<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tujuh Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP Kulonprogo</title><description>Dari tujuh pasangan tersebut bahkan ada anak yang masih dibawah umur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/25/510/1321447/tujuh-pasangan-mesum-terjaring-razia-satpol-pp-kulonprogo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/25/510/1321447/tujuh-pasangan-mesum-terjaring-razia-satpol-pp-kulonprogo"/><item><title>Tujuh Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP Kulonprogo</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/25/510/1321447/tujuh-pasangan-mesum-terjaring-razia-satpol-pp-kulonprogo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/25/510/1321447/tujuh-pasangan-mesum-terjaring-razia-satpol-pp-kulonprogo</guid><pubDate>Kamis 25 Februari 2016 18:28 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/25/510/1321447/tujuh-pasangan-mesum-terjaring-razia-satpol-pp-kulonprogo-paBOrcehU0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasangan mesum yang terkena razia Satpol PP tengah dimintai keterangan (Kuntadi/Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/25/510/1321447/tujuh-pasangan-mesum-terjaring-razia-satpol-pp-kulonprogo-paBOrcehU0.jpg</image><title>Pasangan mesum yang terkena razia Satpol PP tengah dimintai keterangan (Kuntadi/Koran Sindo)</title></images><description>KULONPROGO &amp;ndash; Razia yang kerap dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di penginapan dan hotel di lokasi wisata Pantai Glagah, Kulonprogo, ternyata tidak membuat ciut nyali pasangan mesum untuk berbuat mesum.
Sebanyak tujuh pasangan tak resmi kembali diamankan saat asyik ngamar di sejumlah penginapan. Dari tujuh pasangan tersebut bahkan ada anak yang masih dibawah umur.
Tujuh pasangan ini ditemukan di tiga hotel. Sebagian masih berusia cukup muda dan berstatus pacaran. Namun, ada juga yang merupakan pasangan selingkuhan.
&amp;ldquo;Saat dirazia mereka menggunakan pakaian yang minim,&amp;rdquo; jelas Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kulonprogo, Sartono, Kamis (26/2/2016).
Menurut Sartono, razia ini merupakan bentuk penegakan Perda Nomor 4 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Namun, operasi ini merupakan kegiatan non yustisi. Mereka yang terjaring hanya dilakukan pembinaan. Mereka juga wajib untuk membuat surat pernyataan.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, diketahui mereka bukan pasangan resmi. Bahkan, Satpol PP Kulonprogo menengarai adanya dugaan praktit prostitusi. Sebab, beberapa wanita yang diamankan, pada malam hari bekerja sebagai pemandu karaoke. Tetapi mereka tinggal di penginapan. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Seperti teman kencan, hampir-hampir seperti prostitusi,&amp;rdquo; ujarnya.
Remaja yang terjaring razia, NZ (17) mengaku, saat dirazia sedang bersama dengan temannya. Ia menepis tudingan melakukan praktik prostitusi. &amp;ldquo;Tadi cuma sama teman saya,&amp;rdquo; jelasnya.
Perempuan yang hanya lulus SMP ini mengaku sudah dua tahun bekerja sebagai pemandu karaoke, di salah satu rumah karaoke yang ada di Pantai Glagah. Dia sendiri tidak memiliki tanda pengenal, karena usianya baru saja 17 tahun.
Pasangan lain yang diamankan, Arf mengaku, berada di kamar dengan pacarnya. Dia berencana menikah, dan sudah diketahui keluarganya. Malahan mereka juga sudah bertunangan. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Dia calon istri saya, dan saya siap dinikahkan di tempat,&amp;rdquo; terangnya.
Namun, alasan itu tidak bisa diterima begitu saja oleh Satpol PP. Meski mau menikah, namun saat ini statusnya tetap belum resmi. Toh, alasan seperti itu sudah sering disampaikan pelaku lain yang tertangkap.
Para pasangan yang terjaring ini, semuanya merupakan warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Mereka berasal dair berbagai macam profesi, seperti buruh harian lepas, wiraswasta, pegawai swasta dan ibu rumah tangga.</description><content:encoded>KULONPROGO &amp;ndash; Razia yang kerap dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di penginapan dan hotel di lokasi wisata Pantai Glagah, Kulonprogo, ternyata tidak membuat ciut nyali pasangan mesum untuk berbuat mesum.
Sebanyak tujuh pasangan tak resmi kembali diamankan saat asyik ngamar di sejumlah penginapan. Dari tujuh pasangan tersebut bahkan ada anak yang masih dibawah umur.
Tujuh pasangan ini ditemukan di tiga hotel. Sebagian masih berusia cukup muda dan berstatus pacaran. Namun, ada juga yang merupakan pasangan selingkuhan.
&amp;ldquo;Saat dirazia mereka menggunakan pakaian yang minim,&amp;rdquo; jelas Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kulonprogo, Sartono, Kamis (26/2/2016).
Menurut Sartono, razia ini merupakan bentuk penegakan Perda Nomor 4 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Namun, operasi ini merupakan kegiatan non yustisi. Mereka yang terjaring hanya dilakukan pembinaan. Mereka juga wajib untuk membuat surat pernyataan.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, diketahui mereka bukan pasangan resmi. Bahkan, Satpol PP Kulonprogo menengarai adanya dugaan praktit prostitusi. Sebab, beberapa wanita yang diamankan, pada malam hari bekerja sebagai pemandu karaoke. Tetapi mereka tinggal di penginapan. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Seperti teman kencan, hampir-hampir seperti prostitusi,&amp;rdquo; ujarnya.
Remaja yang terjaring razia, NZ (17) mengaku, saat dirazia sedang bersama dengan temannya. Ia menepis tudingan melakukan praktik prostitusi. &amp;ldquo;Tadi cuma sama teman saya,&amp;rdquo; jelasnya.
Perempuan yang hanya lulus SMP ini mengaku sudah dua tahun bekerja sebagai pemandu karaoke, di salah satu rumah karaoke yang ada di Pantai Glagah. Dia sendiri tidak memiliki tanda pengenal, karena usianya baru saja 17 tahun.
Pasangan lain yang diamankan, Arf mengaku, berada di kamar dengan pacarnya. Dia berencana menikah, dan sudah diketahui keluarganya. Malahan mereka juga sudah bertunangan. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Dia calon istri saya, dan saya siap dinikahkan di tempat,&amp;rdquo; terangnya.
Namun, alasan itu tidak bisa diterima begitu saja oleh Satpol PP. Meski mau menikah, namun saat ini statusnya tetap belum resmi. Toh, alasan seperti itu sudah sering disampaikan pelaku lain yang tertangkap.
Para pasangan yang terjaring ini, semuanya merupakan warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Mereka berasal dair berbagai macam profesi, seperti buruh harian lepas, wiraswasta, pegawai swasta dan ibu rumah tangga.</content:encoded></item></channel></rss>
