<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kiai Muhaimin Sesalkan Penghentian Aktivitas Ponpes Waria</title><description>Kyai Muhaimin menambahkan, dirinya menampik anggapan jika warga sekitar merasa terganggu dengan aktivitas pesantren tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/25/510/1321520/kiai-muhaimin-sesalkan-penghentian-aktivitas-ponpes-waria</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/25/510/1321520/kiai-muhaimin-sesalkan-penghentian-aktivitas-ponpes-waria"/><item><title>Kiai Muhaimin Sesalkan Penghentian Aktivitas Ponpes Waria</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/25/510/1321520/kiai-muhaimin-sesalkan-penghentian-aktivitas-ponpes-waria</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/25/510/1321520/kiai-muhaimin-sesalkan-penghentian-aktivitas-ponpes-waria</guid><pubDate>Kamis 25 Februari 2016 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/25/510/1321520/kyai-muhaimin-sesalkan-penghentian-aktivitas-ponpes-waria-r4NWCCKIvV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para penghuni ponpes waria di Bantul (Markus Yuwono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/25/510/1321520/kyai-muhaimin-sesalkan-penghentian-aktivitas-ponpes-waria-r4NWCCKIvV.jpg</image><title>Para penghuni ponpes waria di Bantul (Markus Yuwono/Okezone)</title></images><description>YOGYAKARTA- Pembina pesantren waria Al-Fatah, Kiai Muhaimin, menyayangkan penghentian aktivitas pesantren tersebut. Menurutnya, selama ini aktivitas yang dilakukan oleh para santri di ponpes tersebut tidak ada lain kecuali mengaji dan salat.
&quot;Kegiatan selama ini baik kok, mengaji dan belajar salat, merayakan hari besar agama. Masa enggak boleh?,&quot; katanya, saat dihubungi, Kamis (25/2/2016).
Kiai Muhaimin menambahkan, dirinya menampik anggapan jika warga sekitar merasa terganggu dengan aktivitas pesantren tersebut. Bahkan, saat dirinya mengisi pengajian di pesantren tersebut, banyak warga yang ikut serta.
&quot;Ketika ada pengajian, banyak yang datang, artinya tidak ada masalah,&quot; tandasnya.
Disinggung mengenai dugaan adanya minuman keras (miras) yang dikonsumsi pascakejadian. Kiai Muhaimin menilai, harus ada klarifikasi lapangan untuk membuktikan isu tersebut.
&quot;Polisi seharusnya mengklarifikasi dulu, bukan mengambil kesimpulan,&quot;sesalnya.
Menurut Kiai Muhaimin, dirinya juga pernah memfasilistasi para santri waria untuk belajar agama ke luar kota, seperti ke Universitas Islam Nadhatul Ulama Jepara. &quot;Mereka juga diajak ziarah ke makam Gus Dur,&quot; ujar dia.
Mengenai kelanjutan pesantren tersebut, pihaknya mendapatkan informasi akan ada mediasi lanjutan untuk membahas hal tersebut.</description><content:encoded>YOGYAKARTA- Pembina pesantren waria Al-Fatah, Kiai Muhaimin, menyayangkan penghentian aktivitas pesantren tersebut. Menurutnya, selama ini aktivitas yang dilakukan oleh para santri di ponpes tersebut tidak ada lain kecuali mengaji dan salat.
&quot;Kegiatan selama ini baik kok, mengaji dan belajar salat, merayakan hari besar agama. Masa enggak boleh?,&quot; katanya, saat dihubungi, Kamis (25/2/2016).
Kiai Muhaimin menambahkan, dirinya menampik anggapan jika warga sekitar merasa terganggu dengan aktivitas pesantren tersebut. Bahkan, saat dirinya mengisi pengajian di pesantren tersebut, banyak warga yang ikut serta.
&quot;Ketika ada pengajian, banyak yang datang, artinya tidak ada masalah,&quot; tandasnya.
Disinggung mengenai dugaan adanya minuman keras (miras) yang dikonsumsi pascakejadian. Kiai Muhaimin menilai, harus ada klarifikasi lapangan untuk membuktikan isu tersebut.
&quot;Polisi seharusnya mengklarifikasi dulu, bukan mengambil kesimpulan,&quot;sesalnya.
Menurut Kiai Muhaimin, dirinya juga pernah memfasilistasi para santri waria untuk belajar agama ke luar kota, seperti ke Universitas Islam Nadhatul Ulama Jepara. &quot;Mereka juga diajak ziarah ke makam Gus Dur,&quot; ujar dia.
Mengenai kelanjutan pesantren tersebut, pihaknya mendapatkan informasi akan ada mediasi lanjutan untuk membahas hal tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
