<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jatuh Hati pada Batik, Mandela Tolak Jas Armani</title><description>Saking gemar dan jatuh hatinya Mandela pada batik, sampai-sampai tokoh dunia asal Afsel itu pernah menolak kiriman jas dari Giorgio Armani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/02/18/1325353/jatuh-hati-pada-batik-mandela-tolak-jas-armani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/02/18/1325353/jatuh-hati-pada-batik-mandela-tolak-jas-armani"/><item><title>Jatuh Hati pada Batik, Mandela Tolak Jas Armani</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/02/18/1325353/jatuh-hati-pada-batik-mandela-tolak-jas-armani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/02/18/1325353/jatuh-hati-pada-batik-mandela-tolak-jas-armani</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2016 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/02/18/1325353/jatuh-hati-pada-batik-mandela-tolak-jas-armani-Ffaih2MFMZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendiang Nelson Rolihlahla 'Madiba' Mandela yang menggemari baju batik (Foto: Dylan Martinez/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/02/18/1325353/jatuh-hati-pada-batik-mandela-tolak-jas-armani-Ffaih2MFMZ.jpg</image><title>Mendiang Nelson Rolihlahla 'Madiba' Mandela yang menggemari baju batik (Foto: Dylan Martinez/REUTERS)</title></images><description>SELAIN destinasi wisata Bali dan kuliner rendang, Indonesia punya tempat di dunia sebagai negeri asal kain batik. Kain bermotif tradisional ini sedianya tak hanya populer berkat pengakuan Badan PBB urusan Budaya (UNESCO), tapi juga berkat salah satu tokoh besar dunia, mendiang Nelson &amp;lsquo;Madiba&amp;rsquo; Mandela.
Ya, Mandela dikenal acap mengenakan kemeja sutera batik, tidak hanya untuk acara-acara santai, tapi juga event-event formal, seperti Sidang PBB, misalnya &amp;ndash; sebagaimana yang pernah diutarakan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), 2013 silam.
&quot;Nelson Mandela lebih memperkenalkan batik kita di dunia internasional,&quot; papar JK, dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, 6 Desember 2013 silam.

&quot;Dia berani memakai batik dalam sidang PBB. Kalau saya barangkali masih ragu memakai batik dan berbicara dalam sidang PBB, tapi dia tidak,&quot; tambahnya kala itu.Mengulas kembali soal Mandela yang jatuh hati pada pakaian batik, tak  lepas dari inspirasi dan kesan mendalamnya kala berkunjung ke  Indonesia, Oktober 1990 silam.
Kunjungannya itu dalam rangka &amp;ldquo;safari politik&amp;rdquo;, setelah  dilepaskan dari Penjara Pulau Robben pada Februari 1990 dan terpilih  menjadi Wakil Presiden African National Congress (ANC), 2 Maret 1990.
Saat itu, Mandela mulai menumbuhkan kecintaannya pada batik, usai  melihat Presiden RI kedua, Soeharto mengenakannya. Di sisi lain,  seperti dikutip buku &amp;lsquo;The Communication of Leadership: The Design of  Leadership Style&amp;rsquo;, Mandela juga akhirnya dihadiahi batik oleh Presiden  Soeharto.

Sejak itulah, Mandela kemudian ingin punya koleksi batik yang  lebih banyak lagi. Tapi kebiasaan Mandela mengenakan batik di berbagai  perhelatan, baru bisa dilakukan secara kontinyu setelah pertemuannya  dengan seorang desainer, Desr&amp;eacute; Buirski.Desr&amp;eacute; yang tahu akan kecintaan Mandela pada batik, memberanikan  diri  untuk menghadiahkan Mandela sebuah kemeja sutera batik, lewat  seorang  pengawal Mandela, ketika figur yang kemudian jadi Presiden  Afrika  Selatan (Afsel) itu, mengunjungi sebuah sinagoga di Cape Town.
Kemeja sutera itulah yang dikenakan Mandela, saat pertama kali   berbicara di depan publik, pasca-terpilih menjadi Presiden Afsel, Mei   1994. Namun baru setahun kemudian Desr&amp;eacute; bisa bertatap muka langsung di   kediaman Madiba di Tuynhuys, Cape Town.
&amp;ldquo;Saya berkesempatan bertemu manusia super ini. Momen yang sangat   tidak bisa dipercaya. Saya inget berdiri di depan kantornya dan kemudian   nampaklah beliau ketika pintu terbuka,&amp;rdquo; ungkap Desr&amp;eacute;, sebagaimana  dalam  buku &amp;lsquo;Raiders of the Lost Empire: South Africa&amp;rsquo;s &amp;ldquo;English&amp;rdquo;  Identity&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Dia menyapa saya dan hal berikut yang teringat adalah, dia  memeluk  saya dan saya meneteskan air mata. Dalam percakapan selanjutnya,  saya  menawarkan diri membantu dalam hal pakaian resmi. Dia menjawab:   &amp;lsquo;Baiklah! Apakah Anda mau membuatkan pakaian-pakaian (batik) sutera buat   saya?&amp;rsquo;,&amp;rdquo; tambahnya.

