<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakar Bahasa JS Badudu Meninggal Dunia</title><description>Guru Besar Linguistika pada Universitas Padjajaran (Unpad), Jusuf Sjarif Badudu (JS Badudu) meninggal dunia di usia 89 tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/13/337/1334378/pakar-bahasa-js-badudu-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/03/13/337/1334378/pakar-bahasa-js-badudu-meninggal-dunia"/><item><title>Pakar Bahasa JS Badudu Meninggal Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/03/13/337/1334378/pakar-bahasa-js-badudu-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/03/13/337/1334378/pakar-bahasa-js-badudu-meninggal-dunia</guid><pubDate>Minggu 13 Maret 2016 02:41 WIB</pubDate><dc:creator>Feri Agus Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/13/337/1334378/pakar-bahasa-js-badudu-meninggal-dunia-5rlwcLEZAg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Karangan Bunga Duka Cita (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/13/337/1334378/pakar-bahasa-js-badudu-meninggal-dunia-5rlwcLEZAg.jpg</image><title>Ilustrasi Karangan Bunga Duka Cita (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Guru Besar Linguistika pada Universitas Padjajaran (Unpad), Jusuf Sjarif Badudu (JS Badudu) meninggal dunia di usia 89 tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu 12 Maret 2016 pukul 22.10 WIB.

&amp;ldquo;Telah berpulang dalam damai Bapak dan Opa kami Jusuf Sjarif Badudu di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, pada Sabtu 12 Maret 2016 pukul 22.10 WIB,&amp;rdquo; kata nama Ananda Badudu, cucu ke-7 J.S. Badudu lewat keterangan pers yang diterima Okezone, Minggu (13/3/2016).

Menurut Ananda, kakeknya itu meninggal lantaran komplikasi penyakit yang diderita sejak beberapa tahun belakangan ini. Pakar bahasa ini, sudah dua hari dirawat inap di RS Hasan Sadikin setelah terkena serangan stroke.

&amp;ldquo;Sekitar sepuluh tahun belakangan, ia sudah beberapa kali diserang stroke ringan maupun berat yang mengakibatkan kondisi fisiknya semakin lama semakin menurun,&amp;rdquo; jelas dia.

Jenazah JS Badudu akan disemayamkan terlebih dahulu di rumahnya di Bukit Dago Selatan No. 27, sebelum dimakamkan di di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

&amp;ldquo;JS Badudu dikaruniai sembilan anak, sembilan menantu, 23 cucu, dan dua cicit. Istrinya, Eva Henriette Alma Koroh, lebih dulu berpulang pada 16 Januari 2016 lalu pada usia 85 tahun,&amp;rdquo; tutup Ananda.

JS Badudu lahir di Gorontalo pada 19 Maret 1926. Sepanjang usia ia mengabdikan diri untuk Bahasa Indonesia melalui kegiatan belajar-mengajar dan tulis-menulis. Ia telah menjadi guru sejak usia 15 tahun dan mengakhiri pengabdiannya di bidang pendidikan pada usia 80 tahun.

Dia dikenal masyarakat luas sejak tampil dalam acara Pembinaan Bahasa Indonesia yang ditayangkan di TVRI pada 1977-1979, dilanjutkan tahun 1986-1986. Pada saat itu TVRI adalah satu-satunya siaran televisi di Indonesia.

Beberapa karya besar di antara puluhan buku yang pernah ditulisnya: Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994), revisi kamus Sutan Muhammad Zain; Kamus Kata-kata Serapan Asing; Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (1993), serta sejumlah karya lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Guru Besar Linguistika pada Universitas Padjajaran (Unpad), Jusuf Sjarif Badudu (JS Badudu) meninggal dunia di usia 89 tahun di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu 12 Maret 2016 pukul 22.10 WIB.

&amp;ldquo;Telah berpulang dalam damai Bapak dan Opa kami Jusuf Sjarif Badudu di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, pada Sabtu 12 Maret 2016 pukul 22.10 WIB,&amp;rdquo; kata nama Ananda Badudu, cucu ke-7 J.S. Badudu lewat keterangan pers yang diterima Okezone, Minggu (13/3/2016).

Menurut Ananda, kakeknya itu meninggal lantaran komplikasi penyakit yang diderita sejak beberapa tahun belakangan ini. Pakar bahasa ini, sudah dua hari dirawat inap di RS Hasan Sadikin setelah terkena serangan stroke.

&amp;ldquo;Sekitar sepuluh tahun belakangan, ia sudah beberapa kali diserang stroke ringan maupun berat yang mengakibatkan kondisi fisiknya semakin lama semakin menurun,&amp;rdquo; jelas dia.

Jenazah JS Badudu akan disemayamkan terlebih dahulu di rumahnya di Bukit Dago Selatan No. 27, sebelum dimakamkan di di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.

&amp;ldquo;JS Badudu dikaruniai sembilan anak, sembilan menantu, 23 cucu, dan dua cicit. Istrinya, Eva Henriette Alma Koroh, lebih dulu berpulang pada 16 Januari 2016 lalu pada usia 85 tahun,&amp;rdquo; tutup Ananda.

JS Badudu lahir di Gorontalo pada 19 Maret 1926. Sepanjang usia ia mengabdikan diri untuk Bahasa Indonesia melalui kegiatan belajar-mengajar dan tulis-menulis. Ia telah menjadi guru sejak usia 15 tahun dan mengakhiri pengabdiannya di bidang pendidikan pada usia 80 tahun.

Dia dikenal masyarakat luas sejak tampil dalam acara Pembinaan Bahasa Indonesia yang ditayangkan di TVRI pada 1977-1979, dilanjutkan tahun 1986-1986. Pada saat itu TVRI adalah satu-satunya siaran televisi di Indonesia.

Beberapa karya besar di antara puluhan buku yang pernah ditulisnya: Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994), revisi kamus Sutan Muhammad Zain; Kamus Kata-kata Serapan Asing; Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (1993), serta sejumlah karya lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
