detail fakta dan seleksi target-target mereka,&amp;rdquo; lanjutnya.  Pemerintah Amerika mengatakan bahwa (yang diserang) itu kamp latihan  (ISIS). informasi ini harus dicek,&amp;rdquo; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
