<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lima Pembantai Anak Tersadis Ini Pernah Bikin Geger</title><description>Bayangkan saja orangtua mana yang tidak terpukul jika kehilangan anaknya dengan cara terbilang sadis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/04/340/1327669/lima-pembantai-anak-tersadis-ini-pernah-bikin-geger</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/04/340/1327669/lima-pembantai-anak-tersadis-ini-pernah-bikin-geger"/><item><title>Lima Pembantai Anak Tersadis Ini Pernah Bikin Geger</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/04/340/1327669/lima-pembantai-anak-tersadis-ini-pernah-bikin-geger</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/04/340/1327669/lima-pembantai-anak-tersadis-ini-pernah-bikin-geger</guid><pubDate>Jum'at 04 Maret 2016 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/04/340/1327669/lima-pembantai-anak-tersadis-ini-pernah-bikin-geger-wl7DmUs6S7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Baekuni alias Babeh pelaku sodomi dan pembunuhan anak di bawah umur</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/04/340/1327669/lima-pembantai-anak-tersadis-ini-pernah-bikin-geger-wl7DmUs6S7.jpg</image><title>Baekuni alias Babeh pelaku sodomi dan pembunuhan anak di bawah umur</title></images><description>Anak merupakan suatu anugerah luar biasa dari Tuhan sang maha pencipta. Oleh karenanya, sang buah hati harus selalu dijaga baik-baik dan ketat diawasi terlebih jika masih kecil ataupun beranjak dewasa. Bayangkan saja orangtua mana yang tidak terpukul jika kehilangan anaknya dengan cara terbilang sadis.
Rangkaian pembantaian terhadap anak bahkan oleh orangtua kandungnya sendiri pernah terjadi di negeri ini. Beberapa di antaranya sempat menghebohkan Tanah Air dan bikin sibuk aparat kepolisian. Berikut kasus-kasus pembunuhan anak tersadis yang pernah menggegerkan itu versi Okezone.
Siswanto alias Robot Gedek
Siswanto atau yang dijuluki Robot Gedek ialah pelaku paedofilia yang dinyatakan bersalah melakukan serangkaian pembunuhan dan menyodomi belasan anak jalanan selama kurun waktu 1994-1996. Dia kemudian divonis mati pengadilan. Namun, sebelum dieksekusi, si Robot Gedek meninggal dunia di penjara akibat serangan jantung pada 26 Maret 2007 silam.
Baekuni alias Babeh
Baekuni alias Bungkih alias Babeh (50) merupakan tersangka kasus pembunuhan dan sodomi berantai terhadap belasan anak di bawah umur.
Ia divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 6 Oktober 2010 silam. Pria asal Magelang, Jawa Tengah itu dinyatakan terbukti telah melakukan pembunuhan berencana dan pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Pelaku terbukti membunuh empat bocah dalam periode 2007 hingga 2010. Vonis terhadap Babeh dilakukan sehari setelah tim kuasa hukum membacakan pledoi atas hukuman mati yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sadriansyah alias Upik
Sadriansyah alias Upik (42) adalah orangtua paling bejat dan biadab yang pernah bikin heboh negeri ini. Betapa tidak, ia tega membunuh empat anak kandungnya sendiri yang masih kecil-kecil pada medio 1997 hingga 2008.
Tak hanya itu, ia juga memperkosa anak kandungnya yang masih berusia 15 tahun selama setahun lamanya pada 2014 silam. Perbuatan bejat itu bahkan dilakukannya di depan istrinya sendiri yang merupakan ibu korban. Ia lalu dijatuhi hukuman total 19 tahun penjara untuk dua kasus.
Pada kasus pertama yakni pemerkosaan terhadap anak kandungnya, Upik divonis sembilan tahun, sedangkan untuk kasus pembunuhan sadis yang juga terhadap anaknya ia dihukum 10 tahun bui oleh Pengadilan Negeri Samarinda.Margriet Megawe
Margriet Megawe ialah terpidana penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan terhadap anak angkatnya sendiri yakni Angeline yang terjadi di Bali. Gadis kecil berusia delapan tahun itu sempat dilaporkan hilang oleh keluarga angkatnya dan bahkan pengumuman pencariannya banyak disebar di media sosial.
Namun yang mengejutkan, hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa gadis berparas cantik itu justru dibunuh dan dikubur di halaman rumah ibu angkatnya sendiri. Selang tidak berapa lama, Agus Tay adalah sosok yang mencabuli dan membunuh gadis kecil ini.

Setelah dikembangkan lebih lanjut, ternyata dalang di balik pembunuhan sadis itu adalah Margriet, yang merupakan ibu angkat Angeline. Adapun motif di balik pembunuhan tersebut yakni pelaku gelap mata lantaran bernafsu ingin menguasai harta warisan.
Margriet kemudian divonis hukuman penjara seumur hidup dalam putusan yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Senin, 29 Februari 2016 lalu.
Brigadir Petrus Bakus
Perbuatan sadis dilakukan oleh seorang anggota polisi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Polisi yang diketahui bernama Brigadir Petrus Bakus tega memutilasi dua anak kandungnya sendiri yang masih berumur lima dan tiga tahun.
Anggota Satuan Intelkam Polres Melai itu membunuh anaknya pada 25 Februari 2016 tengah malam lalu di Asrama Polres Melawi. Setelah membunuh Febian (5) dan Amora (3), dia kemudian berencana membunuh istrinya yang saat kejadian sedang tidur pulas.
Usai membunuh Febian dan Amora, Brigadir Petrus menuju kamar tempat istrinya tidur dengan membawa parang yang berlumuran darah. Istrinya terbangun lalu Brigadir Petrus mengatakan ingin membunuh istrinya.
