<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Bahas Toleransi Beragama dan Peran Perempuan di Yordania</title><description>Menlu RI Retno Marsudi bahas isu toleransi beragama dan peran perempuan dalam kunjungan bilateralnya di Yordania pada Sabtu 12 Maret 2016.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/13/18/1334609/indonesia-bahas-toleransi-beragama-dan-peran-perempuan-di-yordania</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/13/18/1334609/indonesia-bahas-toleransi-beragama-dan-peran-perempuan-di-yordania"/><item><title>Indonesia Bahas Toleransi Beragama dan Peran Perempuan di Yordania</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/13/18/1334609/indonesia-bahas-toleransi-beragama-dan-peran-perempuan-di-yordania</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/13/18/1334609/indonesia-bahas-toleransi-beragama-dan-peran-perempuan-di-yordania</guid><pubDate>Minggu 13 Maret 2016 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/13/18/1334609/indonesia-bahas-toleransi-beragama-dan-peran-perempuan-di-yordania-DhU7VVCn0J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu RI Retno LP Marsudi saat pembukaan KTT LB OKI 2016 hari kedua di JCC Senayan, Jakarta. (Foto: dok. OIC-ES 2016)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/13/18/1334609/indonesia-bahas-toleransi-beragama-dan-peran-perempuan-di-yordania-DhU7VVCn0J.jpg</image><title>Menlu RI Retno LP Marsudi saat pembukaan KTT LB OKI 2016 hari kedua di JCC Senayan, Jakarta. (Foto: dok. OIC-ES 2016)</title></images><description>AMMAN &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi membahas isu toleransi beragama dan peran perempuan dalam kunjungan bilateralnya di Ibu Kota Yordania pada Sabtu 12 Maret 2016.
Kedua isu sosial itu dibahas bersama dengan Ketua Persahabatan Parlemen Indonesia-Yordania, Madallah Tarawneh di Wisma Duta Besar RI di Amman.
&amp;ldquo;Seperti Indonesia yang lebih dari 90% populasinya beragama Islam, toleransi terhadap perbedaan beragama di Yordania sangat tinggi&amp;rdquo; ujar Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda tersebut, sebagaimana disunting dari siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (13/3/2016).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut ialah Ketua Komisi I DPR- RI, Mahfudz Siddiq. Di mana Retno juga tak lupa menemui para diaspora Indonesia di Yordania, yang terdiri dari kalangan pelajar, pekerja profesional serta mereka yang mencari penghidupan di sektor informal.
Selain menyoroti isu sosial yang melekat pada kedua negara, Indonesia juga mengangkat soal perjanjian kerja sama ekonomi dengan Yordania.
Menlu RI menyampaikan tujuan kunjungannya ke Amman serta merta untuk menegaskan kepada pemerintah Yordania betapa pemerintah Indonesia memiliki perhatian yang besar untuk mendorong diplomasi ekonomi di Kawasan Timur Tengah dan Afrika.
&amp;ldquo;Saya harap teman teman di Yordania baik diplomat, pelajar, professional dan diaspora lndonesia lainnya  terus mencari peluang pasar bagi produk Indonesia, karena kita sangat mampu menyuplai produk-produk yang dibutuhkan oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika, termasuk Yordania,&amp;rdquo; tuturnya.
Pada kesempatan ini, Retno juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan ke kantor Menlu Yordania Nasser Judeh dan Perdana Menteri Yordania Abdullah Ensour pada Minggu (13/3/2016).</description><content:encoded>AMMAN &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi membahas isu toleransi beragama dan peran perempuan dalam kunjungan bilateralnya di Ibu Kota Yordania pada Sabtu 12 Maret 2016.
Kedua isu sosial itu dibahas bersama dengan Ketua Persahabatan Parlemen Indonesia-Yordania, Madallah Tarawneh di Wisma Duta Besar RI di Amman.
&amp;ldquo;Seperti Indonesia yang lebih dari 90% populasinya beragama Islam, toleransi terhadap perbedaan beragama di Yordania sangat tinggi&amp;rdquo; ujar Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda tersebut, sebagaimana disunting dari siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (13/3/2016).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut ialah Ketua Komisi I DPR- RI, Mahfudz Siddiq. Di mana Retno juga tak lupa menemui para diaspora Indonesia di Yordania, yang terdiri dari kalangan pelajar, pekerja profesional serta mereka yang mencari penghidupan di sektor informal.
Selain menyoroti isu sosial yang melekat pada kedua negara, Indonesia juga mengangkat soal perjanjian kerja sama ekonomi dengan Yordania.
Menlu RI menyampaikan tujuan kunjungannya ke Amman serta merta untuk menegaskan kepada pemerintah Yordania betapa pemerintah Indonesia memiliki perhatian yang besar untuk mendorong diplomasi ekonomi di Kawasan Timur Tengah dan Afrika.
&amp;ldquo;Saya harap teman teman di Yordania baik diplomat, pelajar, professional dan diaspora lndonesia lainnya  terus mencari peluang pasar bagi produk Indonesia, karena kita sangat mampu menyuplai produk-produk yang dibutuhkan oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika, termasuk Yordania,&amp;rdquo; tuturnya.
Pada kesempatan ini, Retno juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan ke kantor Menlu Yordania Nasser Judeh dan Perdana Menteri Yordania Abdullah Ensour pada Minggu (13/3/2016).</content:encoded></item></channel></rss>
