<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemkot Banda Aceh Tolak Keberadaan LGBT</title><description>LGBT merupakan penyakit penyimpangan seksual yang meresahkan dan harus dicegah penularannya di masyarakat</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/23/340/1319228/pemkot-banda-aceh-tolak-keberadaan-lgbt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/23/340/1319228/pemkot-banda-aceh-tolak-keberadaan-lgbt"/><item><title>Pemkot Banda Aceh Tolak Keberadaan LGBT</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/23/340/1319228/pemkot-banda-aceh-tolak-keberadaan-lgbt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/23/340/1319228/pemkot-banda-aceh-tolak-keberadaan-lgbt</guid><pubDate>Selasa 23 Februari 2016 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/23/340/1319228/pemkot-banda-aceh-tolak-keberadaan-lgbt-XDLzi0tK1K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/23/340/1319228/pemkot-banda-aceh-tolak-keberadaan-lgbt-XDLzi0tK1K.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>BANDA ACEH &amp;ndash; Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh menolak tegas keberadaan lesbian, gay biseksual dan transgender (LGBT) di wilayahnya, karena perilaku itu bertentangan dengan norma agama, sosial, budaya dan adat setempat.
&amp;ldquo;Kita menolak LGBT,&amp;rdquo; seru Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal kepada wartawan, usai menghadiri kegiatan pagelaran busana muslim di Aula SMK Negeri Banda Aceh, Selasa (23/2/2016).
Menurutnya, LGBT merupakan penyakit penyimpangan seksual yang meresahkan dan harus dicegah penularannya di masyarakat.
&amp;ldquo;Penyakit ini sesuatu yang kita benci, perbuatan mereka. Tapi kita masih menghargai manusia. Tentu ini harus kita perangi,&amp;rdquo; lanjutnya.
Meski Aceh berstatus daerah syariat Islam, Illiza mengakui, di Kota Banda Aceh juga masih ada kaum atau kelompok LGBT yang kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa.
&amp;ldquo;Didominasi oleh mahasiswa, tapi mencari keberadaan mereka ini bukan hal mudah. Karena tidak bisa kita langsung menuding seseorang tanpa bukti,&amp;rdquo; paparnya.
Pemkot Banda Aceh, dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan membahas pencegahan LGBT. Dia juga berharap masyarakat dan para orangtua berperan dalam mengantisipasi berkembangnya perilaku LGBT.


</description><content:encoded>BANDA ACEH &amp;ndash; Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh menolak tegas keberadaan lesbian, gay biseksual dan transgender (LGBT) di wilayahnya, karena perilaku itu bertentangan dengan norma agama, sosial, budaya dan adat setempat.
&amp;ldquo;Kita menolak LGBT,&amp;rdquo; seru Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal kepada wartawan, usai menghadiri kegiatan pagelaran busana muslim di Aula SMK Negeri Banda Aceh, Selasa (23/2/2016).
Menurutnya, LGBT merupakan penyakit penyimpangan seksual yang meresahkan dan harus dicegah penularannya di masyarakat.
&amp;ldquo;Penyakit ini sesuatu yang kita benci, perbuatan mereka. Tapi kita masih menghargai manusia. Tentu ini harus kita perangi,&amp;rdquo; lanjutnya.
Meski Aceh berstatus daerah syariat Islam, Illiza mengakui, di Kota Banda Aceh juga masih ada kaum atau kelompok LGBT yang kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa.
&amp;ldquo;Didominasi oleh mahasiswa, tapi mencari keberadaan mereka ini bukan hal mudah. Karena tidak bisa kita langsung menuding seseorang tanpa bukti,&amp;rdquo; paparnya.
Pemkot Banda Aceh, dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan membahas pencegahan LGBT. Dia juga berharap masyarakat dan para orangtua berperan dalam mengantisipasi berkembangnya perilaku LGBT.


</content:encoded></item></channel></rss>
