<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Pengakuan Mucikari Prostitusi Online di Bandung</title><description>S dan AR hanya mendapat bayaran antara Rp100-Rp200 ribu setiap transaksi</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/02/525/1325826/ini-pengakuan-mucikari-prostitusi-online-di-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/02/525/1325826/ini-pengakuan-mucikari-prostitusi-online-di-bandung"/><item><title>Ini Pengakuan Mucikari Prostitusi Online di Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/02/525/1325826/ini-pengakuan-mucikari-prostitusi-online-di-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/02/525/1325826/ini-pengakuan-mucikari-prostitusi-online-di-bandung</guid><pubDate>Rabu 02 Maret 2016 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/02/525/1325826/ini-pengakuan-muncikari-prostitusi-online-di-bandung-I13j2EsgAE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/02/525/1325826/ini-pengakuan-muncikari-prostitusi-online-di-bandung-I13j2EsgAE.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Dua muncikari prostitusi online di Bandung, S dan AR menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki Pekerja Seks Komersial (PSK) asuh, melainkan hanya sebagai perantara saat ada&amp;nbsp; tamu yang membutuhkan jasa mereka.
&quot;Kita mah enggak maksa, mereka (PSK) yang datang sendiri,&quot; kata S, saat di temui di Mapolsek Arcamanik, Rabu (2/3/2015).
S menjelaskan bahwa ia bersama rekannya, mempromosikan para PSK melalui aplikasi media sosial We Chat. Dalam setiap transaksinya, ia mengunggah foto-foto PSK dengan pakaian minim.
&quot;Biasanya, tamu sendiri yang tanya ke kita duluan, kalau mereka nge-chat, kita baru tanggapi,&quot; ujarnya.
S mengaku dalam setiap transaksinya, ia dan AR hanya mendapat bayaran antara Rp100-Rp200 ribu. Dirinya menuturkan dalam bisnis esek-esek tersebut berawal dari iseng belaka.
&quot;Saya dan AR mulai dari Agustus kemarin,&quot; ujar pria yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai toko.
S menyebut, tidak ada klasifikasi khusus terhadap tamu-tamu yang ia layani. &quot;Kita modal percaya saja, kalau sudah deal, biasanya mereka kita minta untuk datang ke apartement. Pembayarannya cash enggak pernah kita minta lewat transfer,&quot; tuturnya.
Sementara untuk apartemen yang berada di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, ia sudah menempatinya selama setahun. Di sana, ia tinggal bersama AR dan para PSK.
&quot;Apartemen kita sewa, pemilik tidak mengetahui tapi kalau di pakai untuk bisnis ini. Kita sewa Rp12 juta per bulan, untuk pembayarannya, kita bayarnya patungan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Dua muncikari prostitusi online di Bandung, S dan AR menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki Pekerja Seks Komersial (PSK) asuh, melainkan hanya sebagai perantara saat ada&amp;nbsp; tamu yang membutuhkan jasa mereka.
&quot;Kita mah enggak maksa, mereka (PSK) yang datang sendiri,&quot; kata S, saat di temui di Mapolsek Arcamanik, Rabu (2/3/2015).
S menjelaskan bahwa ia bersama rekannya, mempromosikan para PSK melalui aplikasi media sosial We Chat. Dalam setiap transaksinya, ia mengunggah foto-foto PSK dengan pakaian minim.
&quot;Biasanya, tamu sendiri yang tanya ke kita duluan, kalau mereka nge-chat, kita baru tanggapi,&quot; ujarnya.
S mengaku dalam setiap transaksinya, ia dan AR hanya mendapat bayaran antara Rp100-Rp200 ribu. Dirinya menuturkan dalam bisnis esek-esek tersebut berawal dari iseng belaka.
&quot;Saya dan AR mulai dari Agustus kemarin,&quot; ujar pria yang kesehariannya bekerja sebagai pegawai toko.
S menyebut, tidak ada klasifikasi khusus terhadap tamu-tamu yang ia layani. &quot;Kita modal percaya saja, kalau sudah deal, biasanya mereka kita minta untuk datang ke apartement. Pembayarannya cash enggak pernah kita minta lewat transfer,&quot; tuturnya.
Sementara untuk apartemen yang berada di Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, ia sudah menempatinya selama setahun. Di sana, ia tinggal bersama AR dan para PSK.
&quot;Apartemen kita sewa, pemilik tidak mengetahui tapi kalau di pakai untuk bisnis ini. Kita sewa Rp12 juta per bulan, untuk pembayarannya, kita bayarnya patungan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
