<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerindra Sindir Ridwan Kamil Peragu</title><description>Gerindra menyayangkan sikap Ridwan Kamil yang tak mempertimbangkan warga Jakarta yang menginginkannya maju.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/29/338/1324006/gerindra-sindir-ridwan-kamil-peragu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/02/29/338/1324006/gerindra-sindir-ridwan-kamil-peragu"/><item><title>Gerindra Sindir Ridwan Kamil Peragu</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/02/29/338/1324006/gerindra-sindir-ridwan-kamil-peragu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/02/29/338/1324006/gerindra-sindir-ridwan-kamil-peragu</guid><pubDate>Senin 29 Februari 2016 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/29/338/1324006/gerindra-sindir-ridwan-kamil-peragu-CC1hji4EeS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/29/338/1324006/gerindra-sindir-ridwan-kamil-peragu-CC1hji4EeS.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur Partai Gerindra, Syarif, menyindir Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai seorang yang peragu karena mundur dari bursa bakal calon Gubernur DKI Jakarta.
Syarif mengatakan mundurnya pria yang akrab disapa Kang Emil itu  bukan soal pendapat warga Jakarta atau Bandung mengenai pencalonan dirinya, namun karena terbentur aturan harus mundur sebagai Wali Kota Bandung jika ingin maju di Pilgub DKI.
Hal ini berbeda ketika Joko Widodo (Jokowi) ketika masih menjabat Wali Kota Solo. Saat itu Jokowi maju sebagai cagub DKI dan tak perlu meninggalkan tampuk kepemimpinan di Solo.
&quot;Sebenarnya ini bukan soal warga Bandung atau warga Jakarta, tapi soal Kang Emil sendiri yang peragu. Masalahnya berbeda dengan Jokowi, ketika itu calon tidak wajib mundur dari jabatan pejabat negara yang disandangnya. Nah, sekarang membuat Kang Emil sangat sulit mengambil keputusan,&quot; jelas Syarif saat dihubungi, Senin (29/2/2016).
Ia juga menyayangkan sikap Ridwan Kamil yang tak mempertimbangkan warga Jakarta yang menginginkannya maju sebagai penantang Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Menurutnya, munculnya nama Ridwan Kamil dalam bursa cagub  DKI dari Gerindra adalah suara warga Jakarta.  &quot;Kalau saja warga Jakarta dimintai  pendapatnya oleh Kang Emil, maka dipastikan akan lebih mendorong Kang  Emil hijrah ke Jakarta,&quot; kata dia.
Meski begitu, Syarif menilai Ridwan Kamil telanjur sayang dengan  warga Bandung dan belum mengenal masyarakat Ibu Kota dengan baik sehingga  memutuskan mundur.
&quot;Pendapat saya, Beliau sayang banget sama warga Bandung, dan belum  sayang sama warga Jakarta, atau belum jatuh cinta sama warga  Jakarta,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur Partai Gerindra, Syarif, menyindir Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai seorang yang peragu karena mundur dari bursa bakal calon Gubernur DKI Jakarta.
Syarif mengatakan mundurnya pria yang akrab disapa Kang Emil itu  bukan soal pendapat warga Jakarta atau Bandung mengenai pencalonan dirinya, namun karena terbentur aturan harus mundur sebagai Wali Kota Bandung jika ingin maju di Pilgub DKI.
Hal ini berbeda ketika Joko Widodo (Jokowi) ketika masih menjabat Wali Kota Solo. Saat itu Jokowi maju sebagai cagub DKI dan tak perlu meninggalkan tampuk kepemimpinan di Solo.
&quot;Sebenarnya ini bukan soal warga Bandung atau warga Jakarta, tapi soal Kang Emil sendiri yang peragu. Masalahnya berbeda dengan Jokowi, ketika itu calon tidak wajib mundur dari jabatan pejabat negara yang disandangnya. Nah, sekarang membuat Kang Emil sangat sulit mengambil keputusan,&quot; jelas Syarif saat dihubungi, Senin (29/2/2016).
Ia juga menyayangkan sikap Ridwan Kamil yang tak mempertimbangkan warga Jakarta yang menginginkannya maju sebagai penantang Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Menurutnya, munculnya nama Ridwan Kamil dalam bursa cagub  DKI dari Gerindra adalah suara warga Jakarta.  &quot;Kalau saja warga Jakarta dimintai  pendapatnya oleh Kang Emil, maka dipastikan akan lebih mendorong Kang  Emil hijrah ke Jakarta,&quot; kata dia.
Meski begitu, Syarif menilai Ridwan Kamil telanjur sayang dengan  warga Bandung dan belum mengenal masyarakat Ibu Kota dengan baik sehingga  memutuskan mundur.
&quot;Pendapat saya, Beliau sayang banget sama warga Bandung, dan belum  sayang sama warga Jakarta, atau belum jatuh cinta sama warga  Jakarta,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