Sedari kala itu hingga wafat pada 5 Desember 2013, Madiba lebih   memilih 120 koleksi batik buatan Desr&amp;eacute; yang kemudian populer dengan   sebutan &amp;ldquo;Madiba Shirt&amp;rdquo;, ketimbang jas mewah kiriman Giorgio Armani yang   ditolaknya.
Penggambaran Mandela dengan batiknya juga diperlihatkan dengan   &amp;lsquo;gamblang&amp;rsquo; dalam sebuah film garapan Hollywood bertajuk &amp;lsquo;Invictus&amp;rsquo;, di   mana aktor Morgan Freeman yang memerankan Mandela, turut mengenakan   batik dalam beberapa adegan film tersebut.</description><content:encoded>SELAIN destinasi wisata Bali dan kuliner rendang, Indonesia punya tempat di dunia sebagai negeri asal kain batik. Kain bermotif tradisional ini sedianya tak hanya populer berkat pengakuan Badan PBB urusan Budaya (UNESCO), tapi juga berkat salah satu tokoh besar dunia, mendiang Nelson &amp;lsquo;Madiba&amp;rsquo; Mandela.
Ya, Mandela dikenal acap mengenakan kemeja sutera batik, tidak hanya untuk acara-acara santai, tapi juga event-event formal, seperti Sidang PBB, misalnya &amp;ndash; sebagaimana yang pernah diutarakan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), 2013 silam.
&quot;Nelson Mandela lebih memperkenalkan batik kita di dunia internasional,&quot; papar JK, dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, 6 Desember 2013 silam.

&quot;Dia berani memakai batik dalam sidang PBB. Kalau saya barangkali masih ragu memakai batik dan berbicara dalam sidang PBB, tapi dia tidak,&quot; tambahnya kala itu.Mengulas kembali soal Mandela yang jatuh hati pada pakaian batik, tak  lepas dari inspirasi dan kesan mendalamnya kala berkunjung ke  Indonesia, Oktober 1990 silam.
Kunjungannya itu dalam rangka &amp;ldquo;safari politik&amp;rdquo;, setelah  dilepaskan dari Penjara Pulau Robben pada Februari 1990 dan terpilih  menjadi Wakil Presiden African National Congress (ANC), 2 Maret 1990.
Saat itu, Mandela mulai menumbuhkan kecintaannya pada batik, usai  melihat Presiden RI kedua, Soeharto mengenakannya. Di sisi lain,  seperti dikutip buku &amp;lsquo;The Communication of Leadership: The Design of  Leadership Style&amp;rsquo;, Mandela juga akhirnya dihadiahi batik oleh Presiden  Soeharto.

Sejak itulah, Mandela kemudian ingin punya koleksi batik yang  lebih banyak lagi. Tapi kebiasaan Mandela mengenakan batik di berbagai  perhelatan, baru bisa dilakukan secara kontinyu setelah pertemuannya  dengan seorang desainer, Desr&amp;eacute; Buirski.Desr&amp;eacute; yang tahu akan kecintaan Mandela pada batik, memberanikan  diri  untuk menghadiahkan Mandela sebuah kemeja sutera batik, lewat  seorang  pengawal Mandela, ketika figur yang kemudian jadi Presiden  Afrika  Selatan (Afsel) itu, mengunjungi sebuah sinagoga di Cape Town.
Kemeja sutera itulah yang dikenakan Mandela, saat pertama kali   berbicara di depan publik, pasca-terpilih menjadi Presiden Afsel, Mei   1994. Namun baru setahun kemudian Desr&amp;eacute; bisa bertatap muka langsung di   kediaman Madiba di Tuynhuys, Cape Town.
&amp;ldquo;Saya berkesempatan bertemu manusia super ini. Momen yang sangat   tidak bisa dipercaya. Saya inget berdiri di depan kantornya dan kemudian   nampaklah beliau ketika pintu terbuka,&amp;rdquo; ungkap Desr&amp;eacute;, sebagaimana  dalam  buku &amp;lsquo;Raiders of the Lost Empire: South Africa&amp;rsquo;s &amp;ldquo;English&amp;rdquo;  Identity&amp;rsquo;.
&amp;ldquo;Dia menyapa saya dan hal berikut yang teringat adalah, dia  memeluk  saya dan saya meneteskan air mata. Dalam percakapan selanjutnya,  saya  menawarkan diri membantu dalam hal pakaian resmi. Dia menjawab:   &amp;lsquo;Baiklah! Apakah Anda mau membuatkan pakaian-pakaian (batik) sutera buat   saya?&amp;rsquo;,&amp;rdquo; tambahnya.

Sedari kala itu hingga wafat pada 5 Desember 2013, Madiba lebih   memilih 120 koleksi batik buatan Desr&amp;eacute; yang kemudian populer dengan   sebutan &amp;ldquo;Madiba Shirt&amp;rdquo;, ketimbang jas mewah kiriman Giorgio Armani yang   ditolaknya.
Penggambaran Mandela dengan batiknya juga diperlihatkan dengan   &amp;lsquo;gamblang&amp;rsquo; dalam sebuah film garapan Hollywood bertajuk &amp;lsquo;Invictus&amp;rsquo;, di   mana aktor Morgan Freeman yang memerankan Mandela, turut mengenakan   batik dalam beberapa adegan film tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
