<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Penuh Sampah, Masih Ada Lobster di Sungai Deli</title><description>Namun, lobster tersebut terancam punah jika Sungai Deli terus tercemar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/21/340/1317556/meski-penuh-sampah-masih-ada-lobster-di-sungai-deli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/21/340/1317556/meski-penuh-sampah-masih-ada-lobster-di-sungai-deli"/><item><title>Meski Penuh Sampah, Masih Ada Lobster di Sungai Deli</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/21/340/1317556/meski-penuh-sampah-masih-ada-lobster-di-sungai-deli</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/21/340/1317556/meski-penuh-sampah-masih-ada-lobster-di-sungai-deli</guid><pubDate>Minggu 21 Februari 2016 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Erie Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/21/340/1317556/meski-penuh-sampah-masih-ada-lobster-di-sungai-deli-ybPTkdJpOf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/21/340/1317556/meski-penuh-sampah-masih-ada-lobster-di-sungai-deli-ybPTkdJpOf.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi (Dok. Okezone)</title></images><description>MEDAN - Lobster yang bernilai jual tinggi ternyata masih bisa ditemukan di Sungai Deli, Medan, Sumatera Utara. Padahal, Sungai Deli sudah tercemar limbah rumah tangga dan perusahaan.
Belum banyak orang tahu tentang keberadaan hewan yang masih bisa ditemukan di Sungai Deli ini karena banyaknya sampah di sungai tersebut. Selain lobster, ada juga ikan konsumsi dan ikan hias yang bisa ditemukan di Sungai Deli.
Seorang aktivis lingkungan yang sering membersihkan sampah di Sungai Deli, Azmi mengatakan, walau lobster air tawar masih bisa ditemukan, hewan tersebut terancam punah jika Sungai Deli ini terus tercemar.
&quot;Masih ada lobster di Sungai Deli. Beberapa lobster yang saya temukan, saya lestarikan di dalam akuarium. Ada beberapa hewan lainnya juga di Sungai Deli,&quot; ujar Azmi, beberapa waktu lalu.
Azmi dalam kesehariannya mengelola wisata sungai Deli &quot;Go-River&quot; di Taman Edukasi Avros, Medan. Keprihatinannya terhadap Sungai Deli diwujudkan dengan cara rutin membersihkan sungai setiap minggu.
&quot;Seminggu sekali kami bersihkan Sungai Deli dari tumpukan sampah. Masih banyak warga yang buang sampah ke sungai. Kalau lingkungan terus tercemar, bisa merusak habitat hewan di sini. Lobster juga bisa punah,&quot; tutur Azmi.

</description><content:encoded>MEDAN - Lobster yang bernilai jual tinggi ternyata masih bisa ditemukan di Sungai Deli, Medan, Sumatera Utara. Padahal, Sungai Deli sudah tercemar limbah rumah tangga dan perusahaan.
Belum banyak orang tahu tentang keberadaan hewan yang masih bisa ditemukan di Sungai Deli ini karena banyaknya sampah di sungai tersebut. Selain lobster, ada juga ikan konsumsi dan ikan hias yang bisa ditemukan di Sungai Deli.
Seorang aktivis lingkungan yang sering membersihkan sampah di Sungai Deli, Azmi mengatakan, walau lobster air tawar masih bisa ditemukan, hewan tersebut terancam punah jika Sungai Deli ini terus tercemar.
&quot;Masih ada lobster di Sungai Deli. Beberapa lobster yang saya temukan, saya lestarikan di dalam akuarium. Ada beberapa hewan lainnya juga di Sungai Deli,&quot; ujar Azmi, beberapa waktu lalu.
Azmi dalam kesehariannya mengelola wisata sungai Deli &quot;Go-River&quot; di Taman Edukasi Avros, Medan. Keprihatinannya terhadap Sungai Deli diwujudkan dengan cara rutin membersihkan sungai setiap minggu.
&quot;Seminggu sekali kami bersihkan Sungai Deli dari tumpukan sampah. Masih banyak warga yang buang sampah ke sungai. Kalau lingkungan terus tercemar, bisa merusak habitat hewan di sini. Lobster juga bisa punah,&quot; tutur Azmi.

</content:encoded></item></channel></rss>