Usai membunuh Febian dan Amora, Brigadir Petrus menuju kamar tempat istrinya tidur dengan membawa parang yang berlumuran darah. Istrinya terbangun lalu Brigadir Petrus mengatakan ingin membunuh istrinya. Istrinya lalu meminta diambilkan minum sebelum dibunuh.
Pada saat suaminya mengambilkan air minum, istri Brigadir Petrus langsung melarikan diri dan meminta tolong kepada warga asrama. Warga langsung berdatangan dan mengamankan Brigadir Petrus. Kasus ini tengah ditangani Polda Kalimantan Barat.</description><content:encoded>Anak merupakan suatu anugerah luar biasa dari Tuhan sang maha pencipta. Oleh karenanya, sang buah hati harus selalu dijaga baik-baik dan ketat diawasi terlebih jika masih kecil ataupun beranjak dewasa. Bayangkan saja orangtua mana yang tidak terpukul jika kehilangan anaknya dengan cara terbilang sadis.
Rangkaian pembantaian terhadap anak bahkan oleh orangtua kandungnya sendiri pernah terjadi di negeri ini. Beberapa di antaranya sempat menghebohkan Tanah Air dan bikin sibuk aparat kepolisian. Berikut kasus-kasus pembunuhan anak tersadis yang pernah menggegerkan itu versi Okezone.
Siswanto alias Robot Gedek
Siswanto atau yang dijuluki Robot Gedek ialah pelaku paedofilia yang dinyatakan bersalah melakukan serangkaian pembunuhan dan menyodomi belasan anak jalanan selama kurun waktu 1994-1996. Dia kemudian divonis mati pengadilan. Namun, sebelum dieksekusi, si Robot Gedek meninggal dunia di penjara akibat serangan jantung pada 26 Maret 2007 silam.
Baekuni alias Babeh
Baekuni alias Bungkih alias Babeh (50) merupakan tersangka kasus pembunuhan dan sodomi berantai terhadap belasan anak di bawah umur.
Ia divonis penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada 6 Oktober 2010 silam. Pria asal Magelang, Jawa Tengah itu dinyatakan terbukti telah melakukan pembunuhan berencana dan pelecehan seksual terhadap anak-anak.
Pelaku terbukti membunuh empat bocah dalam periode 2007 hingga 2010. Vonis terhadap Babeh dilakukan sehari setelah tim kuasa hukum membacakan pledoi atas hukuman mati yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sadriansyah alias Upik
Sadriansyah alias Upik (42) adalah orangtua paling bejat dan biadab yang pernah bikin heboh negeri ini. Betapa tidak, ia tega membunuh empat anak kandungnya sendiri yang masih kecil-kecil pada medio 1997 hingga 2008.
Tak hanya itu, ia juga memperkosa anak kandungnya yang masih berusia 15 tahun selama setahun lamanya pada 2014 silam. Perbuatan bejat itu bahkan dilakukannya di depan istrinya sendiri yang merupakan ibu korban. Ia lalu dijatuhi hukuman total 19 tahun penjara untuk dua kasus.
Pada kasus pertama yakni pemerkosaan terhadap anak kandungnya, Upik divonis sembilan tahun, sedangkan untuk kasus pembunuhan sadis yang juga terhadap anaknya ia dihukum 10 tahun bui oleh Pengadilan Negeri Samarinda.Margriet Megawe
Margriet Megawe ialah terpidana penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan terhadap anak angkatnya sendiri yakni Angeline yang terjadi di Bali. Gadis kecil berusia delapan tahun itu sempat dilaporkan hilang oleh keluarga angkatnya dan bahkan pengumuman pencariannya banyak disebar di media sosial.
Namun yang mengejutkan, hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa gadis berparas cantik itu justru dibunuh dan dikubur di halaman rumah ibu angkatnya sendiri. Selang tidak berapa lama, Agus Tay adalah sosok yang mencabuli dan membunuh gadis kecil ini.

Setelah dikembangkan lebih lanjut, ternyata dalang di balik pembunuhan sadis itu adalah Margriet, yang merupakan ibu angkat Angeline. Adapun motif di balik pembunuhan tersebut yakni pelaku gelap mata lantaran bernafsu ingin menguasai harta warisan.
Margriet kemudian divonis hukuman penjara seumur hidup dalam putusan yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Senin, 29 Februari 2016 lalu.
Brigadir Petrus Bakus
Perbuatan sadis dilakukan oleh seorang anggota polisi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Polisi yang diketahui bernama Brigadir Petrus Bakus tega memutilasi dua anak kandungnya sendiri yang masih berumur lima dan tiga tahun.
Anggota Satuan Intelkam Polres Melai itu membunuh anaknya pada 25 Februari 2016 tengah malam lalu di Asrama Polres Melawi. Setelah membunuh Febian (5) dan Amora (3), dia kemudian berencana membunuh istrinya yang saat kejadian sedang tidur pulas.
Usai membunuh Febian dan Amora, Brigadir Petrus menuju kamar tempat istrinya tidur dengan membawa parang yang berlumuran darah. Istrinya terbangun lalu Brigadir Petrus mengatakan ingin membunuh istrinya.
Usai membunuh Febian dan Amora, Brigadir Petrus menuju kamar tempat istrinya tidur dengan membawa parang yang berlumuran darah. Istrinya terbangun lalu Brigadir Petrus mengatakan ingin membunuh istrinya. Istrinya lalu meminta diambilkan minum sebelum dibunuh.
Pada saat suaminya mengambilkan air minum, istri Brigadir Petrus langsung melarikan diri dan meminta tolong kepada warga asrama. Warga langsung berdatangan dan mengamankan Brigadir Petrus. Kasus ini tengah ditangani Polda Kalimantan Barat.</content:encoded></item></channel></rss>
