<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sudah Dilempari Sepatu, Pejabat Ini Dipecat Pula</title><description>Tawfik Okasha, politisi sekaligus presenter televisi di Mesir sudah dilempari sepatu, sekarang dipecat pula oleh parlemennya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/03/18/1326606/sudah-dilempari-sepatu-pejabat-ini-dipecat-pula</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/03/18/1326606/sudah-dilempari-sepatu-pejabat-ini-dipecat-pula"/><item><title>Sudah Dilempari Sepatu, Pejabat Ini Dipecat Pula</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/03/18/1326606/sudah-dilempari-sepatu-pejabat-ini-dipecat-pula</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/03/18/1326606/sudah-dilempari-sepatu-pejabat-ini-dipecat-pula</guid><pubDate>Kamis 03 Maret 2016 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Taufik </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/03/18/1326606/sudah-dilempari-sepatu-pejabat-ini-dipecat-pula-ao5dgwSoCn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Haim Koren dan Tawfik Okasha. (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/03/18/1326606/sudah-dilempari-sepatu-pejabat-ini-dipecat-pula-ao5dgwSoCn.jpg</image><title>Haim Koren dan Tawfik Okasha. (Foto: Twitter)</title></images><description>MESIR &amp;ndash; Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin inilah peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan nasib pejabat Mesir yang satu ini.
Tawfik Okasha, politisi sekaligus presenter televisi di Mesir mengundang kemarahan publik dengan mengundang makan malam Duta Besar Israel untuk Mesir Haim Koren ke rumahnya. Karena terlalu marah, seorang rekannya, Kamal Ahmed tiba-tiba melempar sepatu ke arah pejabat parlemen tersebut.
Insiden itu pun berbuntut panjang. Hadirin jamuan makan yang diundangya pada Rabu 24 Februari 2016, mengajukan perkara kode etik ini ke sidang parlemen. Alhasil, melalui pemungutan suara, mayoritas anggota parlemen Negeri Piramida setuju untuk memecat Okasha.
Sebelumnya, Okasha berujar bahwa ia tidak bersalah dan parlemen tidak seharusnya memperkarakan masalah ini begitu jauh. Ia mengaku hanya menikmati hubungan diplomatik seutuhnya dengan Israel.
Pertemuan keduanya dikabarkan membahas masalah bendungan Ethiopia's Grand Renaissance dan konflik Israel-Palestina.
Menurut Duta Besar Israel, Haim Koren, pertemuan tersebut diadakan atas inisiatif dari Okasha. Ia juga senang diundang ke sana dan menikmati waktunya selama kurang lebih tiga jam.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (3/3/2016), Okasha mulai dilanda hujatan ketika ia mendukung militer berkuasa penuh di Mesir hingga menggulingkan Husni Mubarak, yang saat itu menjabat sebagai presiden Mesir.
Okasha sering kali menuduh lawannya berkomplot dengan Israel, tapi ia memuji operasi militer Israel di Gaza dan mendorong perdana menteri Netanyahu untuk menyerang Iran.
Keduanya terutama sepakat dalam hal memandang persoalan Palestina. Pergerakan militer Hamas di Palestina dianggap sebagai aktivitas teroris dan dicurigai berafiliasi dengan Ikhwan al Muslimin. Baik Mesir dan Israel, juga sama-sama terlibat dalam menegakkan blokade di Jalur Gaza, yang dikuasai oleh pergerakan Hamas.
Meskipun militer Mesir memiliki hubungan yang dekat dengan Israel, tapi sebagian besar masyarakat Mesir tidak menyukai sikap pemerintahnya.</description><content:encoded>MESIR &amp;ndash; Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin inilah peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan nasib pejabat Mesir yang satu ini.
Tawfik Okasha, politisi sekaligus presenter televisi di Mesir mengundang kemarahan publik dengan mengundang makan malam Duta Besar Israel untuk Mesir Haim Koren ke rumahnya. Karena terlalu marah, seorang rekannya, Kamal Ahmed tiba-tiba melempar sepatu ke arah pejabat parlemen tersebut.
Insiden itu pun berbuntut panjang. Hadirin jamuan makan yang diundangya pada Rabu 24 Februari 2016, mengajukan perkara kode etik ini ke sidang parlemen. Alhasil, melalui pemungutan suara, mayoritas anggota parlemen Negeri Piramida setuju untuk memecat Okasha.
Sebelumnya, Okasha berujar bahwa ia tidak bersalah dan parlemen tidak seharusnya memperkarakan masalah ini begitu jauh. Ia mengaku hanya menikmati hubungan diplomatik seutuhnya dengan Israel.
Pertemuan keduanya dikabarkan membahas masalah bendungan Ethiopia's Grand Renaissance dan konflik Israel-Palestina.
Menurut Duta Besar Israel, Haim Koren, pertemuan tersebut diadakan atas inisiatif dari Okasha. Ia juga senang diundang ke sana dan menikmati waktunya selama kurang lebih tiga jam.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (3/3/2016), Okasha mulai dilanda hujatan ketika ia mendukung militer berkuasa penuh di Mesir hingga menggulingkan Husni Mubarak, yang saat itu menjabat sebagai presiden Mesir.
Okasha sering kali menuduh lawannya berkomplot dengan Israel, tapi ia memuji operasi militer Israel di Gaza dan mendorong perdana menteri Netanyahu untuk menyerang Iran.
Keduanya terutama sepakat dalam hal memandang persoalan Palestina. Pergerakan militer Hamas di Palestina dianggap sebagai aktivitas teroris dan dicurigai berafiliasi dengan Ikhwan al Muslimin. Baik Mesir dan Israel, juga sama-sama terlibat dalam menegakkan blokade di Jalur Gaza, yang dikuasai oleh pergerakan Hamas.
Meskipun militer Mesir memiliki hubungan yang dekat dengan Israel, tapi sebagian besar masyarakat Mesir tidak menyukai sikap pemerintahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
