<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tittygram, Sarana Berkirim Pesan dengan Payudara</title><description>Sekelompok programmer Rusia mengembangkan layanan media sosial berkirim pesan dengan berbagai gambar payudara wanita dan pria.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/12/18/1334125/tittygram-sarana-berkirim-pesan-dengan-payudara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/12/18/1334125/tittygram-sarana-berkirim-pesan-dengan-payudara"/><item><title>Tittygram, Sarana Berkirim Pesan dengan Payudara</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/12/18/1334125/tittygram-sarana-berkirim-pesan-dengan-payudara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/12/18/1334125/tittygram-sarana-berkirim-pesan-dengan-payudara</guid><pubDate>Sabtu 12 Maret 2016 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/12/18/1334125/tittygram-sarana-berkirim-pesan-dengan-payudara-TC5Ezgp8OP.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/12/18/1334125/tittygram-sarana-berkirim-pesan-dengan-payudara-TC5Ezgp8OP.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Twitter)</title></images><description>ULYANOVSK &amp;ndash; Gambar-gambar seksi tubuh wanita acap dijadikan sisipan ketika para pria mem-posting sesuatu di akun media sosialnya (medsos), baik itu untuk &amp;ldquo;kepuasan&amp;rdquo; pribadi, atau hanya sekadar &amp;ldquo;penghias&amp;rdquo; meme.
Tapi bagaimana jika bisa berkirim pesan dengan gambar asli salah satu bagian tubuh seksi wanita &amp;ndash; payudara misalnya?
Ya, hal inilah yang jadi fokus bisnis sebuah layanan berbayar bertajuk &amp;ldquo;Tittygram&amp;rdquo; yang dibuat sekelompok programmer asal Ulyanovsk, Rusia.
Dengan layanan Tittygram ini, siapapun bisa berkirim pesan dengan batas 35 karakter yang nantinya, akan dituliskan langsung di dada seorang model.&amp;nbsp;Layanan ini punya paket standar USD30 (Rp390 ribu), di mana para  penggunanya bisa memilih sendiri payudara dari model seksi mana yang  ingin mereka tuliskan pesan seperti, &quot;get well soon&quot; (lekas sembuh), &quot;happy birthday&quot; (selamat ulang tahun) atau &quot;from Russia with love&quot; (dari Russia dengan cinta).
Tidak hanya payudara wanita, Tittygram juga menyediakan dada  model pria buat para pengguna wanita untuk dikirim ke teman atau  orang-orang tercinta.
Akan tetapi, gambar dengan pesan tertulis di payudara ini takkan  memperlihatkan wajah ataupun puting susu sang model &amp;ndash; hanya sebatas  payudara dengan balutan bra atau tanktop.

Sedianya, Tittygram sudah ada sejak 2015 lalu, tapi baru  belakangan ini mulai booming, terutama di luar Rusia. Co-founder  Tittygram, Vladimir Gritsenko mengatakan, saat ini pengguna layanan  Tittygram ini sebanyak 63 persen justru berasal dari luar Rusia.&amp;ldquo;Rahasia dari proyek yang sukses ini sederhana saja &amp;ndash; gagasannya   haruslah lucu. Kami memutuskan berkonsentrasi pada masukan (saran) yang   paling disukai,&amp;rdquo; terang Gritsenko, disitat Daily Mail, Sabtu (12/3/2016).
Saat ini, Tittygram sudah punya 10 model seksi yang statusnya tetap dan 60 model wanita dan pria lainnya dengan status freelance.
Semua  model itu bekerja tanpa paksaan. Gritsenko juga menguraikan  bahwa 2  persen keuntungan mereka, disumbangkan ke penelitian kanker  payudara.

&amp;ldquo;Pada awalnya, saya pribadi mencari gadis-gadis yang mau  berpartisipasi  pada proyek kami terkait jaringan media sosial Rusia.  Sekarang, justru  para gadis yang mengirim lamaran dan foto pada kami,&amp;rdquo;  tandasnya.</description><content:encoded>ULYANOVSK &amp;ndash; Gambar-gambar seksi tubuh wanita acap dijadikan sisipan ketika para pria mem-posting sesuatu di akun media sosialnya (medsos), baik itu untuk &amp;ldquo;kepuasan&amp;rdquo; pribadi, atau hanya sekadar &amp;ldquo;penghias&amp;rdquo; meme.
Tapi bagaimana jika bisa berkirim pesan dengan gambar asli salah satu bagian tubuh seksi wanita &amp;ndash; payudara misalnya?
Ya, hal inilah yang jadi fokus bisnis sebuah layanan berbayar bertajuk &amp;ldquo;Tittygram&amp;rdquo; yang dibuat sekelompok programmer asal Ulyanovsk, Rusia.
Dengan layanan Tittygram ini, siapapun bisa berkirim pesan dengan batas 35 karakter yang nantinya, akan dituliskan langsung di dada seorang model.&amp;nbsp;Layanan ini punya paket standar USD30 (Rp390 ribu), di mana para  penggunanya bisa memilih sendiri payudara dari model seksi mana yang  ingin mereka tuliskan pesan seperti, &quot;get well soon&quot; (lekas sembuh), &quot;happy birthday&quot; (selamat ulang tahun) atau &quot;from Russia with love&quot; (dari Russia dengan cinta).
Tidak hanya payudara wanita, Tittygram juga menyediakan dada  model pria buat para pengguna wanita untuk dikirim ke teman atau  orang-orang tercinta.
Akan tetapi, gambar dengan pesan tertulis di payudara ini takkan  memperlihatkan wajah ataupun puting susu sang model &amp;ndash; hanya sebatas  payudara dengan balutan bra atau tanktop.

Sedianya, Tittygram sudah ada sejak 2015 lalu, tapi baru  belakangan ini mulai booming, terutama di luar Rusia. Co-founder  Tittygram, Vladimir Gritsenko mengatakan, saat ini pengguna layanan  Tittygram ini sebanyak 63 persen justru berasal dari luar Rusia.&amp;ldquo;Rahasia dari proyek yang sukses ini sederhana saja &amp;ndash; gagasannya   haruslah lucu. Kami memutuskan berkonsentrasi pada masukan (saran) yang   paling disukai,&amp;rdquo; terang Gritsenko, disitat Daily Mail, Sabtu (12/3/2016).
Saat ini, Tittygram sudah punya 10 model seksi yang statusnya tetap dan 60 model wanita dan pria lainnya dengan status freelance.
Semua  model itu bekerja tanpa paksaan. Gritsenko juga menguraikan  bahwa 2  persen keuntungan mereka, disumbangkan ke penelitian kanker  payudara.

&amp;ldquo;Pada awalnya, saya pribadi mencari gadis-gadis yang mau  berpartisipasi  pada proyek kami terkait jaringan media sosial Rusia.  Sekarang, justru  para gadis yang mengirim lamaran dan foto pada kami,&amp;rdquo;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
